Langsung ke konten utama

Pengobatan Kanker Alternatif Tanpa Operasi Di RS Kanker FUDA

Saat mendengar penyakit kanker, banyak orang yang merasa pesimis akan kesembuhan penyakit kanker yang diderita. Apalagi faktanya, kanker memang menjadi salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012 saja, ada sekitar 8,2 juta kasus kematian yang disebabkan oleh kanker.


Bagi Anda yang menderita penyakit kanker, kini memang ada berbagai macam pengobatan yang bisa menjadi pilihan untuk mengatasi kanker yang diderita. Anda yang takut dengan operasi pembedahan, pengobatan alternatif kanker tanpa operasi seperti Krioterapi bisa menjadi solusi. Ada pula kemoterapi lokal dan juga Imunoterapi yang lebih minim efek samping.


Ragam Pilihan Pengobatan Kanker Alternatif Tanpa Operasi


Tindak operasi pembedahan memang pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi penyakit kanker. Dengan dilakukannya tindak operasi pembedahan, maka   jaringan sel kanker yang bersarang di tubuh tertentu dapat diangkat.


Tindak operasi pembedahan memang bisa mengatasi penyakit kanker, namun tidak menjadi satu-satunya pengobatan. Pada beberapa kasus, operasi pembedahan juga tidak direkomendasikan karena berbagai macam hal mulai dari riwayat kesehat hingga faktor usia.


Anda yang tidak memungkinan untuk melakukan operasi pembedahan atau merasa takut dengan tindak pengobatan kanker ini, ada pengobatan kanker tanpa operasi yang bisa menjadi pilihan. Berikut diantaranya:



  • Krioterapi


Krioterapi atau disebut juga dengan Cryosurgery merupakan pengobatan kanker menggunakan nitrogen cair untuk membunuh dan menghancurkan sel kanker yang bersarang di tubuh. Pengobatan ini dilakukan dengan cara melepas gas argon melalui ujung jarum elektroda ke jaringan kanker. Jaringan atau sel-sel kanker pun akan membeku hingga -160 derajat celcius. Pada suhu memasuki- 40 derajat celcius, kristal es akan terbentuk dan memutus oksigen di area sel abnorma atau sel kanker tersebut sehingga sel-sel kanker pun mati.


Setelah tahap tersebut, secara perlahan suhu akan dinaikkan 20-40 derajat celcius dengan gas helium pada tahap pencairan. Pada tahap inilah sel imun akan mulai bereaksi untuk kembali mematikan sel-sel kanker. Gas argon akan kembali dialirkan untuk membekukan sel abnormal. Proses pembekuan dan pencairan ini akan dilakukan dalam beberapa siklus hingga sel kanker pun menyusut dan sel-sel kanker menjadi mati.



  • Imunoterapi


Imunoterapi merupakan pengobatan kanker yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh manusia dalam upaya melawan sel kanker. Pengobatan yang memiliki nama Combined Imunoterapi for Cancer (CIC) ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan Kementerian Kesehatan Cina.


Adapun sebelum Imunoterapi dilakukan, tingkat imunitas pasien akan diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui kekebalan tubuh yang dimiliki. Jika dokter menyarankan untuk dilakukan imunoterapi, sel darah pasien akan diambil untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, sel darah yang terbaik akan diambil dan dikembangbiakkan selama 9 hari.


Pada hari ke 10, sel darah terbaik yang sudah dikembangbiakkan akan disuntikkan kembali ke pasien melalui infus. Dengan cara tersebutlah, diharap imunitas tubuh pasien dapat membaik, mengalami peningkatan dan melawan sel kanker yang bersarang di tubuh. Di Indonesia, pengobatan ini sudah mulai banyak diterapkan di beberapa rumah sakit. Sayang, tindak Imunoterapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.



