Langsung ke konten utama

Manfaat Daun Stevia Bagi Diabetes

daun-stevia-diabetes-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/Mksrberkebun

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah melihat iklan yang menunjukkan tentang sebuah produk yang dibuat dari bahan daun stevia. Produk ini disebut-sebut aman bagi penderita diabetes yang memang harus membatasi beberapa jenis makanan atau minuman tertentu. Sebenarnya, seperti apa sih manfaat dari daun stevia ini?

Daun stevia berasal dari tanaman berjenis stevia rebaudiana. Tanaman ini memiliki kandungan pemanis alami yang disebut sebagai steviol glikosida. Olahan dari daun stevia ternyata tidak baru-baru ini saja digunakan oleh manusia, melainkan sejak bertahun-tahun lalu, tepatnya di Amerika Serikat dan beberapa negara di Asia. Menariknya adalah rasa dari olahan daun stevia ini jauh lebih manis dibandingkan dengan gula pasir, namun jauh lebih aman untuk dikonsumsi, khususnya bagi penderita diabetes.

Olahan daun stevia ini tidak memiliki kalori. Jika kita konsumsi, maka tubuh akan memetabolismenya sebagai steviol yang diserap oleh tubuh dan akan ikut terbuang bersama dengan urine, bukannya disimpan sebagaimana gula pada umumnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan dengan cara melibatkan 12 penderita diabetes dan 19 orang dengan kondisi sehat menghasilkan fakta bahwa daun stevia sepertinya memang bisa menurunkan kadar gula darah dengan efektif dan menjaga produksi insulin. Bahkan, meskipun olahan daun stevia ini rendah kalori, kita tetap saja bisa merasakan kenyang setelah mengonsumsinya. Penelitian lain juga membuktikan bahwa mengonsumsi ekstrak daun stevia sebanyak 1.000 mg dengan kandungan steviosid 91 persen diyakini mampu menurunkan kadar gula darah hingga 18 persen bagi penderita diabetes tipe 2.

Manfaat lain dari daun stevia adalah mampu melawan paparan radikal bebas karena adanya kandungan antioksidan yang tinggi, membuat toleransi glukosa meningkat, dan mencegah munculnya risiko komplikasi diabetes dengan efektif.

Pakar kesehatan menyebut olahan daun stevia bisa dijadikan pengganti gula pasir yang biasa kita masukkan ke dalam minuman seperti teh atau kopi. Selain itu, olahan ini juga bisa dijadikan campuran makanan seperti kue. Hanya saja, ada baiknya kita tidak mengonsumsinya dengan berlebihan. Konsumsilah sekitar 4 mg per kilogram berat badan tubuh. Sebagai contoh, jika berat badan kita 50 kg, ada baiknya kita membatasinya sekitar 200 mg saja per hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...