Langsung ke konten utama

7 Pemicu Menurunnya Gairah Seksual pada Wanita

libido-rendah-wanita-doktersehat

DokterSehat.Com – Berbeda dengan pria yang cenderung memiliki gairah seksual yang besar, wanita tidak selalu bergairah dalam seks setiap saat. Kalau pun memiliki gairah seks atau libido, jangka waktunya tidak akan lama. Terlebih wanita yang masalah pada mood atau suasana hatinya, libido bisa lenyap dengan mudah begitu saja.

Nah, karena dalam seks, kenikmatan dua belah pihak itu adalah yang penting, ada baiknya pria lebih mengetahui apa saja yang bisa membuat wanita jadi tidak mood bercinta. Dengan mengetahui ini pria bisa menjaga diri dan mempertahankan libido pasangannya atau membantu pasangan agar selalu bergairah.

Berikut beberapa pemicu penurunan gairah seks yang terjadi pada wanita.

  1. Masalah body image

Wanita memiliki masalah dengan body image. Akibat kondisi ini mereka tidak percaya diri di depan pasangannya. Misal wanita takut kalau sampai perutnya yang buncit dilihat oleh pasangan. Selain itu, wanita juga takut kalau pria tidak suka dengan ukuran dari payudaranya yang terlalu kecil.

Sebenarnya wanita tidak perlu memusingkan masalah body image ini. Tidak semua pria memusingkan masalah fisik dari pasangan. Jadi, wanita tidak perlu khawatir hingga saat melakukan seks lampu kamar haru dimatikan terlebih dahulu.

  1. Memiliki trauma di masa lalu

Wanita yang memiliki trauma karena kekerasan seks yang dialaminya di masa lalu. Misal wanita akan merasa takut saat disentuh area leher karena mengingatkannya dengan kejadian di masa lalu. Kalau kejadian di masa lalu sudah timbul kembali, mood untuk melakukan seks akan hilang begitu saja.

  1. Tidak memiliki cukup testosteron

Anda tidak salah membaca, wanita juga membutuhkan testosteron di dalam tubuhnya. Meski jumlah hormon ini tidak banyak, kehadirannya bisa menaikkan libido pada wanita sehingga mereka mau melakukan seks dengan pasangan tanpa merasa sedang dipaksa.

Cara terbaik untuk menaikkan kadar hormon ini adalah dengan mengonsumsi daging merah atau tiram. Selain itu memperbanyak makanan pedas juga bisa menyebabkan wanita memiliki dorongan seksual yang tinggi.

  1. Seks selalu sakit

Seks yang sakit membuat wanita enggan mengulanginya. Rasa sakit ini biasanya terjadi karena pasangan kurang bisa melakukan pemanasan dengan baik atau ada masalah dengan dalam dari reproduksi wanita.

Penyakit seperti endometriosis dan juga mioma bisa membuat seks selalu terasa sakit. Bahkan, kalau sudah parah bisa memicu terjadinya perdarahan.

  1. Terlalu stres

Stres yang berlebihan karena banyak hal seperti pekerjaan juga menyebabkan wanita mengalami masalah dengan libidonya. Stres yang muncul bisa menyebabkan wanita susah tidur, jarang makan, energi menurun, dan kurang bisa konsentrasi saat melakukan banyak hal termasuk seks.

  1. Punya masalah dengan pasangan

Memiliki masalah dengan pasangan dan terjadi pertengkaran mungkin membuat wanita malas melakukan seks. Bahkan untuk sekadar berbicara saja wanita sudah enggan melakukannya. Kalau kondisi ini terus berjalan, pembicaraan intens harus dilakukan agar masalah segera usai.

  1. Kurang rasa percaya

Seks yang benar harus dijalani dengan konsensus atau kesepakatan bersama. Tanpa kesepakatan bersama, seks akan berjalan satu arah saja. Bahkan, seks bisa saja terjadi dengan paksaan karena pihak wanita tidak mau melakukannya.

Kondisi ini biasanya terjadi karena menurunnya rasa percaya dengan pasangan. Kecurigaan yang besar terhadap pasangan juga menyebabkan wanita malas melakukan seks dengan suaminya.

Dari tujuh masalah yang bisa menurunkan libido dari wanita dengan signifikan di atas, mana saja yang sering terjadi pada pasangan? Semoga setelah mengetahui hal di atas Anda dan pasangan bisa melakukan berbagai hal agar seks bisa dilakukan dengan antusias.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...