Langsung ke konten utama

Jangan Sembarangan Minum Suplemen Zat Besi

novalgin-doktersehat

DokterSehat.Com– Demi mencegah masalah anemia atau kurang darah, banyak orang yang sengaja mengonsumsi suplemen zat besi. Padahal, menurut pakar kesehatan, sembarangan mengonsumsinya bisa berimbas buruk bagi kesehatan, tepatnya dalam hal meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan di Chalmers University of Technology.

Berdasarkan penelitian ini, disebutkan bahwa terdapat dua senyawa yang ada di dalam suplemen zat besi, yani besi sitrat dan EDTA besi. Masalahnya adalah senyawa ini ternyata memang mampu memicu pembentukan senyawa kanker.

Para peneliti kemudian mengecek efek dari konsumsi suplemen ini pada sel-sel kanker kolon manusia. Selain itu, hal lain seperti efek sulfat besi juga diukur. Hasilnya adalah, kandungan sulfat besi tidak memberikan efek yang signifikan, sementara kandungan sitrat besi dan EDTA besi bisa menyebabkan kenaikan kadar amphiregulin, sejenis biomarker yang bisa menandakan risiko kanker usus besar.

“Bisa disimpulkan bahwa sitrat besi dan EDTA besi di dalam suplemen zat besi bersifat karsinogen karena kemampuannya membentuk aphiregulin yang terkait dengan kanker dalam jangka panjang,” ungkap Nathalie Scheers yang merupakan penulis utama dari peneliltian ini.

“Masalahnya adalah kebanyakan toko atau penyedia suplemen zat besi tidak benar-benar menunjukkan apa saja kandungan di dalam suplemen ini. Padahal, bisa jadi kandungan di dalamnya membahayakan kesehatan,” tambahnya.

Alih-alih mendapatkan asupan zat besi dengan mengonsumsi suplemen, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi daging, daging ikan, sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian yang juga kaya akan kandungan ini. Hanya saja, memang bagi sebagian orang berbagai asupan ini masih kurang. Ibu hamil misalnya, mereka tentu membutuhkan tambahan asupan zat besi. Selain itu, mereka yang memiliki kadar hemoglobin yang rendah juga membutuhkannya.

Sebagian orang yang baru saja kehilangan darah dalam jumlah banyak karena kecelakaan atau kondisi medis tertentu atau pasien penyakit ginjal juga membutuhkan suplemen zat besi dosis tinggi, namun, tentu saja konsumsi suplemen ini harus dengan saran dokter demi mencegah datangnya efek samping bagi kesehatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...