Langsung ke konten utama

Penyakit Dompo (Herpes Zoster) – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Doktersehat-penyakit-dompo
Photo Credit: Flickr.com/meus cartoes

DokterSehat.Com – Penyakit dompo juga dikenal sebagai herpes zoster menyebabkan timbulnya ruam yang melepuh dan terasa sangat nyeri yang bisa muncul selama 2-4 minggu. Pada beberapa orang, nyeri masih dapat dirasakan hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah ruam menghilang.

Tentang Penyakit Dompo

Penyakit dompo mengakibatkan munculnya ruam yang melepuh dan terasa sangat nyeri. Risiko meningkat seiring dengan pertambahan usia. Perlu diketahui, bahwa penyakit herpes dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu herpes zooster (yang lebih dikenal dengan cacar air) dan herpes simpleks. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenis virusnya berbeda

Penyakit dompo bisa menimbulkan nyeri yang dalam dunia medis disebut dengan istilah Post-herpetic neuralgia (gangguan saraf). Nyeri ini merupakan salah satu komplikasi penyakit dompo yang paling banyak ditemukan. Risiko untuk mengalami penyakit dompo dapat meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Nyeri pada sakit dompo digambarkan sebagai pegal, panas, seperti ditusuk-tusuk, dan sangat mengganggu. Nyeri ini hampir disamakan dengan nyeri saat akan melahirkan atau nyeri karena batu ginjal. Nyeri ini dapat berdampak pada timbulnya depresi, kecemasan, sulit konsentrasi, nafsu makan menurun, dan penurunan berat badan.

Penyakit dompo juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mandi, berganti pakaian, makan, memasak, berbelanja, dan bepergian. Sakit dompo juga dapat menyebabkan komplikasi pada mata yang dapat berakhir pada kebutaan.

Penyebab Dompo

Penyakit dompo disebabkan oleh virus varicella zoster, virus yang sama yang dapat menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tertidur (menjadi tidak aktif) di dalam tubuh.

Biasanya virus varicella zoster akan menjadi aktif kembali apabila kekebalan tubuh seseorang rendah sehingga akan muncul kembali sebagai herpes zoster. Perlu diketahui, penyakit dompo bukanlah disebabkan oleh virus yang menyebabkan herpes genital, yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Penyakit Dompo?

Siapapun yang pernah menderita cacar air memiliki peluang untuk menderita penyakit dompo, bahkan anak-anak sekalipun. Seiring dengan pertambahan usia, risiko menderita penyakit ini semakin besar. Kira-kira setengah dari semua penyakit dompo terjadi pada orang yang berusia 60 tahun atau lebih.

Lansia usia 60 tahun atau lebih memiliki risiko yang lebih tinggi untuk:

  • Menderita penyakit dompo.
  • Mengalami nyeri hebat akibat penyakit dompo.
  • Mengalami Post-herpetic neuralgia (gangguan saraf).

Beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit dompo, di antaranya adalah:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak optimal, misalnya penderita kanker seperti leukemia dan limfoma serta penyandang HIV.
  • Orang yang mendapat terapi dengan obat-obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, misalnya steroid.

Umumnya, penyakit dompo yang diderita oleh seseorang satu kali seumur hidupnya. Namun, tidak menutup kemungkinan ada orang yang menderita dompo hingga dua kali atau lebih.

Apakah Penyakit Dompo itu Menular?

Penyakit dompo adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Namun, orang yang sedang sakit dompo dapat menularkan virus varicella zoster ke orang lain. Seseorang yang terinfeksi virus ini untuk pertama kali akan mengalami cacar air, bukan sakit dompo.

Virus varicella zoster dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan yang keluar dari lepuhan pada kulit penderita dompo.

Orang yang sedang menderita dompo dapat menularkan virus ketika ruam berada dalam fase lepuh (muncul lenting-lenting berisi air). Sebelum lepuh keluar, orang tersebut tidak dapat menularkan virus. Setelah lepuh pecah dan mengering, orang tersebut juga tidak dapat menularkan virus.

Penularan virus varicella zoster pada penyakit dompo cenderung lebih kecil daripada cacar air. Risiko seseorang dengan dompo menularkan virus menjadi sangat kecil setelah ruam menghilang.

Jika sedang menderita penyakit dompo, sebaiknya Anda melakukan:

  • Tutupi ruam yang muncul, dengan kasa atau kain bersih.
  • Jangan menyentuh atau menggaruk kulit yang mengalami ruam.
  • Sering-seringlah mencuci tangan untuk mencegah penyebaran virus.
  • Sampai ruam mengering, hindari kontak dengan ibu hamil yang belum pernah menderita cacar air, bayi prematur atau berat lahir rendah, dan orang-orang yang memiliki sistem imun yang rendah (misalnya, orang yang sedang menjalani kemoterapi kanker dan penderita HIV).
  • Istirahat yang cukup di rumah.

