Langsung ke konten utama

5 Risiko yang Akan Menimpa Wanita Perokok Aktif

efek-merokok-pada-wanita-doktersehat

DokterSehat.Com – Selama ini rokok memang selalu identik dengan pria dan dihubungkan pada maskulinitas. Namun, penikmat rokok juga berasal dari kaum hawa. Mereka merokok dengan aktif dan kadang sampai mengalami kecanduan sehingga dalam satu hari bisa habis lebih dari satu pak dan diulangi terus-menerus.

Rokok memang memberikan efek buruk pada pria dan wanita. Namun, secara spesifik lagi, rokok juga memengaruhi banyak aspek kehidupan pada wanita mulai dari kesehatan tubuh secara menyeluruh hingga kesehatan organ seksual dan reproduksi yang sangat penting. Berikut beberapa risiko yang akan menimpa wanita perokok aktif.

  1. Mengganggu siklus menstruasi

Merokok secara aktif pada wanita menyebabkan peningkatan penyerapan racun oleh tubuh. Saat racun seperti nikotin masuk ke dalam tubuh wanita, metabolisme hormon tiroid akan mengalami gangguan. Akibatnya, keseimbangan hormon seperti progesteron, estrogen, LH, dan FSH jadi tidak berjalan dengan lancar. Akibatnya siklus menstruasi terganggu.

Lebih lanjut, rokok yang mengandung zat berbahaya ini juga menyebabkan ukuran dari folikel di ovarium mengalami pengerutan. Kondisi ini menyebabkan ovarium tidak bisa dihasilkan sehingga peluang terjadi ovulasi hingga berlanjut pada peluruhan endometrium akan susah terjadi dengan normal.

  1. Penurunan kesuburan

Rokok juga menyebabkan terjadinya gangguan pada tuba falopi. Saluran ini memiliki semacam rambut-rambut kecil yang akan membantu sel telur bergerak hingga akhirnya bertemu dengan sperma. Setelah pembuahan terjadi, tuba falopi akan mendorong embrio berjalan sampai ke rahim untuk menempel.

Saat kandungan nikotin di dalam tubuh mengalami peningkatan. Kemungkinan terjadi gangguan akan sangat besar, Tuba falopi tidak akan berfungsi dengan maksimal sehingga kemungkinan terjadi pembuahan hingga perkembangan janin akan sangat rendah. Kondisi ini juga menyebabkan kehamilan ektopik karena implantasi janin berlangsung di tuba falopi.

  1. Peningkatan risiko kanker dan serangan jantung

Sama halnya dengan pria, wanita yang aktif merokok juga berisiko mengalami kanker yang sangat berbahaya untuk tubuh. Peningkatan ini terjadi karena nikotin dan racun pada tubuh memicu munculnya sel karsinogenik yang ada pada tubuh. Ditambah lagi wanita juga memiliki estrogen dalam jumlah banyak yang juga memicu kanker.

Beberapa kanker yang bisa muncul pada wanita adalah jenis kanker payudara dan juga serviks kalau terpapar HPV. Salah satu cara untuk menurunkan risiko ini adalah dengan berhenti merokok secara aktif dan menghindari perokok karena efek yang diberikan tetap sama.

  1. Mempercepat penuaan dini

Racun yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan kulit wanita dan organ lain di area wajah jadi cepat tua. Jadi, jangan terlalu heran kalau wanita perokok aktif sering memiliki wajah dengan banyak kerutan meski usia masih sangat muda dan tubuh tidak memiliki gangguan lainnya.

Bagi wanita yang sangat memperhatikan penampilannya, merokok akan membuat mereka tidak bisa tampil maksimal. Terkadang dengan bantuan make-up pun tidak akan membantu, Jalan satu-satunya untuk mengembalikan kesehatan kulit adalah dengan menghentikan rokok secara penuh.

  1. Mengganggu janin yang dikandung

Kalau Anda sedang berusaha untuk mendapatkan buah hati, rokok adalah hal pertama yang harus dihindari. Kalau pun Anda nantinya bisa mendapatkan kehamilan, peluang janin mengalami gangguan akan besar. Oleh karena itu, hentikan konsumsi rokok atau janin bisa keguguran atau memiliki kemungkinan lahir prematur yang cukup tinggi.

Dengan melihat beberapa dampak di atas, kita bisa menyimpulkan kalau rokok sangat buruk untuk wanita baik itu aktif maupun pasif. Oleh karena itu jauhi rokok sebanyak mungkin agar tubuh selalu sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...