Langsung ke konten utama

Kaki Sering Kesemutan Terus Menerus, Berbahayakah?

Kaki Sering Kesemutan Terus Menerus

DokterSehat.Com – Kaki sering kesemutan merupakan fenomena umum yang sering terjadi pada tubuh manusia. Fenomena kaki sering kesemutan terus menerus terjadi karena posisi duduk atau tidur terlalu lama pada posisi yang tidak berubah, di mana hal ini menyebabkan terganggunya sistem saraf sensorik yang kemudian menyebabkan salah satu organ tubuh seperti mati rasa.

Barangkali ada di antara Anda yang penasaran, apakah kesemutan sebelah atau kesemutan terus menerus berbahaya? Untuk Anda yang sering mengalami kaki kesemutan, ada baiknya jika Anda mencari tahu di sini penyebab kaki kesemutan dan cara mencegahnya.

Berbahayakah kaki kesemutan terus menerus?

Pada dasarnya sering kesemutan bukan merupakan penyakit, namun terkadang malah penyakit yang membuat sistem saraf sensorik terganggu sehingga menyebabkan kesemutan terus menerus.

Berbahaya atau tidak kesemutan tergantung penyebabnya, jika karena posisi duduk atau tidur yang salah dalam waktu lama bisa jadi itu gejala alami. Namun, jika disebabkan oleh suatu penyakit atau merupakan gejala dari suatu penyakit tentunya hal ini perlu diwaspadai.

Pengertian Kesemutan

Dalam dunia medis kesemutan disebut parestesia dan umumnya disebabkan oleh tekanan saraf. Ketika sistem persarafan berjalan lancar, arus listrik kecil mengalir lancar di sepanjang jaringan saraf di lengan dan kaki, tulang belakang dan otak.

Akan tetapi, jika ada tekanan terus menerus pada saraf, arus ini terhambat dan menyebabkan sensasi yang disebut sebagai kesemutan.

baca juga: Tangan Sering Kesemutan, Waspada Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Kaki kesemutan sebelah atau dua-duanya terjadi misalnya ketika Anda jongkok atau bersila dalam waktu lama. Ketika Anda berdiri, tekanan pada saraf-saraf kaki dilepaskan dan arus persarafan kembali normal, maka kesemutan pun berangsur menghilang.

Namun, selain karena kesalahan posisi duduk atau akibat duduk yang terlalu lama, ada beberapa penyebab kesemutan terus menerus yang justru harus diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa penyebab kesemutan yang harus Anda ketahui.

Penyebab Kaki Sering Kesemutan Terus Menerus

Kenapa kaki sering kesemutan? Kaki sering kesemutan yang berlangsung lama adalah hal yang berbeda karena dapat mengindikasikan gangguan saraf yang lebih permanen.

Kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan kronis antara lain:

1. Diabetes

Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok saraf di jari tangan dan kaki, hal ini dapat menyebabkan kaki sering kesemutan, nyeri atau mati rasa di tangan dan kaki (neuropati perifer).

2. Kompresi saraf atau saraf terjepit

Ini juga menjadi penyebab kaki sering kesemutan. Misalnya kompresi saraf ulnaris (saraf yang dimulai di leher dan memanjang ke bawah hingga bagian dalam lengan atas dan siku). Contoh lainnya adalah siatika, nyeri yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi saraf siatik, yang memanjang dari bagian belakang panggul, melalui pantat dan turun hingga ke tungkai-tungkai kaki, yang kemungkinan menjadi penyebab kaki kesemutan.

3. Carpal tunnel syndrome

Sensasi nyeri dan kesemutan di tangan ini disebabkan oleh akumulasi tekanan di terowongan kecil yang memanjang dari pergelangan tangan ke telapak tangan (carpal tunnel).

4. Paparan zat beracun

Kaki kesemutan dan sejumlah angggota tubuh lainnya juga bisa disebabkan oleh paparan zat berbahaya seperti timah atau radiasi.

5. Malnultrisi

Malnutrisi adalah sebuah kondisi di mana tubuh kekurangan nutrisi yang penting untuk berjalannya sistem saraf termasuk vitamin B12, yang juga menjadi penyebab kaki kesemutan dan anggota tubuh lainnya.

6. Kerusakan saraf

Infeksi, cedera atau penyalahgunaan alkohol menjadi oenyehab kaki kesemutan dan anggota tubuh lainnya.

