Langsung ke konten utama

Ternyata, Ini Penyebab Banyak Orang Suka Makan Petai

manfaat-pete-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Alistair S

DokterSehat.Com– Dikenal luas sebagai makanan dengan bau yang sangat kuat, dalam realitanya banyak orang yang suka dengan petai. Petai seringkali dijadikan campuran bagi beberapa masakan khas Tanah Air yang memiliki rasa yang mantap.

Ternyata, alasan utama mengapa petai disukai banyak orang tidaklah selalu karena aromanya, melainkan kemampuannya dalam membuat suasana hati menjadi semakin membaik. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dilansir dari HB Times, kandungan di dalam petai mampu menurunkan risiko terkena seasonal affective disorder, kondisi yang membuat kita mengalami suasana hati yang naik turun akibat perubahan cuaca atau perubahan musim. Sebagai contoh, saat cuaca mendung atau hujan, kita akan cenderung menjadi lebih malas dan lebih mudah bersedih. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan bisa saja menyebabkan datangnya depresi.

Sebuah penelitian pun dilakukan oleh para ahli dari MIND untuk mengetahui manfaat dari petai. Hasilnya adalah, para partisipan dengan kondisi depresi mengalami perbaikan suasana hati dan kondisi emosi setelah mengonsumsinya. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan triptofan di dalam petai yang akhirnya mampu merangsang otak mengeluarkan hormon serotonin, hormon yang bisa membuat tubuh lebih rileks, lebih nyaman, lebih bahagia, dan memperbaiki suasana hati.

Di dalam petai juga terdapat kandungan protein cukup banyak, tepatnya empat kali lipat jika dibandingkan dengan yang ada di dalam buah apel. Selain itu, di dalam petai juga terdapat vitamin A, potasium, zat besi, karbohidrat, dan fosfor yang bisa membantu tubuh mengalami perbaikan tekanan darah. Hal ini akan berimbas pada menurunnya risiko terkena stres.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa petai mampu membuat kita merasa lebih tenang dan bahagia. Hal ini dipelajari oleh otak dan membuat kita seperti mendapatkan sensasi tersebut setiap kali mengonsumsinya. Karena alasan inilah kita menjadi suka dengan petai.

Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak berlebihan untuk mengonsumsi petai meski kita sangat menyukainya. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan purin yang dikhawatirkan bisa memicu datangnya masalah asam urat. Konsumsilah secukupnya saja sehingga risiko untuk terkena penyakit ini tetap rendah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...