Langsung ke konten utama

7 Hal Tentang Kondom yang Jarang Diketahui Pria

fakta-tentang-kondom-doktersehat

DokterSehat.Com – Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling mudah didapatkan dan harganya relatif murah. Kondom juga mudah digunakan oleh pria dan tidak menimbulkan efek samping kecuali pada mereka yang mengalami alergi dengan lateks sehingga butuh kondom jenis lain yang lebih aman.

Nah, selain masalah kemudahan akses untuk mendapatkannya, kondom juga masih memiliki banyak hal yang harus diketahui oleh pria. Pertama tentang pembuatannya, selanjutnya tentang cara penggunaannya, dan efektivitasnya dalam mencegah penyakit seks dan juga kehamilan.

Berikut beberapa hal tentang kondom yang jarang sekali diketahui oleh pria padahal sangat penting.

  1. Kondom tidak memiliki lubang kecil

“Kondom dianggap tidak efektif untuk mencegah penularan penyakit seks dan juga kehamilan. Di dalam kondom terdapat beberapa lubang kecil tidak kasat mata.” Pernyataan ini sangat salah kaprah karena kondom pada dasarnya merupakan alat kesehatan yang dalam produksinya diawasi dengan ketat.

Kondom harus diuji terlebih dahulu dengan baik. Kalau ada lubang di kondom, kemungkinan produksi tidak bisa terjadi. Di Amerika saja, kondom yang akan diimpor ke negara lain harus lulus tahap uji coba agar tidak muncul masalah saat digunakan.

  1. Kondom bisa mencegah penyakit seks dengan baik

Kondom bisa mencegah penyakit seks seperti klamidia dan gonore yang sangat berbahaya. Beberapa orang yang mengatakan kalau penyakit ini tidak bisa disembuhkan adalah salah. Faktanya, menggunakan kondom dengan benar bisa menurunkan risiko terkena gonore hingga 63% dan klamidia 26%.

  1. Menggunakan dua kondom tidak memberikan perlindungan ekstra

Beberapa orang pria yang menganggap kondom tidak aman menggunakan dua buah kondom dalam sekali waktu, Menggunakan kondom dalam sekali waktu sebenarnya sangat salah dan bisa menyebabkan masalah. Friksi yang terjadi justru besar dan mudah sekali robek.

Selain itu, pria juga tidak akan nyaman menggunakannya. Tekanan di penis semakin kuat sehingga pria susah menikmati kehidupan seksualnya secara maksimal.

  1. Ukuran kondom sangat penting untuk seks

Ukuran dari kondom memengaruhi seks dengan baik. Meski kondom bisa melar dan mengikuti bentuk dari penis. Anda tidak bisa menggunakan kondom terlalu besar atau kecil karena bisa membuat penis tidak nyaman dan mungkin lepas di dalam vagina.

  1. Kondom masih efektif untuk mencegah kehamilan

Kondom masih sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Asal pasangan tidak melakukan penetrasi secara langsung, peluang kehamilan masih bisa dicegah. Kasus kondom bocor bisa saja muncul karena Anda salah menyimpan, tertekuk, atau kedaluwarsa sehingga saat digunakan mengalami gangguan.

Gunakan kondom setiap melakukan seks agar peluang kehamilan menurun drastis. Sebelum menggunakan kondom cek kualitasnya dan gunakan pelumas yang benar agar tidak mudah rusak.

  1. Kondom nyaman digunakan dan tidak mengurangi kenikmatan

Kondom dianggap mengurangi kenikmatan sehingga banyak pria tidak mau menggunakannya. Sebenarnya kondom masih bisa memberikan kenikmatan pada pria. Syarat yang harus dimiliki kondom adalah ukurannya benar, tidak menyebabkan alergi, dan menggunakan pelumas. Kalau Anda memperhatikan beberapa faktor ini seks tetap bisa berjalan dengan lancar dan aman.

  1. Kondom mencegah HIV

Beberapa orang takut dengan orang yang memiliki HIV. Bahkan ada yang bilang kalau HIV bisa menular meski seks dilakukan dengan kondom. Faktanya, seks yang dilakukan dengan kondom bisa melindungi penularan HIV hingga 87 persen.

Demikiankah beberapa hal tentang kondom yang harus diketahui oleh pria dengan baik dan juga pasangannya. Dari beberapa hal di atas, mana saja yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...