Langsung ke konten utama

Berapa Lama Kafein Bisa Bertahan di dalam Tubuh?

kafeina-di-dalam-tubuh-doktersehat

DokterSehat.Com – Kopi adalah salah satu minuman yang paling dikonsumsi oleh masyarakat khususnya mereka yang bekerja pagi dan butuh semangat. Dengan mengonsumsi kopi, tubuh akan dipenuhi kafein, sehingga rasa kantuk hilang dan tubuh menjadi lebih bersemangat dari biasanya. Benarkah efek kafein baik untuk tubuh?

Meski kafein memiliki efek yang baik untuk tubuh kalau dikonsumsi dalam jumlah yang pas. Efek samping sering dirasakan oleh beberapa orang. Efek samping ini biasanya bertahan selama berjam-jam hingga akhirnya hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Kira-kira berapa lama kafein ini bertahan di dalam tubuh?

Durasi efek kafein pada tubuh

Durasi efek dari kafein yang buruk pada tubuh seseorang berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang durasinya lama dan ada juga yang pendek. Namun, umumnya seseorang akan mengalami efek samping selama 12 sampai 24 jam. Gejala akan hilang dengan sendirinya perlahan-lahan dan tuntas selama 2-9 hari.

Kalau Anda mengonsumsi kopi secara reguler efek samping yang akan timbul mungkin lebih besar daripada mereka yang jarang mengonsumsinya. Oleh karena itu, seseorang yang sudah terlanjur mengalami ketagihan kopi harus menghentikannya perlahan-lahan agar efek kafein menghantam terlalu keras.

Tanda tubuh mengalami efek negatif kafein

Mengonsumsi kopi terlalu banyak tidak akan baik untuk tubuh. Begitu pula langsung berhenti begitu saja dengan cepat. Berikut tanda gangguan kafein pada tubuh yang sering sekali muncul.

  1. Pusing yang terlalu kuat

Saat mengonsumsi kopi pembuluh darah yang ada di tubuh khususnya yang ada di otak akan sedikit menyempit. Penyempitan ini masih normal dan tidak menyebabkan masalah apa-apa. Sayangnya, saat kopi dihentikan secara langsung, pembuluh darah akan melebar lagi dan aliran darah ke otak menjadi lebih deras dan memicu pusing yang cukup kuat.

Kondisi inilah yang membuat seseorang sering mengalami pusing kalau belum mengonsumsi kopi dalam jangka waktu tertentu. Kalau kopi terus dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ada kemungkinan gangguan pada tubuh. Kurangi kopi perlahan-lahan setiap harinya agar efek negatif lebih ringan saat muncul.

  1. Perubahan mood

Kopi menyebabkan tubuh menghasilkan beberapa hormon yang bisa memberikan rasa nyaman dan bahagia. Itulah kenapa setelah mengonsumsi kopi Anda bisa konsentrasi penuh saat bekerja atau olahraga. Kalau konsumsi kopi yang mengandung kafein dihentikan ada kemungkinan perubahan mood yang terlalu cepat.

  1. Sering merasa lelah

Kafein yang terkandung di dalam kopi bisa membuat Anda semangat dan memiliki energi yang besar. Manfaat ini sering digunakan oleh para atlet atau mereka yang hobi angkat beban sebagai minuman preworkout. Kalau kopi mendadak dihentikan begitu saja, energi akan anjlok cukup banyak.

Cara mengatasi gangguan akibat kafein

Kalau Anda mengalami gangguan akibat kelebihan atau kecanduan kafein, ada beberapa hal yang harus dilakukan.

  • Coba konsumsi kopi dengan kandungan kafein rendah.
  • Hindari minuman yang mengandung kafein lain seperti teh dan soda.
  • Selalu minum air dengan cukup setiap hari sebanyak 6-8 gelas.
  • Gunakan pereda nyeri kalau rasa pusingnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Lakukan konsultasi ke dokter kalau Anda tidak tahu harus mengonsumsi obat jenis apa.
  • Tidur yang cukup setiap harinya minimal 6 jam.
  • Genjot energi pada tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan mengatur kalori yang masuk agar seimbang.

Inilah beberapa hal mengenai efek kafein yang harus kita tahu khususnya Anda yang suka sekali dengan kopi. Mengonsumsi kopi boleh saja, asal tidak berlebihan. Sesuaikan dengan kebutuhan tubuh agar tidak ada efek samping yang muncul.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...