Langsung ke konten utama

Tips Minum Kopi bagi Penderita Diabetes

minum-kopi-doktersehat.jpg
Photo Source: Flickr/bradleypjohnson

DokterSehat.Com– Penderita diabetes harus membatasi konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman tertentu demi mencegah lonjakan kadar gula darah. Jika sampai gula darah dalam tubuhnya tak terkendali, maka dikhawatirkan mereka akan lebih berisiko terkena komplikasi. Hanya saja, apakah penderita diabetes masih bisa minum kopi?

Meskipun konsumsinya tetaplah harus dibatasi, kopi sebenarnya masih bisa diminum oleh penderita diabetes. Menurut para peneliti yang berasal dari Wake Forest University School of Medicine yang ada di North Carolina, Amerika Serikat, disebutkan bahwa kopi memang bisa memberikan efek samping berupa menurunnya aliran darah menuju otak dengan signifikan.

Bahkan, menurut penelitian ini, penderita diabetes yang minum kopi akan mengalami penurunan aliran darah menuju bagian serebral otak hingga 27 persen. Beruntung, efek ini bisa ditekan asalkan penderita diabetes tidak sembarangan saat mengonsumsi minuman berkafein ini.

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk membatasi asupan kopi hingga satu cangkir saja dalam sehari. Selain itu, ada baiknya waktu minum kopi juga diperhatikan. Akan jauh lebih baik bagi penderita diabetes untuk mengonsumsinya setelah bangun pagi atau saat di sore hari, bukannya di malam hari yang bisa mengganggu kualitas tidur malam.

Meski boleh minum kopi, penderita diabetes harus mengecek kadar gula darahnya secara rutin setiap hari, khususnya setelah meminumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan terjadi perubahan kadar gula darah setelah mengonsumsinya. Dengan melakukannya, maka penderita diabetes bisa mencegah datangnya efek kesehatan atau komplikasi tertentu.

Kopi yang dikonsumsi oleh penderita diabetes juga tidak boleh diberi pemanis sembarangan. Hindari pemberian gula pada kopi dan hindari kopi instan yang sudah kaya akan kandungan gula. Pilihlah pemanis yang khusus diperuntukkan bagi penderita diabetes sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, jangan lagi gunakan creamer karena kandungan kalorinya yang sangat tinggi. Jika perlu, gantilah topping kopi dengan susu bebas lemak atau nikmati kopi tanpa memakai topping sama sekali.

Dengan memperhatikan berbagai tips untuk minum kopi ini, penderita diabetes tetap bisa menikmati minuman ini tanpa perlu khawatir akan mengalami efek kesehatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...