7. Efek samping obat tertentu

Kaki kesemutan disebabkan kemoterapi (obat kuat yang digunakan untuk mengobati kanker), obat HIV, antibiotik metronidazol atau obat pencegah kejang (antikonvulsan).

8. Stroke, multiple sclerosis dan tumor otak

Kondisi-kondisi tersebut sangat serius tetapi jarang terjadi dan selalu disertai gejala lain selain kesemutan kaki.

9. Infeksi

Sejumlah infeksi dapat menyebabkan radang saraf. Ini bisa menyebabkan kesemutan kaki. Infeksi ini termasuk:

  • Penyakit Lyme
  • Sinanaga – penyakit kulit berupa bintil berisi air
  • Hepatitis B dan C
  • HIV
  • AIDS
  • Kusta

Jika curiga mengalami infeksi, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan mengambil riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik, dan kemungkinan mengambil darah untuk menguji penyakit infeksi.

Perawatan akan bervariasi tergantung pada infeksi apa yang Anda alami, tetapi kemungkinan akan mencakup pengobatan.

10. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika tubuh menyerang dirinya sendiri. Sejumlah penyakit autoimun dapat menyebabkan kesemutan kaki. Beberapa kondisi ini termasuk:

  • Lupus
  • Sindrom Sjogren
  • Sindrom Guillain-Barré
  • Penyakit celiac
  • Rheumatoid arthritis (RA) atau artritis reumatoid

Untuk menentukan apakah gangguan autoimun menyebabkan kesemutan kaki, dokter akan merinci keluarga dan riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik, dan kemungkinan menjalankan sejumlah tes darah.

Perawatan untuk penyakit autoimun bervariasi, mungkin termasuk perubahan pola makan dan obat-obatan.

baca juga: Apa yang Menyebabkan Penis Sering Kesemutan?

Cara Mengatasi Kaki Sering Kesemutan Terus Menerus

Seperti dijelaskan sebelumnya, semua anggota tubuh berpotensi untuk mengalami kesemutan. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kaki sering kesemutan?

Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dipercaya efektif mengurangi efek kesemutan, di antaranya:

  • Longgarkan pakaian atau sepatu yang ketat.
  • Berdiri dan gerak-gerakkan kaki Anda setelah bangkit dari jongkok atau bersila untuk waktu yang lama.
  • Hindari cedera saraf di leher atau punggung dengan tidak mengangkat beban yang berat.
  • Istirahat secara teratur di tempat kerja dan menjaga postur tubuh dengan baik.
  • Kendalikan diabetes jika Anda memilikinya. Jalani diet, olahraga, konsumsi obat-obatan khusus dan pemeriksaan rutin.
  • Hindari kekurangan vitamin B12 dengan diet seimbang.
  • Es dapat membantu mengurangi pembengkakan yang dapat memberi tekanan pada saraf. Gunakan kompres dingin atau es yang dibungkus untuk mengatasi kaki kesemutan selama 15 menit setiap beberapa kali setiap hari.
  • Panas terkadang dapat membantu melemaskan otot yang kaku, nyeri, atau tegang yang dapat menekan saraf dan menyebabkan mati rasa. Namun, hindari terlalu panas pada kaki yang kesemtan, karena ini dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan rasa sakit dan mati rasa.
  • Memijat kaki dkesemutan dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi gejalanya.
  • Segera kunjungi dokter apabila kesemutan Anda disertai tanda-tanda gangguan saraf lain seperti tremor, kesulitan berjalan, layuh, dan lain-lain.

Terapi alternatif untuk kesemutan

Beberapa terapi alternatif telah terbukti membantu mengurangi gejala-gejala kondisi yang diketahui menyebabkan kesemutan di kaki.

Terapi meliputi:

  • Pijat
  • Refleksologi
  • Akupunktur
  • Terapi biofeedback
  • Hidroterapi
  • Meditasi kesadaran
  • Terapi imagery atau guided imager
  • Suplemen vitamin B (terutama B3, B6, dan B12)

Bisa saja kesemutan yang tengah Anda alami atau yang sering dialami oleh rekan Anda bukanlah penyakit yang berbahaya. Namun, apabila kaki kesemutan yang dialami berlangsung terus menerus hingga mengganggu aktivitas Anda, bisa saja kesemutan tersebut menjadi tanda dari penyakit yang lain. Maka dari itu, apabila kesemutan berlangsung terus menerus dan menjadi semakin parah dari waktu ke waktu, Anda perlu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...