Langsung ke konten utama

Ini 10 Manfaat Cokelat untuk Tubuh, Benar Bisa Meningkatkan Mood?

manfaat-cokelat-doktersehat

DokterSehat.Com – Siapa yang tidak suka cokelat? Makanan yang satu ini memiliki berbagai macam bentuk dan sangat mudah ditemui. Rasa lezat dari cokelat juga sudah tidak perlu diragukan lagi. Ternyata dibalik kelezatan cokelat, makanan yang satu ini juga dipercaya memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Penasaran apa saja manfaat cokelat untuk tubuh? Simak jawabannya dalam artikel ini!

Kandungan Cokelat

Cokelat merupakan makanan atau minuman olahan yang berasal dari biji kakao. Cokelat mengandung lemak tak jenuh berupa asam oleat dan juga senyawa lainnya seperti katekin (flavonoid), kafein, alkaloid berupa theobromine dan phenethylamine. Cokelat juga memiliki kandungan mineral seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, serta zat besi. Sedangkan vitamin yang terkandung di dalam cokelat adalah vitamin A dan sedikit kandungan vitamin B12.

Manfaat Cokelat untuk Tubuh

Sebagai makanan yang sudah ada sejak zaman dahulu kala dan sudah menyebar di seluruh dunia, tidak heran banyak orang yang menaruh rasa penasaran pada cokelat. Maka dari itu, sudah banyak sekali penelitian yang dilakukan untuk dapat mengetahui manfaat cokelat. Berikut adalah berbagai manfaat cokelat yang perlu Anda ketahui!

1. Mengatur kadar kolesterol

Manfaat cokelat yang pertama adalah dipercaya dapat mengatur kadar kolesterol. Cokelat yang mengandung antioksidan polifenol dalam bentuk flavonoid ini dipercaya dapat menurunkan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh. Selain itu, cokelat juga dipercaya dapat meningkatkan jumlah kolesterol jahat. Maka dari itu, cokelat disebut dapat mengntrol kadar kolesterol.

2. Menurunkan tekanan darah

Manfaat cokelat yang kedua adalah menurunkan tekanan darah. Antioksidan yang terkandung dalam cokelat mampu untuk merangsang terbentuknya nitrat oksida dalam tubuh. Senyawa yang satu ini memiliki peran yang sangat penting dalam hal mencegah penyumbatan pembuluh darah. Tekanan darah pun akan tetap normal.

3. Mencegah diabetes

Khasiat cokelat selanjutnya adalah dapat mencegah diabetes. Penyebab diabetes adalah adanya gangguan pada kerja hormon insulin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, dark chocolate yang dikonsumsi secara rutin dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Jika sensitivitas insulin meningkat maka kadar gula darah pun akan menjadi normal.

4. Menjaga kesehatan jantung

Khasiat cokelat lainnya adalah menjaga kesehatan jantung. Manfaat cokelat yang mampun untuk melancarkan aliran darah dan juga menurunkan kolesterol jahat adalah salah satu alasannya. Jika sistem peredaran darah berjalan dengan baik dan kadar kolesterol juga normal, maka risiko seseorang untuk terkenal penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan juga stroke juga akan berkurang.

5. Baik untuk turunkan berat badan

Siapa bilang cokelat penyebab naiknya berat badan? Cokelat jenis tertentu justru dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Cokelat diserap oleh tubuh dalam waktu yang lama sehingga akan memberikan efek kenyang yang juga lebih lama. Jadi jika Anda sedang menurunkan berat badan, tidak perlu takut untuk konsumsi cokelat!

Tentunya bukan cokelat sembarangan yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan berat badan. Pilihlah cokelat yang tidak memiliki kandungan gula dan susu agar kandungan kalorinya tetap terjaga.

6. Membantu memulihkan otot

Manfaat cokelat yang tidak boleh dilewatkan selanjutnya adalah membantu pemulihan otot lebih cepat. Setelah latihan, otot membutuhkan waktu untuk pemulihan sebelum dapat dilatih kembali. Cokelat dipercaya dapat memulihkan otot dengan lebih cepat sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh atlet atau Anda yang sedang melalukan latihan intensif untuk membantuk tubuh.

