Langsung ke konten utama

Punya Tubuh Kurus Belum Tentu Sehat

kurus-doktersehat
photo credit : pixabay.com

DokterSehat.Com– Kebanyakan orang berpikir jika memiliki tubuh yang kurus jauh lebih sehat dibandingkan dengan memiliki tubuh yang gemuk. Memang, mereka yang mengalami masalah kegemukan atau obesitas memiliki risiko besar terkena berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan kardiovaskular, dan masalah kesehatan lainnya, namun jika juga memiliki berat badan yang terlalu rendah, risiko untuk terkena masalah kesehatan juga meningkat.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Cambridge University, Inggris, dihasilkan fakta bahwa jika kita memiliki indeks massa tubuh kurang dari angka 18,5, maka kita bisa saja terkena masalah kesehatan. Karena alasan inilah ada baiknya orang dengan tubuh yang kurus menaikkan berat badannya menjadi ideal.

“Telah banyak penelitian epidemiologis yang membuktikan bahwa tubuh yang terlalu kurus memang terkait dengan risiko lebih besar terkena kematian atau mortalitas,” ungkap Profesor Kay-Tee Khaw dari Cambridge University.

Profesor Khaw juga menyebut berat badan yang terlalu rendah merupakan tanda dari hilangnya massa tulang dan massa otot. Hal ini membuat tubuh menjadi lebih ringkih. Bahkan, risiko untuk terkena patah tulang bisa meningkat. Selain itu, banyak orang yang bertubuh kurus merasa aman dengan kondisi berat badannya sehingga tidak mempertimbangkan asupan makanan yang dikonsumsi. Mereka pun akan makan dengan sembarangan seperti mengonsumsi makanan cepat saji dengan berlebihan. Padahal, dengan melakukannya, maka risiko untuk terkena kenaikan tekanan darah atau kolesterol meningkat dengan signifikan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Profesor Geir Lorem dari Arctic University, Norwegia. Orang dengan tubuh kurus cenderung tidak memperhatikan pola makan yang sehat sehingga lebih rentan terkena penyakit berbahaya. Selain itu, karena merasa berat badannya tidak bermasalah, mereka cenderung lebih malas melakukan olahraga. Padahal, olahraga tidak hanya terkait dengan berat badan, melainkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selain orang biasa, ibu hamil juga sebaiknya menjaga berat badannya agar tidak terlalu rendah. Jika sampai tubuhnya terlalu kurus, maka hal ini akan membuat buah hatinya di dalam kandungan mengalami gangguan tumbuh kembang yang tentu berpotensi membuat sang bayi rentan terkena penyakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...