Langsung ke konten utama

Penyebab Penis Bau Tidak Sedap Setelah Seks dan Cara Mengatasinya

aroma-tidak-sedap-penis-doktersehat

DokterSehat.Com – Setelah melakukan seks ada beberapa hal yang muncul menjadi masalah. Pertama adalah kondisi badan yang terlalu capek. Seks yang intens juga menguras energi dalam jumlah yang banyak. Selanjutnya adalah aroma. Seks juga menyebabkan aroma tubuh mengalami penurunan dan kadang sangat tidak sedap.

Nah, dari beberapa masalah itu, pria lebih sering mengalami masalah pada aroma pada tubuhnya khususnya penis. Aroma ini bisa membuat pria menjadi tidak nyaman, khususnya saat tidur dengan kondisi telanjang dengan pasangan. Berikut penyebab penis menjadi bau dan cara mengatasinya.

Penyebab penis bau pasca seks

Ada beberapa hal yang menyebabkan penis menjadi bau tidak sedap setelah melalukan seks, berikut selengkapnya.

  1. Kenaikan suhu tubuh dan berkeringat

Saat melakukan seks dan terangsang, suhu tubuh akan mengalami pengikatan. Peningkatan ini menyebabkan tubuh berkeringat dan panas. Kondisi ini mirip sekali saat Anda sedang berolahraga. Saat tubuh mengalami peningkatan aktivitas, keringat akan mulai bercucuran. Nah, keringat ini juga menyumbang bau penis usai seks.

Berkeringat saat seks adalah hal yang wajar dan bisa terjadi pada siapa saja. Meski nantinya penis akan bau, Anda tidak perlu merasa cemas karena pada artikel ini juga akan dibahas bagaimana cara mengatasi bau pada penis secara maksimal sehingga pria tidak perlu minder lagi.

  1. Cairan tubuh

Cairan tubuh dari diri sendiri dan orang lain akan membuat penis memiliki aroma yang berbeda. Misal saat pria mengalami ejakulasi di dalam tubuh wanita, aroma dari sperma yang bercampur dengan cairan vagina akan menempel cukup lama. Pada wanita aroma ini juga akan bertahan di vagina jika tidak segera dibersihkan.

  1. Aroma tubuh pasangan

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau tubuh wanita memiliki aroma yang berbeda-beda. Bahkan aroma dari vagina sendiri bisa berubah-ubah sesuai dengan situasi yang terjadi, misal aroma logam saat mendekati menstruasi. Selanjutnya ada aroma busuk kalau terjadi infeksi di dalam vagina.

Aroma dari vagina ini menyebabkan penis jadi memiliki aroma yang sama. Kalau aromanya busuk karena infeksi, penis juga akan memilikinya setelah melakukan seks dengan pasangan.

Mengatasi penis bau setelah seks

Penis yang bau setelah seks bisa diatasi dengan melakukan hal-hal di bawah ini.

  1. Menggunakan kondom saat seks

Cara terbaik untuk membuat penis minim bau setelah seks adalah dengan menggunakan kondom. Dengan kondom cairan dari penis dan vagina tidak akan menyatu. Saat pria ejakulasi, cairan juga hanya terkonsentrasi di bawah. Kondom yang digunakan juga usahakan yang tidak memiliki aroma tertentu.

  1. Segera mencuci penis usai seks

Setelah melakukan seks yang intens segera cuci penis hingga bersih. Kalau tubuh masih berkeringat tunggu sampai kering. Selanjutnya, mandi hingga bersih dengan menggunakan sabun. Singkatnya jangan buat kotoran di penis mengering lama dan baunya menempel.

  1. Merapikan rambut kemaluan

Kalau Anda memiliki rambut kemaluan yang terlalu tebal, coba rapikan. Gunting di bagian yang dekat dengan batang penis. Jangan mencukur rambut itu sampai habis karena bermanfaat untuk melindungi penis.

  1. Mengeringkan penis

Setelah mandi dan merapikan rambut kemaluan, ada baiknya mengeringkan tubuh khususnya penis. Jangan biarkan penis menjadi basah karena bisa menimbulkan bau yang tidak sedap. Setelah kering, kenakan pakaian yang bersih.

Setelah membaca ulasan di atas, kira-kira masalah apa yang membuat Anda sering memiliki penis dengan bau yang tidak sedap? Semoga setelah ini kita bisa lebih tahu tentang cara menjaga penis agar selalu sehat sebelum dan sesudah seks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...