Langsung ke konten utama

7 Alasan Wanita Melakukan Operasi Histerektomi

alasan-hiserektomi-doktersehat

DokterSehat.Com – Histerektomi adalah proses pengangkatan rahim pada wanita. Ini adalah salah satu jenis operasi atau tindakan yang sangat ditakuti dan dihindari oleh wanita. Pada beberapa kondisi, sebagian rahim, seluruh rahim, dan ovarium bisa diangkat dari tubuh. Alasan melakukan histerektomi ini agar kesehatan wanita tidak menurun.

Alasan Melakukan Histerektomi (Medis)

Pengangkatan rahim ini tertentu memunculkan beberapa persoalan. Pertama adalah masalah komplikasi saat operasi. Selanjutnya masalah memperoleh keturunan. Karena histerektomi dilakukan dengan penghilangan rahim dan kadang disertai ovarium, peluang wanita mendapatkan kehamilan akan rendah atau tidak ada sama sekali.

Berikut beberapa alasan melakukan histerektomi pada wanita:

  1. Mioma

Mioma adalah salah satu penyebab utama mengapa wanita harus sampai melalukan histerektomi. Mioma adalah tumor jinak yang tumbuh di lapisan otot rahim baik di luar, tengah, atau dalam. Pertumbuhan ini menyebabkan benjolan besar di dalam rahim sehingga wanita akan susah mengalami pembuahan dan kehamilan.

Pada kondisi tertentu, mioma yang tumbuh di permukaan rahim bisa memiliki jaringan sendiri dan memilih pembuluh darah besar. Kondisi ini memicu terjadinya perdarahan dan rasa sakit yang intens. Beberapa wanita sering menggunakan KB hormonal untuk mengendalikan pertumbuhan mioma.

Kalau mioma sudah membesar dan memenuhi rahim, wanita akan rawan mengalami perdarahan dan mengancam nyawa. Oleh karena itu pengangkatan rahim harus dilakukan untuk mengembalikan kesehatan wanita.

  1. Endometriosis

Meski menimbulkan masalah yang kurang lebih sama, endometriosis disebabkan oleh lapisan rahim sendiri. Lapisan endometrium harusnya tumbuh saat masa subur dan luruh saat menstruasi. Pada kondisi endometriosis pertumbuhan lapisan ini berjalan dengan masif dan bisa menyebar hingga ke ovarium dan luar rahim.

Jalan satu-satunya untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menekan pertumbuhan. Kalau kondisi sudah parah, histerektomi harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa dari wanita.

  1. Kanker

Penyebab histerektomi oleh kanker bisa dikatakan menyumbang 10 persen dari total tindakan. Kanker yang menyebabkan kondisi ini adalah kanker rahim ovarium, serviks, dan endometrium. Karena kanker tidak bisa disembuhkan dan rawan menyebar, histerektomi dilakukan agar kondisi tidak semakin serius.

  1. Infeksi

Infeksi di panggul yang parah karena penyakit menular seks juga bisa memicu histerektomi kalau menyebar ke rahim. Kalau tidak, tindakan medis lain bisa dilakukan. Histerektomi karena kondisi ini biasanya sangat jarang terjadi.

  1. Hiperplasia

Kondisi hiperplasia menyebabkan wanita sering alami perdarahan hebat saat menstruasi. Abnormalitas  ini terjadi karena lapisan rahim cukup tebal sehingga membutuhkan banyak estrogen dan bisa memicu munculnya kanker di rahim perlahan-lahan.

  1. Komplikasi perdarahan

Alasan melakukan histerektomi atau mengangkat rahim dan ovarium adalah munculnya komplikasi. Kondisi ini memicu terjadinya gangguan pada tubuh wanita seperti sering lemas dan tidak tahan dengan rasa sakit. Kalau perdarahan abnormal tidak segera diatasi, kemungkinan komplikasi terjadi hingga kematian akan besar.

Kalau Anda merasa memiliki perdarahan di vagina dan tidak normal, segera periksakan diri. Dengan melakukannya Anda bisa menurunkan risiko histerektomi.

  1. Komplikasi saat persalinan

Setiap wanita memiliki kondisi sendiri-sendiri saat persalinan. Ada yang berjalan lancar dan ada juga yang banyak masalah sehingga muncul komplikasi. Kalau wanita sampai mengalami komplikasi di rahim dan berisiko sebabkan gangguan pada tubuh, maka histerektomi harus dilakukan. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut hal yang lebih buruk bisa saja terjadi.

Semoga tidak ada alasan histerektomi yang harus Anda lakukan di masa mendatang. Mari lebih menjaga organ reproduksi mulai sekarang. Kalau ada sedikit masalah, segera lakukan pemeriksaan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...