Langsung ke konten utama

Kopi Dingin Lebih Aman Bagi Lambung?

es-kopi-dingin-doktersehat
Photo Source: Flickr/mrsdkrebs

DokterSehat.Com– Jika diminta untuk memilih, sobat sehat lebih suka meminum kopi panas atau kopi dingin? Setiap orang memang memiliki selera yang berbeda-beda saat memilih jenis atau suhu kopi yang akan dinikmati, namun, banyak orang yang percaya bahwa perbedaan suhu kopi yang kita minum ini bisa memberikan manfaat kesehatan yang berbeda.

Dilansir dari Science Daily, sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim gabungan dari Philadelphia University dan Thomas Jefferson University yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Scientific Reports menghasilkan fakta yang berbeda tentang kebiasaan mengonsumsi kopi panas dan kopi dingin.

Sebelumnya, kita tentu pernah mendengar anggapan tentang kopi dingin yang dianggap lebih aman untuk dikonsumsi oleh mereka yang memiliki masalah asam lambung karena sifat asamnya cenderung lebih rendah daripada kopi panas, namun, hasil penelitian ini justru membuktikan bahwa tingkat keasaman kopi panas ataupun kopi dingin cenderung tidak begitu berbeda, yakni di angka 4,85 hingga 5,13. Hal ini berarti, ada kemungkinan minum kopi dingin juga bisa menyebabkan efek kenaikan asam lambung bagi mereka yang memang berisiko tinggi mengalaminya.

“Sebenarnya, kopi memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Jika kita rutin meminumnya dalam porsi yang sedang, maka kita akan mendapatkan banyak manfaat kesehatan. Hanya saja, dibandingkan dengan kopi dingin, kopi panas memiliki kandungan antioksidan jauh lebih banyak sehingga tentu akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar,” ungkap penulis penelitian Megan Fuller, PhD dari Thomas Jefferson University.

Jika memang kita tidak memiliki masalah asam lambung atau kondisi lain yang membuat kita sebaiknya menghindari kopi, maka kita bisa rutin mengonsumsi minuman ini setiap hari tanpa perlu khawatir akan mengalami efek kesehatan. Tak perlu ragu lagi memilih kopi panas ataupun kopi dingin karena pada dasarnya manfaat kesehatannya juga cenderung setara. Satu hal yang pasti, jangan mengonsumsinya dengan berlebihan demi mencegah efek buruk bagi organ kardiovaskular atau cairan tubuh. Selain itu, jangan memilih kopi instan atau kopi sachetan yang tinggi gula karena tentu kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...