Langsung ke konten utama

Mengenal P-Spot, Zona Erotis yang Dimiliki oleh Pria

merangsang-perineum-doktersehat

DokterSehat.Com – Tubuh pria dan wanita memiliki zona erotis masing-masing. Pada wanita, zona erotis itu muncul di area kemaluan seperti klitoris yang mungil hingga area labia. Zona erotis wanita berlanjut ke dalam vagina berupa G-Spot. Pernahkah Anda mendengar P-Spot pada pria?

Senada dengan apa yang ada pada wanita, pria pun juga memiliki zona rahasia yang kalau dirangsang bisa memberikan kenikmatan yang besar. Zona itu sering disebut dengan nama P-Spot dan berada di area perineum bukan di area penis. Berikut ulasan tentang P-Spot pada pria:

Letak perineum pria

Letak perineum pria sama dengan wanita, berada di antara kantung zakar dan juga anus. Area ini tidak terlalu besar dan hanya beberapa centimeter saja. Meski ukurannya kecil, area ini memiliki banyak sekali serabut saraf yang akan langsung merespons jika diberi rangsangan yang cukup intens.

Sensitivitas perineum dari masing-masing pria biasanya berbeda. Ada yang sangat sensitif dan ada yang butuh rangsangan intens baru merespons. Biasanya masalah anatomi tubuh, kadar lemak, dan kebiasaan dari pria memengaruhi perineum dengan cukup signifikan.

Rangsangan pada perineum bisa membuat pria mendapatkan rangsangan yang lebih besar. Bahkan, beberapa pria mengaku mendapatkan orgasme yang lebih besar setelah area ini dirangsang saat pemanasan oleh pasangan atau dirinya sendiri dengan bantuan tangan atau alat lainnya.

Cara merangsang perineum

Perineum atau P-Spot pada pria akan memberikan orgasme kalau dirangsang dengan benar. Anda dan pasangan bisa melakukan beberapa hal di bawah ini pada perineum agar seks bisa berjalan lebih intens.

  1. Menggunakan tangan

Cara pertama untuk memberikan rangsangan P-Spot pada pria adalah dengan menggunakan tangan. Anda bisa melakukannya sendiri saat pemanasan atau meminta bantuan pasangan untuk melakukannya. Belai lembut area itu perlahan-lahan sampai mulai muncul semacam rasa nikmat yang besar.

Kalau Anda ingin mendapatkan rasa nikmat yang jauh lebih besar, ada baiknya untuk menambahkan carian pelumas. Gunakan sedikit cairan pelumas di tangan lalu tempelkan di area perineum. Buat pola membulat atau ke atas-bawah. Pelumas akan menambahkan rasa nikmat di perineum dan membuat ereksi pria semakin kuat.

  1. Coba dengan vibrator

Vibrator adalah mainan seks yang tidak hanya dikhususkan pada wanita. Pria pun juga bisa menggunakannya untuk memberikan rangsangan pada tubuhnya. Coba gunakan vibrator yang bersih di area perineum. Gunakan getaran ringan terlebih dahulu lalu berlanjut ke getaran yang lebih kuat.

Minta pasangan untuk memegang vibrator lalu bergantian di arahkan ke area vaginanya. Kalau pasangan sudah sama-sama terangsang, penetrasi bisa segera dilakukan.

  1. Menggunakan oral seks

Wanita bisa memberikan seks oral tidak hanya pada bagian batang penis saja. Mereka juga bisa melakukannya hingga ke area kantung zakar dan perineum. Permainan lidah di area perineum akan membuat pria merasakan nikmat yang besar dan semakin terangsang sebelum memulai penetrasi.

  1. Melakukan seks yang intens

Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk memberikan rangsangan P-Spot pada pria adalah dengan melakukan seks yang intens. Hentakan yang dilakukan pria secara tidak langsung mengenai area perineum sehingga rasa nikmat yang dirasakan menjadi lebih besar.

Oh ya, cara ini tidak selalu cocok untuk banyak orang. Oleh karena itu, coba lakukan percobaan terlebih dahulu.

Inilah sedikit ulasan tentang P-Spot atau area perineum yang bisa membuat pria menikmati seks yang lebih besar. Nah, selama melakukan seks dengan pasangan, pernahkah area ini diperhatikan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...