Langsung ke konten utama

Begini Caranya Agar Asam Urat Tidak Kambuh Terus Menerus

nyeri-lutut-asam-urat-doktersehat
Photo Source: Flickr/sblackley

DokterSehat.Com– Bagi penderita asam urat, serangan dari penyakit ini bisa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bagaimana tidak, serangan asam urat ini bisa saja menyebabkan pembengkakan pada sendi atau sensasi kaku pada persendian yang membuatnya tidak bisa digerakkan dengan leluasa. Banyak penderita asam urat yang bahkan sampai putus asa akibat seringnya serangan asam urat ini muncul.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa demi mencegah datangnya serangan asam urat, penderitanya harus melakukan perubahan gaya hidup dengan drastis, khususnya dalam hal mematuhi segala larangan yang bisa memicu datangnya serangan asam urat.

Gaya hidup pertama yang harus diterapkan oleh penderita asam urat adalah dengan menghindari makanan atau minuman dengan kadar purin yang tinggi. Mereka tak lagi bisa mengonsumsi jeroan, makanan laut, beberapa jenis sayuran atau kacang-kacangan, serta menurunkan asupan makanan yang kaya akan lemak dan kolesterol. Sebagai contoh, mereka tak lagi bisa memakan kerang, udang, cumi, usus, hati, emping, dan menurunkan asupan daging merah.

Hal lain yang harus penderita asam urat lakukan adalah rajin mengonsumsi air putih dengan cukup. Meski terlihat sepele, banyak minum air putih bisa berpengaruh besar bagi frekuensi serangan asam urat. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dari Stikes Umitra yang ada d Lampung bernama Encep Irawan, disebutkan bahwa dengan menerapkan terapi air putih, kadar asam urat bisa diturunkan dengan signifikan sehingga bisa mencegah datangnya serangan asam urat dengan efektif.

Selain memperhatikan apa yang dimakan atau diminum, penderita asam urat sebaiknya juga lebih rajin untuk berolahraga. Dengan rutin melakukannya, persendian yang mengalami masalah seperti kaku atau pembengkakan bisa menjadi semakin sehat. Proses peluruhan racun dan purin di dalam tubuh juga akan berlangsung dengan lancar. Olahraga secara teratur juga akan membuat daya tahan tubuh penderita asam urat semakin membaik sehingga akan menurunkan frekuensi serangan asam urat dengan efektif.

Penderita asam urat harus rutin mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter, jangan mengonsumsinya saat serangan datang saja. Obat ini memang diperuntukkan demi mencegah serangan asam urat, bukan mengobati serangannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Minum Kopi Setelah Berolahraga, Berbahayakah?

Photo Source: Flickr/bradleypjohnson DokterSehat.Com – Setelah berolahraga, banyak orang langsung mencari makanan atau minuman yang bisa menyegarkan sekaligus mengembalikan energi tubuh. Sebagian dari mereka kemudian mengonsumsi kopi yang memang dikenal memiliki rasa yang nikmat. Hanya saja, apakah tidak apa-apa jika kita minum kopi langsung setelah berolahraga? Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology , disebutkan bahwa minum kopi ternyata memang bisa membantu proses pemulihan tubuh setelah berolahraga berlangsung dengan lebih baik. Dalam penelitian ini, para atlet yang mengonsumsi kafein dan karbohidrat setelah berolahraga langsung mampu mengembalikan glikogen 66 persen dengan lebih cepat dibandingkan dengan para atlet yang hanya mendapatkan asupan karbohidrat saja. Sebagaimana kita ketahui, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi saat berolahraga. Jika glukosa sudah habis, maka tubuh akan memakai glikogen di dalam otot yang m...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...