Langsung ke konten utama

Punya Kondisi Ini, Jangan Makan Ketumbar!

ketumbar-doktersehat
Photo Source: Flickr/Steven Jackson

DokterSehat.Com– Salah satu bumbu rempah yang paling sering ditemui di dapur-dapur masyarakat Indonesia adalah ketumbar. Selain bisa membuat rasa masakan menjadi lebih lezat, ketumbar juga disebut-sebut bisa memberikan manfaat kesehatan. Sebagai contoh, ketumbar dianggap mampu menurunkan kolesterol, berat badan, dan baik bagi kesehatan mata. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari ketumbar. Mereka adalah yang mengalami masalah kesehatan hati.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa penggunaan ketumbar dengan berlebihan ternyata bisa memicu datangnya penyakit hati. Sebenarnya, kandungan di dalam biji ketumbar bisa membantu proses pengobatan penyakit ini, namun, jika digunakan dengan berlebihan bisa memicu sekresi empedu yang membahayakan. Hal ini akan berlanjut menjadi masalah kesehatan hati yang tentu akan berimbas buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jika kita sedang mengalami gangguan pencernaan seperti diare atau sakit perut, ada baiknya kita juga menghindari konsumsi ketumbar untuk sementara demi membantu proses penyembuhan masalah kesehatan tersebut. Selain itu, orang dengan kondisi hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah juga sebaiknya menghindarinya demi membantu mengembalikan kadar gula darah menjadi normal kembali.

Mengingat penderita diabetes rentan terkena masalah hipoglikemia, ada baiknya mereka rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah sebelum mengonsumsi ketumbar sebagai bumbu makanan atau obat. Selain itu, mereka juga harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan rempah ini.

Bagi sebagian orang, ketumbar bisa menyebabkan datangnya reaksi alergi dengan gejala seperti munculnya ruam-ruam pada kulit, gatal-gatal atau pembengkakan pada wajah, kepala pusing, hingga kesulitan untuk bernapas. Sebagaimana kita ketahui, jika kita sampai mengalami alergi pada sebuah benda atau makanan, ada baiknya kita menghindarinya. Hal ini berarti, mereka yang menderita alergi pada ketumbar mau tidak mau tidak lagi mengonsumsinya.

Selain yang menderita alergi, mereka yang mengalami masalah kulit sensitif ternyata juga sebaiknya menghindari ketumbar terlebih dahulu karena dikhawatirkan bisa membuat kondisi kulit semakin parah. Selain itu, mereka yang mengalami gangguan pernapasan yang disertai dengan gejala nyeri dada, penyempitan tenggorokan, atau tenggorokan kering juga sebaiknya menghindarinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...