Langsung ke konten utama

Akibat Diabetes, Zumi Zola Kini Sulit Melihat

zumi-zola-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/fokustoday

DokterSehat.Com– Selebritis yang pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jambi, Zumi Zola dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan. Sebagai informasi, Zumi kini berada di dalam tahanan karena tersandung kasus korupsi. Sebelumnya, Zumi sudah menderita diabetes. Tidak menerapkan gaya hidup yang jauh lebih sehat saat berstatus tahanan, diabetes yang diidapnya semakin memburuk. Kini, Zumi bahkan kesulitan untuk melihat dengan jelas.

Zumi mulai menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jambi pada 2012 silam. Sayangnya, ia kemudian ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima gratifikasi dari cukup banyak rekanan ataupun konsultan proyek infrastruktur di provinsi yang ada di Pulau Sumatera tersebut. Menurut jaksa yang ikut menuntutnya, Zumi menerima uang lebih dari Rp40 miliar!

Pengacara Zumi, Muhammad Farizi menyebut kliennya sudah menderita diabetes sejak 2007. Sayangnya, selama di tahanan kadar gula darahnya tidak dapat dikendalikan sehingga kondisinya semakin memburuk. Farizi juga menyebut kondisi mata Zumi sudah sangat parah sehingga mereka pun mengajukan permohonan kepada KPK untuk menjalani pengobatan. Permohonan ini kemudian dikabulkan oleh KPK.

“Mata Zumi sudah susah untuk melihat. Melihat kondisi ini, KPK mau memfasilitasi klien saya untuk berobat ke dokter spesialis,” jelas Farizi.

Salah satu komplikasi yang paling sering menyerang penderita diabetes adalah retinopati diabetik, penyakit yang menyerang kesehatan mata. Tingginya kadar gula darah akan memicu kerusakan pada pembuluh darah yang ada di retina mata. Dalam beberapa kasus, pembuluh darah bahkan bisa saja mengalami kebocoran yang akhirnya mempengaruhi kemampuan retina mata dalam menangkap gambar. Hal inilah yang membuat penderita diabetes mengalami gangguan penglihatan. Bahkan, jika tak kunjung ditangani dengan baik, penderitanya bisa sampai mengalami kebutaan.

Penderita retinopati diabetik harus segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Prosedur yang bisa dilakukan dokter bisa berupa operasi, perawatan dengan laser, atau pemberian obat-obatan, bergantung pada seberapa parah kondisi retinopati diabetik yang dialami.

Selain mengendalikan kadar gula darah tetap dalam kondisi yang aman, penderita diabetes harus menghindari asap rokok jika tidak ingin mengalami komplikasi yang menyerang kesehatan mata ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...