Langsung ke konten utama

Bahaya Mentega Bagi Pembuluh Darah

Mentega-bahaya-risiko-cara-sehat-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/ jeffreyw

DokterSehat.Com– Kebanyakan orang berpikir jika mentega lebih sehat dibandingkan dengan minyak goreng. Padahal, menurut pakar kesehatan, mengonsumsi mentega dengan berlebihan atau terlalu sering juga bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh, khususnya bagi pembuluh darah.

Pakar kesehatan dr. Grace Judio Kahl, M.Sc, M.H, CHt menyebut mentega termasuk dalam bahan makanan yang membutuhkan panas agar bisa berada dalam kondisi cair. Padahal, suhu tubuh kita hanya berada di kisaran 30-an derajat Celcius. Jika kita mengonsumsi mentega yang cenderung bersifat padat ini, maka dikhawatirkan mentega akan mengendap dan memicu penyumbatan pembuluh darah.

Melihat adanya fakta ini, dr. Grace pun menyarankan kita untuk tidak terlalu sering menggunakan mentega, khususnya sebagai pengganti minyak goreng atau pelapis dari roti. Meskipun memiliki rasa yang enak, dikhawatirkan hal ini akan mempengaruhi kesehatan pembuluh darah yang tentu terkait dengan risiko penyakit jantung atau stroke yang berbahaya.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan melibatkan 458 partisipan laki-laki dengan rentang usia 30-59 tahun, dihasilkan fakta bahwa mereka yang mengonsumsi mentega terlalu sering memiliki risiko terkena serangan jantung atau penyakit angina, kondisi yang terkait dengan penyakit jantung koroner dua kali lipat. Para peneliti pun menyarankan kita untuk menurunkan frekuensi mentega demi mencegah datangnya kematian dini.

Hal yang sama juga berlaku pada minyak goreng. Meskipun kita tidak menggunakannya hingga berkali-kali, mengonsumsi makanan yang digoreng terlalu sering juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan organ kardiovaskular sehingga sebaiknya tidak sering-sering kita konsumsi.

Selain memilih makanan yang sehat, dr. Grace juga menyarankan kita untuk menjaga gaya hidup sehat seperti dengan rajin berolahraga, menghindari rokok, menghindari alkohol, dan mengelola stres dengan lebih baik. Selain itu, kita juga harus rajin-rajin melakukan pemeriksaan tekanan darah atau kadar kolesterol.

“Deteksi dini bisa membantu kita mencegah datangnya penyakit jantung atau pembuluh darah. Dengan mengetahui tekanan darah atau kadar kolesterol di dalam tubuh, maka kita pun bisa menentukan gaya hidup yang tepat sehingga menjaganya selalu berada dalam kondisi normal,” saran dr. Grace.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...