Langsung ke konten utama

Berbahayakah Tidur dengan Jendela Terbuka?

kebiasaan-sebelum-tidur-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Karena kita tinggal di negara tropis, terkadang saat malam hari suhu udara tetap panas sehingga kita pun akan mengeluarkan banyak keringat dan kesulitan untuk tidur dengan lelap. Sebagian orang menyiasati hal ini dengan menyalakan AC atau kipas.

Hanya saja, pakar kesehatan menyebutkan bahwa penggunaan AC atau kipas, apalagi jika arah aliran udaranya dipaparkan langsung ke tubuh bisa membahayakan kesehatan. Kita pun akhirnya memilih untuk membuka jendela kamar agar ada udara yang lebih sejuk memasuki kamar. Sebenarnya, apakah tidur dengan jendela kamar terbuka ini bisa membahayakan kesehatan?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda, tepatnya dilakukan oleh dr. Asit Mishra yang berasal dari Eindhoven University of Technology berhasil membuktikan bahwa tidur dengan jendela terbuka ternyata bisa membuat kualitas tidur meningkat. Menurut penelitian ini, tak hanya membuat udara atau angin yang sejuk memasuki kamar, sirkulasi darah yang meningkat akan membuat kadar oksigen di dalam kamar tetap baik dan kadar karbondioksida di dalamnya akan menurun.

“Banyak orang yang tidak sadar jika sepertiga kehidupan kita dihabiskan di kamar tidur. Padahal, kita bisa tidur 8 jam dari 24 jam yang tersedia dalam sehari. Karena alasan inilah kita harus memperhatikan kualitas udara di kamar tidur kita,” ungkap dr. Mishra.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 17 orang. Para partisipan ini kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang tidur dengan kamar tertutup, namun ada pula yang tidur dengan kamar yang dibiarkan pintu dan jendelanya terbuka. Di dalam kamar ini juga ditempatkan sensor yang mampu mendeteksi kadar oksigen atau karbon dioksida, suhu kamar, kelembaban udara, kadar kebisingan, dan sirkulasi udara secara keseluruhan. Para partisipan juga diminta untuk mengisi survey yang berisi tentang kualitas tidur yang mereka rasakan.

Hasil dari penelitian ini adalah, tidur di dalam kamar tertutup akan membuat kita terhindari dari paparan suara bising, tapi suhu ruangan dan suhu tubuh cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidur dengan jendela terbuka. Partisipan di kelompok kedua cenderung memiliki suhu tubuh yang lebih rendah. Hal ini akan membuat frekuensi terbangun di tengah malam menurun akibat kadar karbondioksida di dalam kamar yang lebih rendah.

“Jika kita tidak bisa membuka jendela karena adanya faktor keamanan, ada baiknya bukalah pintu kamar agar sirkulasi udara tetap lancar,” saran dr. Mishra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...