Langsung ke konten utama

Makanan Dibungkus Daun Jati, Sehat atau Tidak?

bungkus-daun-jati-doktersehat
Photo Source: Twitter/Asli Madiun

DokterSehat.Com– Sobat Sehat pernah melihat makanan yang dibungkus dengan daun jati tidak? Biasanya, makanan yang dibungkus dengan daun jati adalah makanan tradisional seperti nasi jamblang khas Cirebon atau nasi pecel yang berasal dari Nganjuk atau Blora. Selain itu, terkadang di beberapa restoran tradisional, makanan disajikan di atas piring yang dilapisi dengan daun jati. Sebenarnya, apakah ada manfaat dari penggunaan bungkus makanan yang berasal dari daun jati ini?

Jika kita cermati, nasi yang dibungkus dengan daun jati cenderung bisa hangat dalam waktu yang lama. Dalam realitanya, tekstur daun jati yang lebih tebal dan lebih lebar bisa membuat panas yang ada di dalam makanan tidak mudah terlepas. Alhasil, makanan pun akan tetap terjaga kehangatannya. Saat kita membuka bungkus ini, kita tetap akan merasakan kenikmatan makanan yang hangat dan membuat selera makan meningkat.

Daun jati juga memiliki aroma yang khas. Saat kita membungkus makanan yang hangat ke dalam bungkus daun jati, maka aroma ini juga akan ikut tercampur pada makanan yang akan kita santap. Hal ini juga akan membuat nafsu makan kita meningkat.

Hanya saja, manfaat utama dari penggunaan daun jati sebagai pembungkus makanan adalah faktor keamanan. Sebagaimana pembungkus dari daun lainnya seperti daun pisang atau daun kelapa, bahan pembungkus makanan ini jelas jauh lebih aman jika dibandingkan dengan bahan pembungkus lain seperti plastik, gabus styrofoam, atau bahkan kertas minyak. Pembungkus makanan dari bahan plastik atau styrofoam memiliki bahan kimia berbahaya yang bisa tercampur pada makanan, apalagi jika makanan memiliki suhu yang panas. Bahan kimia ini bisa membahayakan kesehatan tubuh. Selain itu, bungkus makanan dari kertas minyak juga bisa jadi terbuat dari kertas daur ulang yang kaya akan bahan kimia berbahaya jika tercampur dengan makanan.

Jika kita memakai daun jati, tidak akan ada bahan kimia yang menempel pada makanan sehingga kita pun tidak akan khawatir mengalami dampak kesehatan.

Bungkus makanan dari daun jati jelas lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan pembungkus makanan lainnya. Hal ini berarti, menggunakannya tidak akan memicu penumpukan sampah yang merusak lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...