Langsung ke konten utama

Fisioterapi: Pengertian, Metode, dan Jenis

fisioterapi-doktersehat

DokterSehat.Com – Fisioterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah gerak tubuh yang diakibatkan oleh kecelakaan atau penyakit tertentu. Fisoterapi juga dikenal dengan istilah terapi fisik dan harus dilakukan oleh terapis profesional yang disebut dengan fisioterapis. Ketahui selengkapnya tentang fisioterapi melalui artikel ini!

Apa Itu Fisioterapi?

Terapi fisik atau fisioterapi adalah pelayanan kesehatan untuk mengambangkan, memelihara, dan memulihkan gangguan sistem gerak tubuh akibat cedera atau penyakit tertentu. Tujuan fisioterapi adalah untuk mengembalikan fungsi tubuh kembali, namun jika cedera yang dialami merupakan cedera permanen, maka tujuan fisioterapi adalah mengurangi dampak cedera tersebut.

Fisioterapi dilakukan pasien dengan bantuan tenaga medis atau lebih tepatnya fisoterapis. Terapi fisik ini akan dilakukan dengan berbagai macam teknik dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Penggunaan alat bantu fisioterapi juga dapat dilakukan jika diperlukan.

Teknik Fisioterapi

Fisioterapi terdiri dari beberapa teknik dan pendekatan yang berbeda. Pendekatan yang diambil bergantung pada kondisi spesifik setiap pasien. Berikut adalah beberapa metode yang dilakukan dalam fisioterapi:

1. Pendidikan dan saran

Metode yang pertama dilakukan adalah memberikan pendidikan dan saran pada pasien agar fisioterapi dapat berfokus pada menjaga tubuh secara keseluruhan, bukan hanya fokus pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Fisioterapis dapat memberikan saran untuk menjaga pola hidup yang sehat yang akan berguna untuk penyembuhan.

Selain itu, fisoterapis juga akan memberikan saran yang berkaitan dengan kondisi pasien untuk mencegah pasien melakukan berbagai hal justru dapat memperburuk kondisinya.

2. Gerakan dan latihan

Metode selanjutnya yang dapat dilakukan fisioterapis adalah memberikan rekomendasi gerakan tubuh yang dapat meningkatkan fungsi gerak Anda. Aktivitas yang disarankan merupakan aktivitas yang bisa dilakukan sendiri oleh pasien seperti berjalan, berenang, atau terapi akuatik.

Gerakan yang disarankan oleh fisioterapis harus merupakan gerakan yang aman dilakukan oleh pasien dan dapat dipastikan akan dapat memberikan manfaat dan bukan memperburuk kondisi pasien.

3. Terapi manual

Terapi manual merupakan metode fisioterapi di mana fisioterapis menggunakan tangannya untuk memijat secara langsung tubuh pasien. Terapi manual memiliki beberapa manfaat mulai dari meringankan rasa sakit, melemaskan otot dan sendi kaku, meningkatkan sirkulasi darah, membantu aliran cairan dalam tubuh lebih efisien, dan relaksasasi.

Terapi manual juga bisa berguna untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan cara meningkatkan kualitas tidur dan meredakan kecemasan. Fisioterapi dada dengan terapi manual juga dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan pernapasan.

4. Akupuntur

Akupuntur merupakan salah satu jenis pengobatan tradisional. Cara kerjanya adalah dengan mengaplikasikan jarum pada bagian tertentu ditubuh untuk menyembuhkan suatu penyakit. Akupuntur ternyata juga merupakan salah satu metode yang diterapkan dalam fisioterapi.

5. Terapi ultrasound

Metode fisioterapi selajutnya adalah terapi ultrasound. Terapi ultrasound mengandalkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk memperbaiki jaringan. Terapi ultrasound dapat memicu sirkulasi darah lebih lancar dan meningkatkan aktivitas sel. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa sakit, meredakan gejala lainnya, dan mempercepat proses penyembuhan.

6. Elektroterapi

Metode fisioterapi yang satu ini memiliki tujuan yang sama dengan metode lainnya. Pebedaannya adalah elektroterapi mengandalkan sebuah perangkat kecil untuk mengalirkan aur listrik pada bagian tubuh yang membutuhkan terapi. Terdapat beberapa jenis elektroterapi mulai dari Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Percutaneous Electrical Nerve Stimulation (PENS).

Jenis Fisioterapi

Fisioterapi terdiri dari berbagai macam jenis dan dibedakan oleh aspek yang berbeda-beda. Terdapat beberapa jenis fisoterapi yang dibedakan berdasarkan jenis gangguannya dan terdapat juga jenis fisoterapi yang dibedakan berbadasarkan sasaran pasien yang menjalaninya.

