Langsung ke konten utama

Susu Kental Manis Sebabkan Kegemukan?

kandungan-susu-kental-manis-doktersehat

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar anggapan yang menyebutkan bahwa rutin minum susu kental manis akan memicu kenaikan berat badan atau bahkan kegemukan. Sebenarnya, apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?

Pakar kesehatan Ir. Achmad Syafiq Msc, PhD dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa susu kental manis bisa menyebabkan kegemukan. Meskipun dikenal sebagai minuman dengan kandungan gula yang tinggi, asalkan konsumsinya sesuai dengan saran penyajian per hari yang tercantum di label kemasan susu kental manis dan menerapkan gaya hidup sehat, besar kemungkinan kita tidak akan mengalami kenaikan berat badan atau bahkan kegemukan.

“Hingga saat ini belum ada bukti ilimiah yang menyebutkan bahwa susu kental manis bisa memicu datangnya penyakit. Menurut WHO, kegemukan disebabkan oleh banyak faktor seperti malas berolahraga, jarang mengonsumsi serat, dan mengonsumsi makanan berkalori terlalu banyak setiap hari. Hal ini berarti, kegemukan tidak disebabkan oleh satu jenis makanan atau minuman saja,” jelas Ir. Achmad.

Belakangan ini, ada anggapan yang menyebutkan bahwa susu kental manis hanya kaya akan gula saja. Padahal, produksi susu kental manis harus sesuai dengan standar, yakni mencakup beberapa sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sebagai contoh, di dalam susu kental manis juga terdapat kandungan protein sekitar 6,5 hingga 9,5 persen dan lemak sebesar 8 persen. Hal ini berarti, asalkan dikonsumsi dengan cara atau porsi yang tepat, kita juga bisa mendapatkan manfaat kesehatannya.

Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, dihasilkan fakta bahwa penyebab kegemukan anak-anak di usia sekolah di Indonesia adalah kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga, bukannya kebiasaan mengonsumsi makanan kaya gula, garam, lemak, atau makanan berpengawet.

Khusus untuk konsumsi susu kental manis pada anak-anak, angkanya sebenarnya masih sangat rendah, yakni hanya 9,4 gram setiap hari bagi anak-anak di usia balita dan 4,2 gram setiap hari bagi anak-anak dengan usia sekolah. Hal ini berarti, angka ini masih lebih rendah dari batasan maksimal asupan gula harian sebesar 50 gram.

Hanya saja, jika selain susu kental manis kita terbiasa mengonsumsi makanan kaya kalori dan gula lainnya, bisa jadi konsumsi gula harian melebihi batasan tersebut dan kita pun akan lebih rentan terkena kegemukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...