Langsung ke konten utama

Apa Itu Antioksidan? Ketahui Jenis, Sumber, Manfaatnya bagi Tubuh!

antioksidan-doktersehat

DokterSehat.Com – Antioksidan dan radikal bebas merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Radikal bebas yang disebut dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada tubuh dapat dicegah kerjanya oleh antioksidan yang diproduksi tubuh maupun didapatkan dari luar tubuh. Ingin mengetahui lebih jauh tentang antioksidan dan manfaatnya untuk tubuh? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini!

Antioksidan dan Radikal Bebas

Antioksidan adalah molekul yang dapat mencegah dan memperlambat proses oksidasi molekul lain, termasuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang memiliki elektron yang tidak berpasangan dan dapat mengambil elektron dari sel dan DNA dalam tubuh.

Hal ini lah yang kemudian menyebabkan kerusakan sel-sel pada tubuh. Keberadaan zat antioksidan adalah untuk menyumbangkan elektron pada radikal bebas agar radikal bebas tidak merusak sel tubuh. Semakin banyak radikal bebas yang mungkin memapar tubuh, maka semakin banyak juga zat antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Radikal bebas bisa berasal dari proses oksidasi tubuh atau berasal dari luar tubuh. Radikal bebas yang berasal dari luar tubuh bisa berasal dari makanan, polusi udara, hingga paparan sinar matahari.

Jenis Antioksidan

Jenis antioksidan berbeda-beda dan memiliki mekanisme kerjanya masing-masing. Tubuh secara alami menghasilkan antioksidan alami, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan antioksidan tubuh, sehingga dibutuhkan jenis antioksidan yang berasal dari luar tubuh.

Berikut adalah beberapa jenis antioksidan alami paling umum yang didapatkan dari luar tubuh:

1.  Vitamin A

Setiap vitamin memiliki fungsinya masing-masing bagi tubuh. Vitamin A merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan mata dan juga merawat kulit. Selain itu, vitamin A juga merupakan salah satu zat antioksidan yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan mencegah infeksi.

2. Vitamin C

Selain vitamin A, vitamin lain yang merupakan antioksidan adalah vitamin C. Vitamin yang satu ini memang merupakan vitamin paling penting untuk menjaga sistem imun tubuh. Vitamin C mampu untuk mengakhiri reaksi berantai radikal bebas yang dapat merusak sel.

3. Vitamin E

Vitamin lannya yang merupakan jenis antioksidan adalah vitamin E. Vitamin ini bertugas untuk melindungi membran sel agar terhindar daru kerurasakan yang diakibatkan oleh radikal bebas.

4. Selenium

Selain membutuhkan vitamin, tubuh juga membutuhkan berbagai jenis mineral. Salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh adalah selenium yang berperan dalam menjaga fungsi kognitif otak, membantu sintessis DNA, menjaga metabolisme hormon tiroid, dan menjaga sistem kekebalantubuh. Selenium juga bertindak sebagai antioksidan bagi tubuh.

5. Mangan

Selain selenium, mineral lain yang dibutuhkan tubuh adalah mangan. Jumlah mangan yang dibutuhkan oleh tubuh memang tidak terlalu besar, tetapi mangan memiliki peran yang cukup penting bagi tubuh seperti sebagai antioksidan, dan menjaga tulang serta jaringan ikat.

6. Karotenoid

Karoten atau karotenoid adalah senyama kimia yang memberikan pigmen alami pada sayuran dan buah-buahan. Semua jenis karotenoid merupakan antioksidan, Beberapa jenis karotenoid yang paling umum ditemukan adalah seperti beta-karoten, likopen, lutein, dan zeaxanthin.

7. Fenol

Fenol merupakan zat kristal yang tidak memiliki warna namun memiliki bau yang khas. Senyawa fenol dan turunannya dapat berfungsi sebagai antioksidan. Beberapa jenis fenol antara lain seperti tanin, kumarin, asam elagik, dan flavonoid.

Sumber Antioksidan yang Baik

Sumber antioksidan dari luar tubuh umumnya dibedakan menjadi dua jenis yaitu antioksidan alami yang berasal dari buah-buahan dan sayuran atau antioksidan yang berasal dari suplemen. Jika keduanya dibandingkan, tentu dapat dikatakan bahwa antioksidan alami akan lebih baik dari antioksidan dari suplemen.

