Langsung ke konten utama

Kenali Gangguan Saraf Mata dan Pengobatannya

Doktersehat - Mata
Photo Credit: Flickr.com/David Lienhard

DokterSehat.Com– Gangguan pada saraf mata adalah photoreceptor yang kecil pada bagian retina atau pada permukaan bagian dalam di belakang mata, yang merasakan adanya cahaya dan mengirimkan sinyal kepada saraf mata, kemudian saraf mata membawa sinyal menuju otak.

Penyebab Penyakit Saraf Mata

Masalah ini di manapun sepanjang bagian saraf mata atau kerusakan pada daerah di belakang otak, yang merasakan informasi penglihatan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan atau mata rusak. Penyebab kerusakan pada sistem saraf mata adalah tumor yang terdapat pada kelenjar pituitary menekan pada saraf mata tersebut.

Kedua mata membawa sinyal dari mata menuju bagian belakang otak, pada otak tersebut disebut optic chiasm, setiap saraf membelah dan separuhnya serat yang melintang di atas sisi lainya karena struktur atau susunan anatomi ini, saluran saraf yang rusak dapat menimbulkan pola khusus pada kehilangan penglihatan.

Pertanyaan berikutnya yang mungkin juga ada di benak Anda adalah apakah sumber atau yang menyebabkan terjadinya penyakit saraf mata ini?

Penyakit saraf mata rusak dapat disebabkan karena beberapa pemicu, adapun pemicu tersebut antara lain:

  • Kelainan di mata
  • Penambahan produksi cairan mata dari badan siliar
  • Penyakit yang memengaruhi saraf mata
  • Pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata, bisa juga celah pupil
  • Efek samping dari konsumsi beberapa macam obat saraf mata
  • Faktor genetik atau disebut juga faktor keturunan.

Baca juga: Salah Mengejan Bisa Rusak Saraf Mata

Tanda-Tanda Penyakit Saraf Mata

Jika mengalami penyakit saraf mata ini, maka Anda akan merasakan beberapa tanda-tand berikut ini:

  • Melihat lampu neon ataupun sumber cahaya lainnya, akan terlihat warna pelangi di sekitar lampu tersebut.
  • Mata terasa sakit ketika posisi mata dalam keadaan membengkak.
  • Penglihatan yang sebelumnya kabur seiring waktu menjadi kembali normal.
  • Rasa ingin saat mengedipkan mata secara terus menerus, bahkan tekanan pada kedipan biasanya menjadi berlebihan.

Itulah beberapa tanda Anda terkena penyakit saraf mata.

Faktor Risiko Penyakit Saraf Mata

Faktor risiko untuk mengembangkan penyakit saraf mata meliputi:

  • Usia. Saraf mata atau neuritis optik paling sering menyerang orang dewasa yang berusia 20 hingga 40 tahun.
  • Seks. Wanita jauh lebih mungkin mengembangkan neuritis optik daripada pria.
  • Ras. Di Amerika Serikat, neuritis optik lebih sering terjadi pada orang kulit putih daripada kulit hitam.
  • Mutasi genetik. Beberapa mutasi genetik tertentu dapat meningkatkan risiko Anda mengembangkan neuritis optik atau multiple sclerosis.

Baca juga: Mata Sakit Saat Berkedip? Ketahui 11 Penyebabnya

Komplikasi Penyakit Saraf Mata

Komplikasi yang timbul dari penyakit saraf mata termasuk:

1. Kerusakan saraf optik 

Kebanyakan orang mengalami kerusakan saraf optik permanen setelah satu episode neuritis optik, tetapi kerusakan itu mungkin tidak menimbulkan gejala.

2. Penurunan ketajaman visual

Biasanya akan kembali normal atau mendekati penglihatan normal dalam beberapa bulan, tetapi hilangnya sebagian dari masalah penglihatan warna mungkin bertahan. Untuk beberapa orang, kehilangan penglihatan tetap ada setelah neuritis optik membaik.

3. Efek samping pengobatan

Obat saraf mata berupa steroid yang digunakan untuk mengobati neuritis optik akan meredam sistem kekebalan Anda, yang menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Efek samping lainnya termasuk perubahan mood dan berat badan.

Saraf Mata Lemah

Ada pula yang disebut saraf mata lemah. Biasanya saraf mata lemah pada seseorang ditandai dengan mata minus, rabun, dan berbagai gangguan saraf mata lainnya. Hal tersebut itu merupakan tanda sel saraf yang rusak ataupun lemah. Manusia mempunyai 6 otot yang berguna dalam menggerakkan bola mata ke berbagai arah. Apabila otot saraf mata lemah, penglihatan bisa menjadi terganggu, di lain kasus Anda mungkin juga mengalami penglihatan ganda.

Baca juga: Asupan Gizi Untuk Kesehatan Mata Anak

Pengobatan Penyakit Saraf Mata

Cara menyembuhkan saraf mata yang terbaik hindari memilih terapi secara sembarangan. Namun, ada baiknya jika Anda pergi ke dokter spesialis mata terlebih dahulu.

Anda bisa meminta dokter melakukan pemeriksaan. Jangan lupa untuk menyampaikan keluhan dengan jelas, sehingga dokter tidak akan salah mendiagnosis. Kemudian dokter mata akan memberikan resep, vitamin untuk saraf mata, atau solusi terbaik.

Memperpaiki saraf mata atau neuritis optik telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, karena serangkaian penelitian yang dikenal sebagai Optic Neuritis Treatment Trials (ONTT).

Dalam penelitian ini, orang dengan penyakit saraf mata secara acak untuk pengobatan dengan steroid intravena (IV), steroid oral atau plasebo (obat kosong). Setelah itu mereka dievaluasi selama beberapa tahun.

Dari penelitian ini, para periset belajar bahwa pengobatan dengan steroid memiliki sedikit efek pada hasil visual akhir pada pasien dengan panyakit saraf mata.

Namun, pasien yang diobati dengan steroid IV memiliki lebih sedikit serangan ulangan saraf mata dibandingkan pasien yang diobati dengan steroid oral saja. Bahkan, mereka yang diobati dengan steroid oral saja memiliki risiko lebih tinggi untuk mengulang serangan saraf mata dibandingkan mereka yang diobati dengan plasebo.

Bahkan lebih penting lagi, pasien yang awalnya diobati dengan steroid IV memiliki sekitar setengah risiko mengembangkan MS dalam dua tahun sebagai pasien yang diobati dengan steroid oral saja, atau plasebo. Dari mereka yang diobati dengan steroid IV (diikuti oleh oral), 7,5 persen mengembangkan multiple sclerosis (MS) dalam dua tahun berikutnya, dibandingkan sekitar 16 persen pada kelompok lain.

Sebagai akibat dari ONTT, dokter mata sekarang mengobati pasien penyakit saraf mata dengan kombinasi steroid intravena dan oral atau memantau kondisi tanpa meresepkan perawatan medis. Penggunaan steroid oral saja tidak dianjurkan.

Untuk pasien yang dirawat secara medis, pengobatan biasanya mencakup tiga hari steroid IV, diikuti oleh sekitar 11 hari steroid oral.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...