Langsung ke konten utama

Benarkah Merendam Penis di Air Hangat Bisa Memperbesar Ukuran?

penis-direndam-air-hangat-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu keinginan terbesar dari pria adalah memiliki ukuran penis yang besar agar lebih percaya diri saat melakukan seks. Tak jarang pria melakukan berbagai cara memperbesar penis untuk menambah ukuran secara instan.

Salah satu cara memperbesar penis menjadi lebih besar secara instan adalah dengan merendamnya dengan air hangat. Benarkah merendam penis dengan air hangat bisa membuat organ ini jadi lebih besar sehingga seks yang dilakukan bisa lebih puas?

Merendam penis dengan air hangat

Beberapa pria mengaku kalau penis mereka yang sudah direndam dengan air hangat sebelum melakukan seks jadi lebih besar dan keras. Ternyata hal ini benar adanya. Penis yang direndam akan mudah mendapatkan ereksi sempurna karena pembuluh darah yang ada di sana sudah relaks.

Pembuluh darah yang sudah relaks ini  bisa dengan mudah menerima aliran darah saat pria mulai terangsang dengan sempurna. Mereka yang mengalami masalah dengan ukuran penis bisa menikmatinya meski efeknya hanya sementara saja. Saat penis suhunya menurun, ukurannya akan kembali lagi seperti semula.

Cara memperbesar penis yang lain

Ada beberapa cara memperbesar penis lain yang bisa dilakukan. Bisa dikatakan juga bahwa cara ini tergolong alami dan tidak berbahaya. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Melakukan pemompaan

Melakukan pemompaan pada penis juga akan membuat ukuran dari kemaluan meningkat. Pemompaan dilakukan dengan menggunakan alat seperti vakum. Saat memompa, pembuluh darah di penis akan membesar sehingga saat ereksi, ukurannya jadi lebih besar dari sebelumnya.

Cara memperbesar penis dengan pemompaan memiliki sifat yang sementara saja. Esok hari ukuran dari penis akan kembali seperti semula. Selain itu, melalukan pemompaan yang terlalu keras dan berlebihan juga bisa membuat penis mengalami gangguan. Pembuluh darah bisa saja pecah dan kulit mengalami iritasi sehingga saat ereksi terasa sakit.

  1. Memotong area rambut kemaluan

Penis terlihat lebih kecil juga bisa dipicu oleh area rambut kemaluan yang terlalu lebat dan tidak pernah diperhatikan. Akibat rambut yang tidak rapi inilah penis jadi terlihat lebih kecil dari biasanya. Selain itu, ukurannya juga tidak maksimal sehingga pria merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri.

Rambut kemaluan juga bisa membuat penis terlihat kecil secara visual di mata wanita. Nah, dengan kondisi seperti ini wanita akan sering mengeluhkannya. Seks bisa saja mengalami gangguan secara psikis meski secara fisik tidak terjadi apa-apa.

  1. Menurunkan berat badan

Berat badan dari seorang pria juga memengaruhi ukuran dari penis yang dimiliki baik secara fisik maupun visual. Penurunan ukuran penis khususnya masalah diameter bisa terjadi karena tertutup perut yang membuncit. Akhirnya area kulit di sekitar rambut kemaluan membesar dan membuat penis seperti tenggelam.

Lebih tepatnya, cara memperbesar penis sebisa mungkin dengan menurunkan berat badan perlahan-lahan. Kalau berat badan sudah bisa diturunkan, kemungkinan penis terlihat lebih besar akan cukup tinggi. Jadi, jangan pernah malas untuk berolahraga.

  1. Melakukan latihan jelq

Cara memperbesar penis yang terakhir adalah melakukan jelq atau urut penis yang banyak dipercaya bisa meningkatkan panjang dan diameter. Jelq memiliki efek sementara dan kalau ingin mendapatkan hasil permanen harus dilakukan dengan rutin selama bertahun-tahun.

Itulah beberapa cara memperbesar penis pada pria sehingga tingkat kepercayaan dirinya meningkat. Masing-masing cara di atas memiliki kelebihan dan risikonya sendiri. Jadi, lakukan dengan bijak dan selalu bersyukur dengan apa yang Anda miliki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...