1. Jenis fisioterapi dibedakan dari gangguannya

Pembagian jenis fisoterapi yang pertama dibedakan berdasarkan gangguan sistem tubuh yang mengalami gangguan. Berikut adalah jenis fisioterapi yang umum ditemukan berdasarkan gangguannya:

  • Fisioterapi neurologis

Fisoterapi neurologis adalah jenis fisoterapi yang berfokus pada gangguan neurologis. Fisioterapi neurologis dapat membantu beberapa kondisi seperti penyakit Alzheimer, Parkinson, cerebral palsy, dan penyakit lainnya yang menyerang otak dan saraf. Pada penyakit neurologis kronis, terapi umumnya bukan untuk menyembuhkan, melainkan hanya untuk meringankan gejala dari penyakit

  • Fisioterapi ortopedi

Fisoterapi ortopedi juga dikenal dengan fisioterapi muskuloskeletal. Terapi jenis ini fokus untuk memulihkan fungsi sistem muskuloskeletal yang terdiri dari tulang, ligamen, tendon, dan juga sendi. Fisioterapi ortopedi tahap awal dilakukan untuk mengetahui apakah kompenen skeletal bekerja dengan baik satu sama lain.

Setelah itu, terapi dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan mobilisasi anggota tubuh, mengobati kerusakan jaringan lunak, dan memeriksa apakah komponen skeletal sudah selaras. Beberpa kondisi spesifik yang diatasi dengan terapi ini adalah seperti saking punggung, radang sendi, atau cedera akibat olahraga.

  • Fisioterapi kardiovaskular dan pernapasan

Fisioterapi ini dilakukan sebagai pencegahan dan pemulihan dari penyakit atau cedera yang memberikan pengaruh pada dada, jantung, dan juga paru-paru. Beberapa jenis fisioterapi kardiovaskular dan pernapasan adalah meliputi fisioterapi dada, latihan teknik pernapasan, cara untuk mengelola sesak napas dan batuk, dan pemulihan jantung dan paru-paru.

Fisoterapi jenis ini dapat dijalani oleh pasien yang menderita gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis kronis, pneumonia, atau pasien yang telah menjalani operasi jantung atau paru. Pasien dengan kondisi seperti pernah mengalami serangan jantung atau mengalami kondisi lain seperti hipertensi yang dapat membahayakan jantung juga bisa melakukan fisioterapi jenis ini.

2. Jenis fisioterapi berdasarkan sasarannya

Selain berdasarkan gangguan sistem pada tubuh, jenis fisioterapi juga dibedakan berdasarkan pasien yang menjalaninya. Berikut adalah jenis fisoterapi berdasarkan sasaran pasien yang menjalaninya:

  • Fisioterapi anak

Fisioterapi anak atau paediatric physiotherapy merupakan jenis fisioterapi yang memiliki fokus pada bayi, anak-anak, hingga remaja yang mengalami gangguan tertentu dan membutuhkan terapi fisik. Beberapa kondisi yang membutuhkan fisioterapi jenis ini adalah seperti anak dengan cerebral palsy, down syndrome, gangguan perkembangan, ataupun yang mengalami cedera akut akibat berbagai sebab.

  • Fisioterapi kesehatan wanita

Terdapat juga jenis fisioterapi yang berfokus pada kesehatan wanita. Fisoterapi jenis ini umumnya berkaitan dengan sistem reproduksi wanita. Beberapa jenis fisoterapi untuk kesehatan wanita adalah seperti perawatan prenatal, perawatan pascanatal, hingga fisioterapi yang berkaitan dengan infertilitas.

  • Fisioterapi geriatri

Fisioterapi geriartri adalah fisoterapi yang berfokus pada kebutuhan lansia. Kondisi yang umum dialami oleh lansia adalah seperti menurunnya fungsi kognitif tubuh, gangguan keseimbangan tubuh, dan menurunnya fungsi tulang dan sendi.

Tujuan dari fisioterapi geriatri adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik dan memulihkan mobilitas lansia. Segala gejala penuaan memang tidak dapat dicegah, tetapi dengan fisioterapi, seseorang dapat terus menua tapi dengan tubuh yang tetap bisa aktif.

  • Fisioterapi untuk rehabilitasi dan manajemen nyeri

Fisioterapi jenis ini dilakukan pada pasien yang menjalani operasi akibat penyakit kronis tertentu. Fokus dari fisioterapi ini adalah memperkuat pasien sebelum operasi dan setelah itu mengembalikan pasien pada kondisi sebelum operasi. Langkah pertama yang dilakukan adalah untuk menghilangkan rasa sakit, baru kemudian mengambalikan fungsi tubuh secara keseluruhan.

Itu dia sekilas informasi tentang fisioterapi. Fisioterapi merupakan jenis terapi yang harus dilakukan oleh tenaga ahli. Sebelum Anda melalukan fisoterapi sebaiknya diskusikan dengan fisioterapis tentang kondisi kesehatan Anda untuk mendapatkan terapi yang tepat dan Anda butuhkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...