Langsung ke konten utama

7 Gejala Gangguan Kesehatan pada Pria yang Tidak Bisa Diabakan

gejala-kesehatan-yang-tidak-boleh-diabaikan-pria-doktersehat

DokterSehat.Com – Dibandingkan dengan wanita, pria memang jarang sekali menjaga kesehatannya. Asal tubuh tidak mengalami gangguan, dan kuat bekerja, pria selalu menganggap dirinya sehat. Padahal apa yang terjadi pada tubuh tidak terlihat dengan jelas. Bahkan, gejala-gejala kecil yang sepertinya biasa bisa menjadi tanda penyakit yang berbahaya.

Kalau Anda tidak ingin kecolongan dengan kondisi kesehatan tubuh yang terlihat sehat lalu mendadak sakit. Ada baiknya untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh dengan baik. Perhatikan juga gejala-gejala di bawah ini agar Anda bisa waspada sejak awal sehingga kalau ada penyakit bisa segera diatasi dengan sempurna.

  1. Susah mempertahankan ereksi

Beberapa pria sering mengalami gangguan pada ereksi seperti susah mempertahankan ereksi dengan baik. Kondisi ini mungkin sementara saja dan akan kembali seperti semula. Meski pria hanya sementara saja, pria tidak bisa membiarkannya karena bisa jadi gangguan ereksi yang permanen.

Segera periksakan diri ke dokter. Kalau ada masalah dengan penis bisa saja terjadi. Biasanya gangguan ereksi bisa terjadi karena penyakit diabetes. Penyakit ini akan semakin parah kalau dibiarkan begitu saja.

  1. Susah menelan

Susah menelan pada pria bisa terjadi karena ada panas dalam di dalam tenggorokan. Selain itu rasa sakit juga bisa terjadi karena ada reflux asam yang naik dari lambung. Terakhir, kondisi ini bisa jadi tanda dari HIV dan juga tanda kanker esofagus sehingga Anda harus segera memeriksakan diri.

  1. Sudah tidur

Susah tidur pada pria bisa muncul karena banyak hal. Kalau setelah bangun tidur pria lebih banyak kencing, kondisi diabetes akan muncul. Selanjutnya kalau ada gangguan seperti terengah-engah dan berkeringat, pria berpotensi mengalami gangguan pada jantung dan juga stroke.

Kalau Anda merasa sering mengalami gangguan saat tidur, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan biarkan kalau kondisi ini sampai berlarut-larut karena bisa berakhir dengan gangguan yang cukup kompleks.

  1. Kenaikan berat badan terlalu cepat

Pria mungkin menganggap kalau penambahan berat badan yang cukup signifikan pada tubuh merupakan tanda dari kemakmuran. Namun, pertumbuhan lemak yang berlebihan merupakan tanda dari munculnya gangguan ereksi, penurunan kesuburan, dan memicu penyakit jantung.

Kalau tubuh mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, ada baiknya untuk segera melakukan olahraga dan mengatur makan. Kendalikan berat badan agar fungsi gerak, seksual, dan reproduksi tidak terganggu.

  1. Sakit saat buang air kecil

Saat buang air kecil dan Anda merasakan sakit pada penis atau di bawah perut, berarti sedang ada masalah pada penis. Kalau saat berkemih terasa sakit berarti sedang ada masalah pada prostat atau kandung kemih. Biasanya pembengkakan terjadi. Kalau saat berkemih urine ikut mengeluarkan darah artinya ada peluang kanker di prostat.

  1. Muncul kutil

Pria mungkin akan tidak acuh dengan munculnya kutil di kemaluan. Karena tidak mengganggu penis secara menyeluruh pria jadi mengabaikannya. Padahal kutil adalah tanda infeksi HPV. Kalau sampai terkena wanita, bisa masuk ke vagina dan memicu terjadinya kanker serviks.

  1. Testis terasa sakit

Testis terasa sakit dan cukup menyiksa saat disentuh? Bisa jadi itu merupakan tanda adanya varikokel atau infeksi yang berbahaya. Segera cek ukuran testis apakah besar sebelah atau tidak. Kalau muncul kejanggalan segera periksakan diri ke dokter agar tidak terjadi masalah yang lebih serius.

Inilah beberapa hal tentang gangguan pada pria yang harus diperhatikan dengan baik. Dari beberapa gejala di atas, mana saja yang pernah Anda alami atau sedang dialami sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...