Langsung ke konten utama

Hipertensi Sebabkan Kaki Bengkak?

benjolan-mata-kaki-tanda-asam-urat-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu gejala yang bisa dialami oleh penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kaki bengkak. Sebenarnya, bagaimana bisa hipertensi memicu pembengkakan pada kaki sehingga menyebabkan kesulitan untuk beraktivitas atau tidur ini?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tekanan darah sistolik dan diastolik melebihi 180/120 sudah bisa disebut sebagai hipertensi. Kondisi ini bisa saja menyebabkan kerusakan organ dan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, sakit kepala yang sangat hebat, pandangan kabur, dan lain-lain. Dalam dunia medis, jika sampai hipertensi sudah menyebabkan gejala ini, maka kondisi ini bisa disebut sebagai hipertensi emergensi. Kondisi ini bisa saja membuat penderitanya lebih rentan terkena kematian dini akibat stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.

Jika hipertensi tidak menyebabkan kerusakan organ dan tidak memberikan gejala yang kentara, maka kondisi ini bisa disebut sebagai hipertensi urgensi. Penderitanya bisa melakukan rawat jalan dan harus menerapkan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Baik itu penderita hipertensi urgensi ataupun hipertensi emergensi cukup rentan terkena masalah kaki bengkak. Meskipun wajar terjadi, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada baiknya penderita hipertensi mewaspadai hal ini karena bisa jadi menandakan jantung yang sudah tidak benar-benar bisa berfungsi dengan baik. Hanya saja, untuk memastikan bahwa kaki bengkak ini disebabkan oleh gangguan fungsi jantung atau tidak, penderitanya harus memeriksakan kondisi ini ke dokter. Hal ini disebabkan oleh adanya penyebab lain dari kaki bengkak, yakni pembengkakan pada kelenjar limfa, penyakit ginjal, penyakit hati, kebiasaan berdiri terlalu lama, infeksi, kehamilan, dan lain sebagainya.

Penderita hipertensi memang harus pandai-pandai mengelola tekanan darah dalam tubuhnya agar tidak berlebihan. Caranya adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Sebagai contoh, ada baiknya mereka tak lagi mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan garam, lemak, dan kolesterol. Selain itu, mereka juga harus lebih rajin berolahraga, selalu tidur dengan waktu yang cukup, dan mengelola stres dengan lebih baik. Selain itu, mereka juga harus mengecek tekanan darahnya dengan teratur agar bisa menerapkan gaya hidup yang tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...