7. Menjaga saluran pencernaan

Banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang yang memiliki gangguan pencernaan seperti penyakit asam lambung sebaiknya menghindari cokelat. Namun di sisi lain, cokelat juga memiliki manfaat untuk pencernaan. Cokelat memiliki kandungan probiotik yang baik untuk menjaga sistem pencernaan agar dapat bekerja dengan baik.

8. Melindungi kulit

Khasiat cokelat juga dapat dirasakan bagi kesehatan kulit. Cokelat yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dipercaya dapat melindungi kulit dari sinar UV. Cokelat juga melancarkan aliran darah ke kulit sehingga kulit pun lebih sehat dan tentunya terlihat lebih cantik.

9. Mencegah penuaan dini

Mencegah penuaan juga dipercaya sebagai salah satu khasiat cokelat jika dikonsumsi secara rutin. Sebelumnya sudah disebutkan bahwa cokelat mampu untuk menjaga kesehatan kulit. Cokelat juga mengandung antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas, salah satu pemicu penuaan dini. Wajar saja jika cokelat dipercaya dapat membuat Anda tetap awet muda.

10. Membuat bahagia

Manfaat cokelat untuk membantu memperbaiki mood memang sudah banyak menjadi pembahasan. Kandungan senyawa dalam cokelat dapat meningkatkan hormon dopamin dan serotonin dalan otak. Kedua hormon ini memiliki peran memberikan rasa senang dan nyaman.

Jadi manfaat cokelat yang dapat meningkatkan mood dan membuat seseorang lebih bahagia memang ada benarnya dan bukan merupakan mitos. Namun efek ini juga bisa berbeda pada setiap orang.

Efek Samping Cokelat

Setiap hal yang memiliki manfaat umumnya juga memiliki kekurangan. Cokelat memiliki kandungan kafein yang kurang baik untuk dikonsumsi dalam jumlah besar. Kelebihan kafein dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti tidak bisa tidur, cemas, hingga gangguan pencernaan.

Kemudian, meskipun belum terdapat studi ilmiah tentang efek ini, tapi cokelat sering kali disebut sebagai penyebab jerawat. Efek ini tentunya tidak terjadi pada semua orang dan hanya terjadi pada beberapa orang yang umumnya memiliki karakter kulit mudah berjerawat. Maka dari itu sangatlah penting untuk mengonsumsi cokelat dengan tidak berlebihan dan memerhatikan kondisi tubuh Anda sendiri.

Cokelat Seperti Apa yang Baik untuk Tubuh?

Ada banyak sekali jenis cokelat yang ada di pasaran, tapi tidak dapat dikatakan bahwa semua cokelat memiliki manfaat untuk kesehatan. Beberapa jenis cokelat batangan memiliki kandungan gula yang tinggi dan juga memiliki banyak campuran bahan lainnya mulai dari kacang hingga karamel. Cokelat yang lebuh baik dikonsumsi adalah dark chocolate yang memiliki warna lebih gelap dan rasa yang lebih pahit.

Dark chocolate memiliki kandungan kokao yang lebih banyak jika dibandingkan cokelat batangan biasa yang juga memiliki kandungan susu yang tinggi. Jika ingin mengonsumsi cokelat bubuk untuk dijadikan minuman, sebaiknya pilih bubuk kokao yang juga tidak memiliki kandungan gula tambahan.

Konsumsi cokelat yang ada dipasaran juga tidak sepenuhnya dilarang, hanya saja Anda tetap harus perhatikan jumlahnya dan kondisi tubuh Anda sendiri. Apapun bentuk cokelat yang Anda konsumsi, konsumsilah dengan bijaksana.

Itu dia 10 manfaat untuk kesehatan. Perlu diingat bahwa setiap makanan yang baik untuk kesehatan bukan berarti dapat diandalkan sebagai pengobatan. Manfaat cokelat untuk tubuh bisa Anda gunakan sebagai pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan tubuh Anda.

Selain mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan, jangan lupa juga untuk menerapkan pola hidup sehat agar dapat terhindar dari berbagai penyakit. Menjaga asupan makanan, olahraga secara rutin, dan menjaga pola tidur merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...