Tanda dan Gejala Penyakit Dompo

Penyakit dompo menyebabkan timbulnya ruam yang sangat nyeri pada salah satu sisi wajah atau tubuh. Ruam tersebut kemudian melepuh, pecah, lalu mengering dalam waktu 7-10 hari dan biasanya menghilang secara sempurna dalam 2-4 minggu.

Sebelum muncul ruam, penderita dompo biasanya akan merasakan nyeri atau gatal di area tubuh yang kemudian akan muncul ruam. Hal ini dapat terjadi 1-5 hari sebelum munculnya ruam.

Umumnya, ruam muncul dalam satu garis atau barisan pada sisi tubuh bagian kiri atau kanan. Pada kasus lain, ruam muncul pada salah satu sisi wajah. Pada kasus yang jarang (biasanya pada orang dengan kekebalan tubuh yang rendah), ruam tersebar di seluruh tubuh dan tampak mirip dengan ruam akibat cacar air.

Selain itu, bahaya penyakit dompo juga dapat menimbulkan komplikasi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan, terutama bila terjadi pada wajah. Gejala lain bisa meliputi demam, nyeri kepala, menggigil, dan perut tidak enak.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Dompo

Umumnya dokter akan menyarankan mengonsumsi analgesik (anti nyeri) untuk dapat membantu mengurangi nyeri yang disebabkan oleh penyakit dompo. Kompres hangat atau bedak anti gatal juga dapat membantu mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan dari penyakit dompo.

Beberapa obat antivirus telah tersedia untuk mengobati sakit dompo. Obat dompo ini dapat membantu meringankan penyakit dan mempercepat penyembuhan. Agar efektif, obat ini harus segera diberikan secepat mungkin setelah ruam muncul. Jadi, jika seseorang mencurigai dirinya menderita penyakt dompo, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Contohnya Valacyclovir dan acyclovir. Obat antivirus paling efektif jika diminum dalam tiga hari setelah ruam muncul. Namun bila pasien memiliki risiko kompliasi, obat ini dapat diberikan sampai sebelum 7 hari setelah ruam muncul. Konsumsi obat antivirus biasanya dilakukan selama 7-10 hari.

Beberapa orang yang memerlukan obat antivirus meliputi manula dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, seperti pengidap kanker, HIV, serta diabetes. Selain itu, antivirus juga diberikan pada pengidap dengan ruam atau nyeri yang parah dan jika penyakit dompo berdampak pada mata.

Pencegahan yang paling baik adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi ini bisa dilakukan sejak anak-anak untuk mencegah cacar air sehingga akhirnya bisa mencegah penyakit dompo, atau bisa juga dilakukan pada orang yang berisiko, misalnya pada lansia atau orang dengan sistem imun yang rendah. Di Indonesia sendiri, vaksinasi terhadap virus varicella zooster masih jarang dilakukan.

Karena penyakit dompo sama seperti cacar air, tidak ada langkah khusus untuk menangani herpes zoster. Tujuan pengobatannya adalah mengurangi gejala sampai penyakit ini sembuh dengan sendirinya.

Langkah pengobatan medis yang dapat dilakukan untuk mempercepat kesembuhan sekaligus mengurangi risiko komplikasi adalah dengan pemberian obat antivirus.

Komplikasi Penyakit Dompo

Komplikasi yang paling banyak ditemui adalah Post-herpetic neuralgia (PHN). Orang dengan PHN mengalami nyeri hebat pada area tubuh yang sebelumnya terdapat ruam, bahkan walaupun ruam tersebut telah menghilang.

Nyeri akibat PHN ini sangatlah berat dan menyakitkan, tetapi biasanya sembuh dalam beberapa minggu atau beberapa bulan, meskipun ada juga yang mengalami PHN hingga bertahun-tahun.

Semakin tua usia seseorang, semakin besar risiko untuk mengalami PHN dan nyeri yang dirasakan juga akan lebih berat. PHN jarang terjadi pada usia kurang dari 40 tahun, tetapi dapat terjadi pada hampir sepertiga orang yang berusia 60 tahun atau lebih.

Penyakit dompo juga dapat menyebabkan komplikasi serius pada mata. Meskipun sangat jarang, dompo juga dapat menyebabkan pneumonia, gangguan pendengaran, hingga peradangan otak (ensefalitis).

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...