Langsung ke konten utama

Penderita Hipertensi Sebaiknya Hindari Minuman Isotonik

Doktersehat-bahaya-minuman-isotonik
Photo Credit: Flickr.com/Andrew Adam

DokterSehat.Com– Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah kondisi yang cukup berbahaya. Bagaimana tidak, jika dibiarkan, maka penderitanya akan jauh lebih rentan terkena penyakit mematikan seperti serangan jantung atau stroke.

Demi mencegah datangnya penyakit-penyakit mematikan tersebut, pakar kesehatan menyarankan penderita hipertensi untuk menghindari makanan atau minuman yang bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Salah satu dari minuman tersebut adalah minuman isotonik.

Minuman isotonik seringkali dianggap sebagai minuman olahraga karena fungsinya yang bisa memberikan efek rehidrasi setelah tubuh bekerja keras melakukan aktivitas fisik. Masalahnya adalah minuman isotonik ternyata tinggi kandungan sodium, yakni sodium klorida dan sodium bikarbonat.

Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika penderita hipertensi harus menurunkan asupan sodium karena bisa memicu peningkatan tekanan darah. Hal ini berarti, setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya, penderita hipertensi sebaiknya menghindari minuman isotonik dan memilih untuk minum air putih yang lebih sehat saja.

Selain minuman isotonik, minuman energi yang sering dikonsumsi oleh orang-orang yang bekerja dengan menggunakan kekuatan fisiknya ternyata juga sebaiknya dihindari oleh penderita hipertensi. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan taurine dan kafein di dalamnya. Kandungan ini bisa membuat tekanan darah dan denyut jantung naik yang tentu akan membahayakan kondisi penderita hipertensi.

Selain minuman-minuman tersebut, penderita hipertensi juga sebaiknya tidak mengonsumsi kopi atau teh dengan berlebihan. Sebagaimana minuman berenergi, kedua minuman ini memiliki kandungan kafein yang bisa mempengaruhi tekanan darah. Selain itu, penderita hipertensi juga tidak lagi boleh mengonsumsi minuman beralkohol.

Meskipun belum jelas bagaimana bisa minuman ini mampu memicu peningkatan tekanan darah, telah ada penelitian yang membuktikan efek alkohol bagi sirkulasi darah dan oksigen menuju jantung. Hal ini akan membuat jantung bekerja dengan jauh lebih keras yang tentu akan membahayakan kondisi kesehatan penderita hipertensi.

Melihat adanya fakta ini, penderita hipertensi memang sebaiknya juga memperhatikan apa yang diminum, tidak hanya apa yang dimakan setiap hari. Selain itu, pastikan untuk rajin berolahraga demi membantu kelancaran sirkulasi darah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...