Langsung ke konten utama

Ingin Mencoba Bercinta di Air? Ketahui Dulu Faktanya!

fakta-seks-di-dalam-air-doktersehat

DokterSehat.Com – Setiap pasangan memiliki fantasi seks yang berbeda-beda. Ada yang menginginkan seks dilakukan di dapur atau ingin melalukan seks dengan menggunakan kostum tertentu. Ada juga pasangan yang terobsesi untuk bercinta dalam air, entah itu di kolam, bak mandi, atau mungkin sungai atau laut.

Kalau Anda dan pasangan memiliki fantasi seks dalam air, Anda tidak bisa melakukannya begitu saja. Ada banyak fakta bercinta dalam air yang harus Anda ketahui agar seks bisa berjalan dengan lancar. Jika tahu cara bercinta dalam air, maka gairah seksual Anda dan pasangan akan terjaga hingga orgasme.

Berikut ini beberapa fakta bercinta dalam air yang harus Anda ketahui:

  1. Peluang pembuahan rendah

Melakukan seks di dalam air tidak akan membuat pasangan hamil. Pasalnya air juga ikut masuk ke dalam saat penis melakukan penetrasi. Kemungkinan air yang masuk kotor cukup tinggi sehingga air mani yang keluar tidak bisa masuk ke dalam. Kalau pun bisa masuk, sperma akan mati dengan cepat.

Kalau Anda melakukan seks dengan tujuan untuk melakukan senang-senang saja, mungkin tidak akan masalah. Namun, kalau niatnya untuk mendapatkan keturunan juga, lebih baik jangan lakukan.

  1. Air belum tentu steril

Risiko infeksi melakukan seks di dalam air adalah masalah kebersihan dari air itu sendiri. Kalau dilakukan di bak mandi yang ada di rumah mungkin tidak akan membuat Anda khawatir. Kalau melakukannya di kolam renang yang airnya mengandung kaporit, kemungkinan terjadi masalah akan besar.

Air yang berada di sekeliling pasangan pasti masuk ke vagina. Oleh karena itu, pilih lokasi bercinta yang tepat agar tidak terjadi masalah dan merugikan dua belah pihak.

  1. Tidak bisa menggunakan pelumas

Bercinta dalam air akan menyulitkan Anda melakukan seks dengan pasangan. Pelumas tambahan tidak bisa digunakan karena begitu terkena air akan hilang. Kalau wanita memiliki masalah dengan vagina kering, seks akan berjalan sangat menyakitkan.

  1. Kondom bisa lepas

Kalau Anda melakukan seks tapi ingin mencegah terjadinya penularan penyakit, kondom yang digunakan bisa lepas dengan sendirinya. Kalau pun kondom bisa digunakan, kemungkinan terjadi robek akan lebih besar. Kalau sudah seperti ini seks yang Anda lakukan jadi tidak bisa terlindungi dengan maksimal.

  1. Penularan penyakit cukup tinggi

Bercinta dalam air akan meningkatkan peluang terjadinya masalah penyakit seksual, terlebih jika airnya kotor. Kalau salah satu pihak memiliki penyakit, peluang terjadi penularan akan tinggi. Oleh karena itu, Anda harus memikirkan masak-masak kemungkinan yang akan terjadi.

Mau menggunakan kondom saat seks pun juga susah. Jadi, jalan satu-satunya adalah mengetahui kondisi tubuh atau segera memeriksakan diri kalau muncul gangguan pada vagina dan penis.

  1. Risiko infeksi besar

Sebelum melakukan cara bercinta dalam air, ada baiknya Anda memilih lokasi yang tepat. Lokasi dari seks akan menentukan ada atau tidaknya infeksi yang terjadi. Kalau melalukannya di sungai atau laut yang kotor, kemungkinan terjadi infeksi di dalam tubuh akan tinggi khususnya di vagina.

  1. Ada kemungkinan terjadi kecelakaan

Cara bercinta dalam air bisa dikatakan cukup sulit. Tubuh pasangan kan menjadi susah digerakkan karena ada tekanan dari air. Melalukan seks dengan intens dan tidak ada kontrol yang baik bisa membuat pasangan mengalami kecelakaan seperti penis patah atau vagina mengalami robek.

Itulah beberapa hal tentang melakukan seks atau bercinta dalam air yang harus Anda pahami dengan baik. Semoga setelah mengetahui hal di atas, Anda bisa melalukan seks dengan lebih aman dan juga lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...