Langsung ke konten utama

Awas, Gula Juga Bisa Sebabkan Kolesterol Tinggi

nilai-gula-darah-normal-doktersehat

DokterSehat.Com– Jika kita membahas tentang gula, kita pun akan berpikir tentang adanya risiko terkena diabetes. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, konsumsi gula yang berlebihan ternyata juga bisa memberikan dampak lain, yakni meningkatnya kadar kolesterol di dalam darah. Bagaimana bisa gula juga terkait dengan kolesterol?

Pakar kesehatan menyebut kolesterol sebagai salah satu kandungan yang sebenarnya masih dibutuhkan oleh tubuh meskipun memiliki citra yang sangat buruk. Hanya saja, jika memang kadar kolesterol di dalam tubuh sudah berlebihan, maka hal ini akan menyebabkan kerusakan pada dinding sel pembuluh darah yang tentu akan meningkatkan risiko terkena penyakit serius seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, stroke, serta penyakit jantung.

Fakta bahwa kolesterol tinggi terkait dengan konsumsi gula dengan berlebihan ini ditemukan oleh para peneliti di India. Memang, banyak pakar kesehatan, khususnya yang memiliki spesialisasi di bidang kesehatan jantung masih memperdebatkan hasil penemuan ini, namun mereka semua sepakat bahwa konsumsi gula dengan berlebihan bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan.

Salah satu pakar kesehatan yang mendukung hasil penelitian tentang kaitan antara konsumsi gula berlebihan dengan peningkatan kadar kolesterol tubuh adalah dr. G.R. Kane dari Hinduja Hospital. Menurut kane, banyak orang yang sadar jika kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak memang bisa meningkatkan kadar kolesterol tubuh. Hanya saja, kebanyakan dari mereka tidak sadar jika mengonsumsi gula dengan berlebihan juga bisa memberikan efek yang sama.

“Gula terkait dengan kolesterol karena jika jumlahnya terlalu banyak di dalam tubuh akan dikonversi menjadi tumpukan lemak. Lemak ini bisa mempengaruhi kadar kolesterol di dalam tubuh,” ungkap Kane.

Sementara itu, pakar kesehatan lainnya bernama Sunil Thanvi menyebutkan bahwa asupan makanan berkolesterol mempengaruhi 30 persen kolesterol darah. Ia pun mengkhawatirkan pola makan masyarakat yang semakin tidak sehat sehingga bisa menyebabkan risiko terkena kolesterol tinggi di usia muda.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita membatasi asupan makanan bergula setiap hari demi mencegah datangnya berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...