Antioksidan dari suplemen hanya dibutuhkan dalam kondisi tertentu jika kebutuhan antioksidan benar-benar tidak dapat dipenuhi oleh antioksidan alami. Berikut adalah beberapa jenis makanan sumber antioksidan yang baik untuk dikonsumsi:

1. Buah-buahan

Salah satu sumber antioksidan paling aman dan paling baik untuk dikonsumsi adalah buah-buahan. Beberapa jenis buah yang kaya antioksidan adalah seperti aneka buah berry, buah ceri, jeruk, anggur, nanas, apel, manga, pisang, dan pepaya.

2. Sayuran

Sumber antioksidan alami yang kedua adalah sayur-sayuran. Jia ingin mendapatkan manfaat yang lebih banyak dari sayur-sayuran, maka sebaiknya mengonsumsi sayuran yang dimasak tidak terlalu matang atau bahkan dimakan mentah. Sayuran yang tinggi antioksidan antara lain seperti brokoli, bayam, paprika, asparagus, tomat, dan kubis merah.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga merupakan sumber antioksidan yang baik. Jenis kacang yang tinggi antioksidan adalah seperti kacang kenari, kacang brazil, almond, dan kacang pecan. Cara mengolah kacang yang sehat juga tentunya juga harus diperhatikan jika Anda ingin mengonsumsi kacang untuk mendapat manfaatnya sebagai antioksidan.

4. Makanan dan minuman lainnya

Berbagai jenis makanan lainnya yang tidak termasuk ke dalam buah, sayur, maupun kacang juga banyak yang mengandung antioksidan tinggi. Contoh makanan dengan antioksidan tinggi adalah seperti kopi dan teh tanpa gula, telur, olahan susu, ikan, gandum utuh dan banyak makanan lainnya.

Manfaat Antioksidan

Secara umum, manfaat antioksidan adalah untuk melawan radikal bebas dan mencegah stres oksidatif. Berdasarkan keguannya tersebut, Antioksidan memiliki manfaat spesifik untuk tubuh seperti berikut ini:

1. Mencegah penyakit kardiovaskular

Manfaat antioksidan yang pertama adalah mencegah penyakit kardiovaskular. Beberapa jenis antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan selenium mampu untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke hingga 50%.

2. Menjaga kemampuan kognitif

Manfaat antioksidan selanjutnya adalah menjaga kemampuan kognitif. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, kemampuan kognitifnya juga akan menurun. Antioksidan telah dibuktikan mampu untuk meningkatkan memori seseorang dan mencegah pikun. Antioksidan juga dapat melancarkan sirkulasi darah ke otak sehingga sel otak tetap terjaga nutrisinya.

3. Mencegah kanker

Manfaat antioksidan yang ketiga adalah mencegah kanker. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab berkembangnya sel kanker. Maka dari itu, konsumsi makanan kaya akan antioksidan juga merupakan salah satu cara untuk terhindar dari kanker.

4. Meningkatkan imunitas tubuh

Zat antioksidan juga berperan dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh. Konsumsi makanan atau minuman yang kaya antioksidan juga diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Antioksidan juga dipercaya mampu untuk membantu mengatasi gangguan tubuh yang terkait dengan masalah imunitas tubuh.

5. Meningkatkan kerja organ tubuh

Antioksidan juga dapat membantu untuk memelihara fungsi berbagai organ tubuh. Antioksidan dapat mencegah stres oksidatif yang bisa menyebabkan gangguan hati. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa antioksidan mampu untuk mencegah perkembangan gangguan ginjal.

6. Mencegah penuaan dini

Radikal bebas juga diketahui merupakan salah satu penyebab penuaan dini. Konsumsi makanan dengan kandungan antioksidan tinggi dipercaya dapat mencegah gejala penuaan dini muncul.

Antioksidan memiliki peran yang sangat besar bagi tubuh. Tapi ternyata kebutuhan antioksidan pada setiap orang berbeda-beda. Cara paling aman untuk mendapatkan antioksidan adalah melalui konsumsi makanan yang kayan akan antioksidan. Sebaiknya jangan gunakan suplemen antioksidan tanpa berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.

Selain mengonsumsi makanan dengan antioksidan tinggi, menjaga pola makan, berolahraga secara rutin, dan juga menghindari rokok juga merupakan langkah yang penting untuk menangkal radikal bebas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...