Langsung ke konten utama

Jangan Minum Saat Tersedak

Doktersehat-obat-batuk-berdahak

DokterSehat.Com– Saat kita tersedak hingga batuk-batuk, kita biasanya diminta untuk segera minum air putih. Padahal, jika dilogika, yang mengalami sumbatan adalah saluran pernapasan, bukannya saluran pencernaan. Sebenarnya, apakah ada manfaat untuk minum saat kita mengalami tersedak?

Pakar keseahtan dr. Muhammad Faizal Sumantri dari RSUD Cempaka Putih menyebutkan bahwa minum air saat tersedak ternyata tidak disarankan. Memang, terkadang minum air bisa mengatasinya, namun seringkali hal ini sama sekali tidak memberikan manfaat dan bisa jadi malah membuat kondisi tersedak semakin parah.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, dr. Faizal menyebutkan bahwa saat tersedak, ada makanan atau benda yang menghambat saluran pernapasan. Benda ini biasanya berhenti di bagian katup, yakni di bagian yang membatasi saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Jika memang yang tersedak adalah di bagian menuju lambung, maka minum air bisa mengatasi masalah ini, namun jika yang tersedak adalah bagian yang menuju paru-paru, dikhawatirkan minum air malah membuat makanan atau benda asing ini semakin jauh melaju ke saluran pernapasan dan akhirnya membuat dampak yang lebih buruk, termasuk kesulitan bernapas.

Dalam dunia medis, kondisi kesulitan bernapas akibat tersedak disebut sebagai aspirasi. Mau tidak mau kita harus melakukan teknik bernama Heimlich maneuver untuk mengatasinya. Normalnya, kita bisa berusaha batuk-batuk untuk mendorong benda asing ini keluar saluran pencernaan. Selain itu, kita juga bisa meminta bantuan orang lain untuk menekan bagian dada atau perut demi membantu mengeluarkan benda tersebut. Satu hal yang pasti, jangan sampai tersedak ini dibiarkan hingga 2 menit karena bisa membuat otak kekurangan oksigen yang tentu akan memberikan dampak yang sangat fatal.

Untuk melakukan Heimlich maneuver, kita perlu berdiri di belakang orang yang tersedak dan melingkarkan kedua tangan ke pinggang. Setelahnya, gerakkan tangan yang mengepal dari perut ke atas seperti mendorong agar bisa membantu mengeluarkan makanan atau benda yang menyebabkan tersedak.

Beberapa gejala tersedak yang parah dan harus kita tangani adalah kesulitan bernapas dan berbicara, tidak bisa batuk, kulit dan bibir yang mulai terlihat membiru, hingga hilangnya kesadaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...