Langsung ke konten utama

5 Tanda Wanita Overtraining Olahraga pada Wanita

olahraga-berlebihan-pada-wanita-doktersehat

DokterSehat.Com – Secara fisik, tubuh pria dan wanita memang sedikit berbeda dari struktur tulang dan juga otot. Perbedaan ini membuat kekuatan wanita untuk melakukan olahraga tidak sebaik pria dengan kondisi badan yang sama. Kalau wanita memaksakan diri untuk melakukannya, bukan kesehatan yang akan didapatkan, tapi sakit pada tubuh.

Saat melakukan olahraga, wanita dituntut untuk fokus dan menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Kalau masih mampu melakukannya, terus tekan tubuh hingga maksimal. Kalau sudah melewati batas, lebih baik istirahat dan lanjut esok hari agar tubuh tetap bugar dan olahraga tidak terhenti.

Kalau Anda terus melakukan olahraga secara berlebihan atau overtraining, bisa jadi beberapa hal. Ini beberapa tanda overtraining pada wanita:

  1. Perkembangan jadi sudah terlihat

Salah satu alasan yang membuat seseorang melakukan olahraga terlalu banyak adalah ingin segera mendapatkan tubuh yang ideal. Dampaknya, wanita jadi rutin melakukan olahraga setiap hari mulai dari pagi dan sore hari. Olahraga yang baik dilakukan satu kali sehari dengan durasi sekitar 45-60 menit.

Kalau olahraga dilakukan terlalu berlebihan Anda tidak akan menikmati setiap perubahan yang ada. Setiap melihat cermin atau menggunakan timbangan badan, Anda selalu berharap mendapatkan progress yang besar, padahal semua berproses perlahan-lahan. Kalau ekspektasi yang Anda inginkan terlalu besar, perubahan kecil pun akan dianggap tidak ada.

  1. Perubahan hormon pada tubuh

Wanita yang melalukan olahraga terlalu keras akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya, perubahan ini menyebabkan wanita sering mengalami gangguan saat menstruasi. Karena tubuh terlalu capai, menstruasi bisa datang terlambat dari jadwal yang seharunya.

Lakukan olahraga dengan selang waktu, misal dua hari sekali. Kalu pun melakukannya setiap hari batasi durasi waktu dan juga intensitasnya.

  1. Terus mengalami nyeri

Melakukan olahraga memang akan menyakiti otot dan persendian meski dilakukan dengan benar. Nah, otot yang sakit ini biasanya akan menyembuhkan diri setelah beberapa hari. Kalau wanita rutin melakukan olahraga, rasa sakit atau nyeri pada tubuh biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Kalau kondisi njarem atau DOMS (delay onset muscle soreness) ini terus munculnya berarti ada yang salah dengan tubuh. Biasanya kondisi nyeri ini akan berjalan selama 2-3 hari kalau wanita jarang olahraga dan 1-2 hari kalau sudah terbiasa melakukan olahraga secara rutin setiap harinya. Kenali kondisi ini dengan baik agar tidak mengalami overtraining.

  1. Sering kehabisan energi

Kalau Anda terlalu capai berolahraga dan terus memaksakan diri untuk melakukannya setiap hari, peluang terjadi gangguan pada tubuh akan besar. Rasa lemas dan kehabisan energi akan muncul setiap hari dan mengganggu aktivitas kerja.

Kondisi lemas ini akan parah kalau saat diet Anda membatasi jumlah kalori dengan terlalu besar. Padahal olahraga sudah memangkas kalori yang masuk ke tubuh.

  1. Gangguan tidur dan mental

Olahraga yang dilakukan dengan benar akan membuat Anda menjadi lebih sehat dan bugar. Bahkan kalau Anda awalnya mengalami insomnia, gangguan itu bisa segera dilenyapkan dengan mudah. Sayangnya melakukan olahraga terlalu berat justru membuat Anda mengalami gangguan susah tidur dan mental.

Karena terlalu capai dan juga lemas, Anda akan susah konsentrasi dalam melakukan banyak hal. Ditambah dengan perkembangan yang tidak terlihat, Anda jadi stres dan akhirnya malas melakukan olahraga lagi. Semangat olahraga sangat disarankan, tapi mengetahu kemampuan tubuh dengan baik juga sangat penting.

Nah, dari beberapa tanda di atas mana saja yang sering Anda alami? Semoga setelah mengetahui tanda di atas Anda tetap mau berolahraga dengan baik dan menjaga tubuh agar tidak terlalu lelah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...