Langsung ke konten utama

5 Faktor yang Membuat Anda Bisa Memiliki Bayi Kembar

bayi-kembar-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat hamil, beberapa wanita ada yang bisa memiliki bayi kembar di dalam rahimnya. Dua janin akan tumbuh berdampingan untuk mendapatkan asupan nutrisi dari ibu. Saat lahir, bayi kembar ini akan memiliki beberapa keidentikan pada wajah, tubuh, dan mungkin perilaku. Apa faktor memiliki bayi kembar?

Memiliki bayi kembar adalah hal yang sangat diinginkan oleh sebagian orang. Dengan memiliki bayi langsung dua atau mungkin lebih, wanita tidak perlu hamil sampai dua kali atau lebih. Selain itu, tidak sering hamil juga menurunkan terjadinya  masalah pada vagina dan keselamatan wanita.,

Secara umum, wanita bisa melahirkan bayi kembar karena ada beberapa penyebab. Lebih jelasnya, berikut beberapa faktor memiliki bayi kembar:

  1. Riwayat keluarga

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor memiliki bayi kembar yang paling berpengaruh terhadap bisa atau tidaknya seorang wanita mengandung bayi kembar. Kondisi ini bisa muncul kalau dari sisi ibu atau ayah pernah mengalaminya. Misal dari jalur ibu pernah ada saudara yang melahirkan kembar, peluang Anda mengalami hal serupa akan lebih besar.

Riwayat kembar dari sisi pria akan membuat sperma berkesempatan melakukan pembahan lebih banyak sel telur dari sebelumnya. Sementara itu kalau berasal dari sisi wanita, kemungkinan terjadi pembuahan lebih dari satu telur akan besar. Kalau dua sisi memiliki riwayat, kemungkinan mendapatkan bayi kembar akan jauh lebih besar.

  1. Ukuran tubuh

Wanita dengan BMI lebih dari 30 lebih berpotensi memiliki bayi kembar ketimbang mereka yang memiliki BMI lebih sehat atau kecil. Hal ini bisa terjadi karena kadar lemak di dalam tubuh meningkatkan estrogen sehingga menstimulasi ovarium untuk mengeluarkan lebih banyak sel telur.

Faktor memiliki bayi kembar yang selanjutnya adalah tinggi badan wanita. Wanita yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata seperti 165 cm ke atas lebih mudah memiliki bayi kembar. Kondisi ini belum diketahui oleh para peneliti. Namun, masalah penyerapan nutrisi yang lebih besar menjadi salah satu penyebabnya.

  1. Ras

Ras membawa banyak sekali materi genetis yang berbeda-beda dari satu generasi ke generasi. Ras juga membawa warna kulit, tinggi badan, hingga kesempatan untuk memperoleh bayi kembar lebih besar. Berdasarkan berbagai ras yang ada di dunia, penduduk Amerika dan Afrika lebih banyak memilikinya.

Itulah kenapa banyak sekali masyarakat di Amerika dan Afrika yang melahirkan bayi kembar. Masyarakat di Asia memang lebih jarang memiliki bayi kembar. Namun, bukan berarti tidak mungkin. Terlebih kalau faktor riwayat keluarga lebih kuat.

  1. Usia

Faktor memiliki bayi kembar yang berikutnya adalah usia. Wanita dengan usia di atas 30 tahun lebih sering memiliki bayi kembar ketimbang wanita berusia 20 tahun. Hal ini bisa terjadi karena wanita pada usia ini memiliki kandungan hormon FSH lebih tinggi sehingga kemungkinan tubuh menghasilkan banyak sel telur lebih besar.

Setiap satu kali ovulasi, sel telur yang dikeluarkan akan jauh lebih banyak semisal lebih dari dua buah. Kalau semua sel telur dibuahi, kemungkinan terjadi kembar akan lebih besar.

  1. Menyusui

Menyusui memang membuat fertilitas pada wanita mengalami penurunan, namun bukan berarti mereka tidak bisa mengalami pembuahan. Bahkan, dari sebuah penelitian wanita yang menyusui berkesempatan memiliki kehamilan kembar sebesar 11 persen, lebih besar dari wanita yang tidak menyusui sebanyak 1,1 persen saja. Kalau Anda ingin bayi kembar mungkin bisa mencobanya saat sedang menyusui.

Berdasarkan beberapa faktor memiliki bayi kembar di atas, kira-kira mana saja yang Anda miliki? Oh, ya, meski memiliki semua faktor, proses pembuahan di dalam tubuh tidak bisa dikendalikan. Kalau memang sedang beruntung, bisa saja bayi akan kembar sesuai dengan harapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...