Langsung ke konten utama

7 Efek Duduk Terlalu Lama pada Kesehatan Fisik Pria

efek-duduk-terlalu-lama-doktersehat

DokterSehat.Com – Ada dua jenis pekerjaan yang sering dilakukan oleh pria untuk mencari nafkah. Pertama adalah pekerjaan yang dilakukan dengan banyak berdiri dan bergerak. Pekerja outdoor kerap melakukan ini dengan efek samping berupa badan mudah capai meski kesehatan tubuh tetap terjaga karena kerja mirip olahraga.

Kedua adalah kerja yang banyak dilakukan dengan duduk. Pekerja kantoran yang berkutat dengan komputer akan kerap duduk selama berjam-jam setiap harinya. Kondisi ini menyebabkan pria mengalami gangguan pada tubuhnya hingga mudah mengalami sakit. Berikut ulasan lengkap tentang efek duduk terlalu lama pada pria yang harus diwaspadai.

  1. Kenaikan berat badan

Berdasarkan penelitian, banyak bergerak saat bekerja akan membuat tubuh membakar lemak menjadi energi. Jadi, meski belum makan pun energi masih tetap bisa dihasilkan dari pembakaran cadangan lemak di dalam tubuh.

Kalau Anda duduk terlalu lama di kursi dari pagi hingga siang lalu siang hingga sore, kemungkinan terjadi gerakan yang cukup besar akan rendah. Lemak yang ada di dalam tubuh tidak akan diolah menjadi energi. Bahkan, tubuh pun mengalami penurunan metabolisme.

  1. Kaki jadi lemah

Duduk terlali lama akan membuat otot di kaki tidak bekerja dengan maksimal. Akibat jarang digunakan inilah pria akan sering tidak tahan saat berjalan. Pada kondisi tertentu pria juga mudah jatuh saat berlari. Agar kaki tetap terjaga dengan baik, usahakan untuk tetap berjalan selama 15 menit setiap hari.

  1. Nyeri punggung meningkat

Salah satu gangguan yang paling sering terjadi pada tubuh saat duduk terlalu lama adalah nyeri pada punggung. Nyeri ini muncul karena posisi duduk dari pria yang kadang tidak benar, punggung membungkuk ke depan dan kepala terus menghadap depan selama berjam-jam.

Nyeri punggung bisa sedikit diatasi dengan mengganjal bagian belakang tubuh. Selain itu, beri waktu pada tubuh untuk melakukan relaksasi. Misal setelah bekerja selama 2 jam Anda berdiri dan jalan kaki selama 5 menit. Jangan tahan tubuh untuk tetap duduk kalau rasa nyeri sudah sangat parah.

  1. Gangguan jantung

Dari sebuah studi yang dilakukan, duduk selama lebih dari 23 jam dalam satu minggu ternyata bisa meningkatkan risiko mengalami gangguan jantung sebanyak 64 persen. Karena Anda bekerja di kursi lebih dari 23 jam seminggu, ada baiknya untuk rutin memeriksakan diri.

  1. Risiko diabetes meningkat

Duduk terlalu lama akan membuat pria rentan sekali mengalami kegemukan. Kondisi ini menyebabkan pria bisa mengalami diabetes akibat gula darah di dalam tubuh yang terlalu tinggi.

  1. Leher dan pundak kaku

Leher dan pundak akan sering kaku kalau Anda duduk selama berjam-jam dengan posisi yang sama. Area ini akan sering nyeri sehingga Anda akan merasa tidak nyaman saat bekerja. Beri salep atau koyo hangat kalau Anda sudah mulai tidak tahan. Selain itu coba sebulan sekali atau dua kali untuk pijat agar tidak mudah pusing.

  1. Risiko kanker naik

Duduk terlalu lama memang tidak serta-merta membuat seseorang langsung mengalami kanker. Namun, risiko seseorang mengalami kanker akan besar. Dari risiko ini, seseorang bisa mengalami kanker kalau kesehatan tubuh tidak dijaga dengan maksimal.

Beberapa jenis kanker yang bisa naik risikonya karena duduk adalah paru-paru dan juga usus. Jadi, kalau Anda sudah mulai merasa capek saat duduk, berdirilah sejenak atau jalan 5 menit sebelum duduk kembali.

Dari tujuh tanda duduk terlalu lama di atas, mana saja yang sering Anda alami? Semoga setelah mengetahui dampak di atas, Anda bisa lebih memerhatikan posisi duduk dan melakukan peregangan agar tubuh tidak mudah kaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...