Langsung ke konten utama

7 Jenis Buah yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

buah-untuk-diabetes-doktersehat

DokterSehat.Com – Seseorang yang mengalami diabetes biasanya tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang manis atau berbagai jenis karbohidrat sederhana seperti nasi. Mengonsumsi makanan itu akan membuat gula darah di dalam tubuh meningkat cukup signifikan sehingga kemungkinan terjadi masalah akan besar.

Nah, selain makanan manis dan aneka karbohidrat sederhana, ada baiknya menghindari beberapa jenis buah. Buah yang harus dihindari di bawah ini bisa menyebabkan gula darah di dalam tubuh meningkat dan penderita jadi lemas hingga berisiko alami komplikasi lainnya. Berikut beberapa buah yang harus dihindari penderita diabetes.

  1. Ceri

Satu buah ceri yang segar mengandung 1 gram karbohidrat. Kalau Anda memakan satu mangkuk kecil bisa saja jumlahnya meningkat. Oh ya, karbohidrat dari ceri sendiri juga meningkat kalau sudah dibuat dalam bentuk buah kaleng dan digunakan sebagai penghias kue tar.

  1. Anggur

Memakan anggur yang ukuran kecil mungkin akan membuat Anda tidak sadar sudah menyantap banyak butirnya dalam sekali jalan. Padahal satu butir anggur mengandung setidaknya 1 gram karbohidrat. Nah, kalau makan setengah tanda atau satu tandan kecik, jumlah karbohidrat yang masuk juga akan banyak.

  1. Nanas

Nanas memiliki rasa asam dan manis. Meski buah ini baik untuk mengatasi dehidrasi dan menambah asupan vitamin pada tubuh, mengonsumsi dalam jumlah banyak akan berbahaya. Oleh karena itu pembatasan harus dilakukan agar gula darah tidak meningkat dengan instan.

Nanas juga lebih baik dimakan saat segar setelah dipotong. Jangan dicampur dengan bahan lain apalagi gula atau sirop agar rasanya lebih manis.

  1. Pisang

Pisang adalah buah yang kerap digunakan sebagai alternatif sumber karbohidrat. Dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, buah ini tidak disarankan untuk penderita diabetes. Makan sedikit saja bisa menaikkan gula darah dengan cepat.

  1. Mangga

Mangga bisa dikonsumsi dengan berbagai jenis kematangan. Ada mangga yang dikonsumsi dalam bentuk mentah, setengah matang, dan matang. Semakin tinggi tingkat kematangan dari mangga dan buahnya menjadi empuk, glycemic index akan meningkat juga sehingga tidak cocok untuk penderita diabetes.

Satu buang mangga matang dengan ukuran sedang akan memberikan asupan nutrisi seperti vitamin C untuk daya tahan. Sayangnya buah tropis ini juga memberikan banyak sekali gula dan karbohidrat. Dalam satu kali makan Anda akan mendapatkan 26 gram gula dan 30 gram karbohidrat.

  1. Buah penghasil jus

Beberapa buah yang bisa menghasilkan jus seperti jeruk peras memang sehat kalau dikonsumsi mereka yang non diabetes. Namun, kalau mereka mengalami diabetes, kemungkinan terjadi masalah akan cukup tinggi. Satu gelas buah peras mengandung setidaknya 30 gram gula, 30 gram karbohidrat, dan tidak memiliki serat.

Seperti yang kita tahu gula dan karbohidrat adalah hal yang patut dihindari. Meminum satu gelas perasan jeruk manis sama halnya memasukkan 60 gram karbohidrat. Gula darah di dalam tubuh bisa mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga gangguan tubuh bisa langsung terjadi.

  1. Buah kering

Buah kering kadang memiliki rasa manis dan asam dan bergantung jenisnya. Kalau jenis anggur mungkin agak sedikit manis seperti kismis. Nah, buah ini mengandung cukup banyak gula dan karbohidrat meski terlihat kecil dan dimampatkan. Hindari mengonsumsi buah kering terlalu banyak, kalau hanya 2-3 butir saja tidak masalah.

Inikah beberapa jenis buah yang tidak cocok untuk penderita diabetes. Semoga setelah membaca ulasan di atas, Anda yang menderita diabetes bisa lebih hati-hati saat mengonsumsi sesuatu termasuk buah yang sebenarnya sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...