Langsung ke konten utama

5 Waktu Paling Pantang untuk Melakukan Seks

waktu-bercinta-paling-tidak-tepat-doktersehat

DokterSehat.Com – Seks adalah kebutuhan yang dimiliki oleh semua orang baik itu pria atau wanita. Melakukan seks secara rutin akan memberikan kesehatan pada tubuh dan juga menurunkan stres. Mereka yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan, melakukan seks secara rutin juga bisa meningkatkan peluang pembuahan.

Aktivitas seks bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja asal aman dan kondisi tubuh sedang baik. Kalau kondisi tubuh sedang tidak memungkinkan, ada baiknya untuk menghindari seks terlebih dahulu. Selain itu, ada beberapa waktu tertentu yang pantang digunakan untuk aktivitas seks. Berikut selengkapnya.

  1. Saat ada perdarahan vagina

Kalau vagina sedang ada pada kondisi sehat, seks bisa dilakukan kapan saja dengan intens. Namun, pasangan harus melakukan pemanasan dengan baik agar pelumas di rongga vagina terbentuk dan seks tidak sakit. Kalau sebelum seks vagina sudah mengalami karena beberapa kondisi, seks tidak disarankan untuk dilakukan.

Perdarahan yang terjadi pada wanita biasanya dipicu karena beberapa hal. Yang paling sering adalah endometriosis yang cukup parah dan mioma. Perdarahan ini muncul dengan sendirinya atau kalau ada penetrasi dari penis. Seks pada kondisi ini tidak disarankan karena bisa membuat wanita merasakan sakit yang cukup besar.

  1. Sebelum pemeriksaan Pap Smear

Wanita disarankan untuk melakukan Pap Smear setiap beberapa tahun sekali. Dengan melakukan pemeriksaan ini, wanita akan tahu ada atau tidaknya sel kanker pada serviks. Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan memasukkan alat hingga ke serviks untuk mengambil sampel sel di sana sebelum dideteksi.

Kalau wanita melakukan seks sebelum Pap Smear atau paling tidak 1-2 hari sebelumnya, bisa jadi ada perubahan pada struktur serviks. Hasil dari pemeriksaan Pap Smear bisa jadi bermasalah. Oleh karena itu jangan lakukan seks sebelum pemeriksaan. Kalau terlanjut melakukan seks, tunda hingga lebih dari 2 hari.

  1. Setelah pembedahan

Kalau wanita mengalami operasi pada tubuhnya baik di area vagina atau perut, seks harus ditunda dahulu selama beberapa saat hingga tubuh benar-benar sembuh. Kalau seks tidak ditunda padahal di perut sedang ada luka jahitan, kondisinya akan semakin parah. Hal ini juga berlaku kalau di area vagina ada luka jahitan.

Meski seks tidak bisa dilakukan, bukan berarti pasangan tidak bisa melakukan apa-apa. Yang panting tidak melakukan penetrasi, saling merangsang atau melakukan masturbasi adalah salah satu cara yang direkomendasikan.

  1. Saat ada infeksi pada vagina

Vagina juga bisa mengalami infeksi akibat penyakit menular seksual. Infeksi ini biasanya ditandai dengan munculnya gangguan berupa perdarahan, keputihan, dan rasa panas yang tidak nyaman. Pada kondisi seperti ini, seks tidak bisa dilakukan karena bisa memperburuk keadaan meski pria menggunakan kondom.

Kalau pria tidak menggunakan kondom, kondisi bisa lebih parah. Sembuhkan dahulu infeksi yang terjadi baru melakukan seks.

  1. Kehamilan sedang bermasalah

Sebenarnya pasangan masih bisa melakukan seks saat hamil. Bahkan pada trimester akhir kehamilan pun, pasangan disarankan melakukan seks untuk membantu persalinan. Sayangnya tidak semua kondisi kehamilan, rahim, dan janin pada wanita sama. Kalau kondisinya sehat, seks bisa dilakukan dengan baik tanpa ada gangguan sama sekali.

Kalau wanita mengalami gangguan seperti ada perdarahan dan janin di dalam rahim mengalami gangguan pertumbuhan, seks tidak bisa dilakukan. Kalau pasangan ingin melakukan seks, lebih menunggu hingga bulan ketiga setelah persalinan. Sebelum itu seks hanya bisa dilakukan tanpa penetrasi.

Inilah beberapa waktu yang membuat Anda pantang melakukan seks. Semoga bisa menambah pengetahuan kita semua sehingga seks tetap bisa dilakukan dengan baik tanpa perlu mengganggu hal lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...