Langsung ke konten utama

Lemak Bisa Merusak Ginjal?

cara-menyimpan-daging-di-kulkas-doktersehat
Photo Source: Flickr/dinesarasota

DokterSehat.Com– Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Cleveland Clinic membuktikan bahwa terbiasa mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak hewani bisa merusak kesehatan ginjal, tepatnya memicu datangnya penyakit ginjal kronik. Fakta ini memperkuat anggapan bahwa makanan tinggi lemak memang bisa membahayakan kesehatan dan tidak hanya menyerang organ kardiovaskular saja.

Berdasarkan penelitian ini, disebutkan bahwa para partisipan dicek kadar trimethylamine N-oksida (TMAO) di dalam darahnya. Kadar ini bisa menjadi penanda apakah seseorang rentan terkena gagal ginjal kronik atau tidak. Sementara itu, di penelitian yang terpisah, disebutkan bahwa tikus percobaan yang mengonsumsi makanan dengan kadar TMAO tinggi mampu membuat ginjalnya semakin melemah. Hal ini akan membuat tikus ini lebih rentan terkena penyakit gagal ginjal kronik dan penyakit jantung.

“Fakta ini mengungkap efek dari kadar TMAO yang bisa menjadi mediator penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal kronik,” ungkap Stanley Hazen dari Lerner Research Institute of Cleveland Clinic. Menurut Stanley, penderita penyakit ginjal kronik juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung.

“TMAO terbentuk di dalam tubuh setelah sistem pencernaan kita memetabolisme makanan yang berupa kuning telur, daging sapi muda, dan daging merah lainnya. TMAO juga bisa menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah akibat banyaknya plak yang menumpuk di dinding pembuluh darah. Hal inia kan menyebabkan peningkatan risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu, terlihat bahwa semakin menurun fungsi ginjal, semakin tinggi kadar TMAO di dalam darah,” lanjut Stanley.

Hanya saja, mengingat bagian dari penelitian ini masih dilakukan pada tikus percobaan, bukannya manusia, pakar kesehatan masih memperdebatkan hasilnya dan berharap akan ada penelitian lanjutan yang bisa membuktikan bahwa pola makan tertentu akan mempengaruhi kadar TMAO di dalam darah dan meningkatkan risiko terkena penyakit tertentu. Hasil penelitian lanjutan ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi kita untuk menerapkan pola makan yang sehat sehingga tidak akan memiliki kadar TMAO yang berlebihan di dalam darah. Hal ini tentu akan memberikan dampak besar dalam pencegahan penyakit tertentu, termasuk penyakit gagal ginjal kronik atau penyakit kardiovaskular.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...