Langsung ke konten utama

5 Efek Gangguan Tidur pada Kemampuan Seks Pasangan

gangguan-seks-akibat-tidur-doktersehat

DokterSehat.Com – Seks memang hanya melibatkan alat vital untuk mencapai klimaks dan beberapa bagian tubuh lainnya. Namun, aktivitas ini juga dipengaruhi oleh banyak hal mulai dari psikis dari pasangan hingga fisik. Kondisi psikis dipengaruhi oleh tekanan, stres, dan mood untuk melakukan seks yang kadang rendah.

Selanjutnya masalah fisik dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dari pasangan itu sendiri. Kalau tubuh sedang tidak fit, kemungkinan seks berjalan dengan lancar akan rendah. Selanjutnya kalau seseorang mengalami obesitas, kemampuan dan fungsi seksnya juga akan menurun.

Hal lain yang memengaruhi kemampuan seks dari pasangan adalah tidur. Kalau pasangan tidak memiliki kualitas tidur baik, beberapa hal di bawah ini bisa terjadi.

  1. Energi yang rendah

Kurang tidur atau mengalami insomnia akan membuat energi seseorang menjadi sangat rendah. Energi yang rendah ini akan menyebabkan tubuh susah menerima respons dari rangsangan. Pria mungkin akan mulai susah mengendalikan ereksi yang diinginkan. Begitu penis menjadi keras, aliran darah tidak bisa dipertahankan.

Kalau pun penetrasi bisa dilakukan seperti biasanya, energi yang dimiliki akan menurun. Seks akan cepat selesai atau diakhiri di tengah jalan karena merasa malas dan tidak mampu lagi melanjutkannya. Kalau pasangan sudah sampai mengalami hal ini, kehidupan seks akan terus mengalami gangguan.

  1. Konsentrasi yang menurun

Konsentrasi dari seseorang akan mengalami penurunan kalau kurang tidur dan badan terasa lemas. Padahal konsentrasi adalah hal yang paling dalam banyak hal termasuk seks. Kalau konsentrasi untuk melakukannya amburadul, seks tidak akan berjala dengan lancar. Bahkan kemungkinan terjadi gangguan akan besar.

Gangguan dalam melakukan seks ada banyak. Saat konsentrasi rendah, ritme penetrasi akan terganggu. Bisa saja pasangan mengalami kecelakaan saat menggunakan gaya seks tertentu. Kalau kondisi ini terjadi berkali-kali, seks tidak akan bisa dinikmati dengan maksimal.

  1. Mood yang hancur

Mood untuk melakukan seks akan hancur kalau kondisi sedang tidak memungkinkan seperti lelah dan mengantuk terus-menerus. Dalam seks, mood atau gairah seksual adalah hal yang paling penting. Kalau gairah seksual yang dimiliki oleh pasangan terus menurun, seks jadi tidak menarik lagi.

Mood atau suasana hati untuk melakukan seks biasanya akan sembuh dengan sendirinya kalau seseorang tidur dengan nyenyak. Setelah tubuh membaik fisiknya, perasaan juga akan mengikuti karena kerja dari hormon akan kembali normal. Coba lakukan relaksasi sejenak atau olahraga ringan agar tidur bisa lebih mudah dilakukan.

  1. Susah menikmati seks

Seks yang dilakukan dalam kondisi tidak nyaman dan agak terpaksa tidak akan berjalan dengan lancar. Anda juga tidak akan bisa menikmatinya meski ada sedikit keinginan. Daripada memaksakan diri untuk melakukan seks, lebih baik beristirahat dengan maksimal.

Perbaiki pola tidur harian dengan mulai makan yang sehat dan berolahraga. Usahakan dalam satu hari Anda harus tidur sebanyak 6-8 jam. Kurang dari itu Anda harus menambahnya esok hari agar lebih terbiasa.

  1. Seks tidak intim

Seks yang dilakukan dengan menahan lelah dan mengantuk akan membuat aktivitas menjadi tidak lagi intim. Kondisi ini bisa menyebab kan Anda dan pasangan hanya melakukan seks karena kewajiban saja, bukan karena ingin melakukannya.

Perbaiki pola tidur dengan baik. Dengan memperbaiknya, keintiman akan kembali lagi. Setelah seks, Anda tidak hanya akan puas secara seksual, tapi juga psikis dan perasaan.

Dari lima gangguan tidur yang memengaruhi seks di atas, mana saja yang sering Anda alami dan merusakan kehidupan ranjang? Semoga setelah ini kita bisa tahu cara mencegah gangguan tidur agar seks bisa berjalan dengan lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...