Langsung ke konten utama

Makan Pedas Bisa Obati Sembelit?

sambal-doktersehat
Photo Source: resepista.blogspot.com

DokterSehat.Com– Salah satu gangguan pencernaan yang paling sering kita alami adalah susah buang air besar atau sembelit. Masalah kesehatan ini membuat perut terasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, sebagian orang memilih untuk mengonsumsi makanan yang sangat pedas. Hal ini disebabkan oleh adanya kecenderungan bahwa setelah kita makan pedas, buang air besar menjadi lancar atau bahkan menjadi diare. Sebenarnya, apakah memang makan pedas bisa dijadikan obat sembelit?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa makanan dengan rasa yang sangat pedas seperti sambal memang bisa membantu buang air besar menjadi lebih lancar. Hanya saja, buang air besar yang kita alami berubah menjadi diare. Memang, hal ini akan cukup ampuh untuk mengatasi sembelit yang menyiksa, namun sebenarnya kita hanya mengatasi satu masalah dengan membuat masalah lainnya. Selain itu, diare juga tidak bisa disepelekan begitu saja.

Meskipun bisa membantu mengosongkan perut, diare sebenarnya menandakan terjadinya infeksi di dalam tubuh. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh kandungan yang pedas dari makanan yang mengiritasi saluran pencernaan. Jika memang tubuh bisa mengatasi iritasi ini, maka diare bisa sembuh dengan sendirinya, namun dalam beberapa kasus, diare ini bisa menjadi semakin parah dan memberikan dampak yang fatal bagi kesehatan.

Alih-alih mengonsumsi makanan pedas, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperbanyak asupan air putih, khususnya air putih hangat, mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran, dan banyak melakukan aktifitas fisik. Air putih bisa membantu melunakkan kotoran yang semakin mengeras akibat tidak kunjung dikeluarkan dari dalam tubuh. Serat bisa membantu melancarkan pencernaan, dan olahraga bisa merangsang kontraksi otot usus untuk mengeluarkan kotoran.

Jika memang cara ini masih belum mampu membantu mengatasi sembelit, ada baiknya kita tidak terburu-buru mengonsumsi obat pencahar. Meskipun bisa membantu mengatasi susah buang air besar, bisa jadi hal ini akan merusak mekanisme alami pembuangan kotoran tubuh dan di waktu lain, kita akan bergantung pada obat pencahar hanya demi buang air besar.

Segera datangi dokter jika memang masih sulit untuk buang air besar. Dokter akan mendiagnosis apa penyebab utama dari masalah ini dan memberikan obat atau terapi yang tepat untuk mengatasinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...