  • Kemoterapi lokal


Selain tindak Krioterapi dan imunoterapi, ada pula kemoterapi lokal. Kemoterapi lokal berbeda dengan kemoterapi konvensional karena terapi lokal dilakukan dengan cara menyerang langsung sel kanker terdapat di tubuh pasie. Kemoterapi lokal cenderung lebih minim dalam menyebabkan kerusakan sel sehat dibandingkan dengan pengobatan kemoterapi konvensional.


Penggunaan obat kemoterapi lokal pun cenderung lebih sedikit dibanding dengan kemoterapi konvensional, namun terbilang lebih efekti dalam membunuh sel kanker yang bersarang di tubuh pasien.


Itulah pengobatan kanker tanpa operasi yang bisa menjadi pilihan. Jika Anda atau keluarga ada yang menderita penyakit kanker, mungkin Anda dapat memeriksakan diri ke FUDA Cancer Hospital. FUDA Cancer Hospital telah menerapkan 3 pengobatan kanker tanpa operasi tersebut kepada pasien penderita kanker jenis apapapun.


FUDA Cancer Hospital merupakan salah satu rumah sakit kanker bertaraf internasional yang meraih akreditasi JCI (Joint Commition International) pada 21 Maret 2014. FUDA Cancer Hospital menjadi rumah sakit ke 31 di Tiongkok yang mendapat akreditasi JCI, dan merupakan rumah sakit khusus pertama milik swasta di Guangzhou yang mendapatkan akreditasi tersebut.


Karena FUDA Cancer Hospital memiliki banyak pasien yang berasal dari Indonesia, FUDA Cancer Hospital kini membuka kantor representatif resmi di Indonesia yang terletak di kawasan Kelapa Gading yang dikenal sebagai RS Kanker FUDA. Dengan adanya FUDA Cancer Hospital pasien dari Indonesia  dapat lebih mudah untuk berkonsultasi dengan dokter kanker terbaik yang dari FUDA Cancer Hospital, dan mendapatkan pelayanan terbaik dalam upaya penyembuhan dari penyakit kanker.  Apalagi, FUDA Cancer Hospital telah dipercaya sejak tahun 2000 silam sebagai salah satu rumah sakit kanker terbaik yang memberikan pelayananan bermutu kepada pasien penderita kanker baik dari luar ataupun dalam negeri.


Pelayanan yang diberikan FUDA Cancer Hospital memang beragam karena selain pengobatan Krioterapi, Imunoterapi dan kemoterapi lokal, FUDA Cancer Hospital juga memberikan pengobatan inovatif, perawatan konservatif, dan pendekatan holistik guna memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi pasien penderita kanker.


Teknik pengobatan Krioterapi atau Cryosurgery yang merupakan salah satu pengobatan kanker tanpa operasi yang telah diterapkan di rumah sakit ini memang menjadi salah satu teknik pengobatan unggulan yang diterapkan oleh FUDA Cancer Hospital. Setidaknya, FUDA Cancer Hospital telah menangani 5000 kasus kanker lebih dari 34 jenis kanker yang tertangani dengan teknik Krioterapi atau Cryosurgery ini.


Tak heran, kini ada lebih dari 70 negara di seluruh dunia yang mempercayai pengobatan penyakit kanker di FUDA Cancer Hospital, termasuk negara Indonesia. Pengalaman yang telah dimiliki FUDA Cancer Hospital dalam menangani penyakit kanker dengan teknik Cryosurgery ini tak hanya membuat para pasien kanker tertarik untuk melakukan pengobatan di FUDA Cancer Hospital, tetapi juga menarik perhatian para dokter penyakit kanker. Bahkan International Society of Cryosurgery sampai mereferensikan para dokter di seluruh dunia untuk belajar Cryosurgery di FUDA Cancer Hospital demi upaya menyembuhkan berbagai penyakit kanker yang diderita para pasien.  Sebab sebagai organisasi yang beranggotakan para pakar cryosurgery, FUDA Cancer Hospital dianggap telah memiliki pengalaman terbanyak dalam melakukan operasi invasif minimal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...