Langsung ke konten utama

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

jengkol-doktersehat
Photo Source: Flickr/Ucan Kancana

DokterSehat.Com– Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya?

Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi inilah yang bisa memberikan efek buruk bagi ginjal. Sebagai informasi, asam jengkolat di dalam biji jengkol bisa saja mengendap di dalam ginjal. Pengendapan asam jengkolat ini bisa berupa kristal yang berbentuk runcing. Jika sampai kristal asam jengkolat ini terus menumpuk di dalam saluran ginjal, maka kita pun akan mengalami gangguan buang air kecil, mengeluarkan air seni yang disertai darah, nyeri pinggang, dan akhirnya berimbas pada gangguan ginjal.

Kondisi ini bisa terjadi jika kita mengonsumsi jengkol terlalu banyak dan kurang minum air putih.

“Jika memang suka makan jengkol, pastikan untuk banyak minum air putih. Kristal asam urat sangat tajam dan mudah terdistribusi dalam aliran darah. Jika sampai masuk ke dalam ginjal, belum tentu terbuang melalui urine. Jika sampai masuk ke dalam ginjal, maka organ ini bisa mengalami peradangan yang berimbas pada datangnya gagal ginjal,” ungkap dr. Okki.

Lantas, apakah sebaiknya kita tidak mengonsumsi jengkol? Dr. Okki menyebutkan bahwa kita masih bisa mengonsumsi jengkol asalkan tidak berlebihan. Konsumsi seperlunya saja meskipun kita sangat menggemarinya.

Jika memang ginjal sudah mengalami gejala keracunan asam jengkolat, ada baiknya segera meminta bantuan dokter demi mendapatkan obat atau terapi lain yang bisa mencegah datangnya gagal ginjal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...