Langsung ke konten utama

Berbagai Penyebab Pankreas Bengkak

DokterSehat.Com– Salah satu organ yang paling penting bagi tubuh kita adalah pankreas. Organ ini memproduksi berbagai macam hormon dan enzim yang sangat penting bagi saluran pencernaan atau kesehatan tubuh. Sayangnya, akibat gaya hidup yang tidak sehat, pankreas bisa mengalami kerusakan atau bahkan pembengkakan. Apa penyebab dari pembengkakan pankreas ini?

Pakar kesehatan menyebut ada banyak penyebab dari pembengkakan pankreas seperti pankreatitis, kelainan anatomi, abses, hingga tumor jinak. Jika disebabkan oleh pankreatitis, hal ini biasanya terjadi akibat enzim pencernaan yang terlalu aktif di pankreas. Enzim pencernaan ini sayangnya bisa merusak jaringan dari pankreas itu sendiri.

Sebagai informasi, pankreatitis bisa dibagi menjadi dua, yakni pankreatitis akut dan pankreatitis kronis. Pankreatitis akut disebabkan oleh peradangan yang terjadi secara mendadak di dalam pankreas. Kondisi kesehatan ini bisa sangat menyakitkan dan mengancam nyawa. Penyebabnya biasanya adalah mengonsumsi alkohol berlebihan, kadar lemak yang berlebihan dalam darah, infeksi, batu empedu, dan mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu.

Sementara itu, pankreatitis kronis disebabkan oleh peradangan yang semakin memburuk dan bisa menyebabkan kerusakan pankreas permanen. Penyebab utama dari pankreatitis kronis adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol dengan berlebihan. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh cystic fibrosis, kadar lemak atau kalsium yang berlebihan dalam darah, hingga kondisi autoimun.

Gejala awal dari pembengkakan pankreas adalah rasa nyeri pada bagian atas perut yang kemudian menjalar hingga ke punggung. Sensasi ini akan semakin terasa saat penderitanya makan dan minum. Selain itu, gejala lain yang akan muncul adalah mual-mual, muntah, penurunan berat badan dengan drastis, dan demam tinggi. Kondisi ini jika dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan komplikasi serius yang bisa mengancam nyawa.

Beberapa jenis komplikasi yang bisa muncul akibat kondisi ini adalah psedokista yang bisa menyebabkan perdarahan internal, infeksi berbahaya, gagal ginjal, gangguan pernapasan, malnutrisi, dan diabetes. Khusus untuk diabetes, kondisi ini muncul akibat pankreas yang tidak bisa lagi berfungsi sehingga tak ada lagi hormon insulin yang dikeluarkan untuk mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...