Langsung ke konten utama

Wanita, Ketahui 9 Penyebab Tekanan Darah Rendah Ini

Doktersehat-penyebab-darah-rendah
Photo Credit: Flickr.com/Uzma Jaffar

DokterSehat.Com – Dibandingkan dengan pria, wanita lebih sering mengalami kekurangan darah dan juga penurunan tekanan darah. Penurunan tekanan darah menyebabkan wanita mengalami badan lemas serta lesu untuk melakukan kegiatan hariannya.

Tekanan darah dikatakan rendah ketika kurang dari 90 mmHg pada sistolik atau 60 mmHg pada diastolik. Normalnya, orang berusia di bawah 60 tahun memiliki tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, dan di bawah 150/90 mmHg untuk usia di atas 60 tahun.

Guna menanggulangi atau mencegah terjadinya penurunan tekanan darah pada wanita, sebaiknya Anda harus mengetahui penyebab darah rendah, antara lain:

1. Dehidrasi

Pada umumnya, tubuh orang dewasa membutuhkan setidaknya 8-10 gelas air dalam sehari. Jika kebutuhan cairan tubuh ini tidak tercukupi, maka Anda akan mengalami dehidrasi. Dehidrasi pada wanita bisa menjadi penyebab tekanan darah rendah.

Selain itu, penurunan tekanan darah pada wanita juga bisa memperburuk kerja dari organ. Kalau kondisi ini tetap terjadi berulang-ulang, gangguan kesehatan yang lebih parah pada wanita bisa saja terjadi.

baca juga: Atasi Tekanan Darah Rendah dengan Cara yang Mudah Ini

2. Kehamilan

Kehamilan pada wanita biasanya menyebabkan tekanan darah yang cukup tinggi. Bahkan kenaikannya bisa mencapai 5 mmHg untuk sistolik dan diastolik. Pada kondisi tertentu khususnya kehamilan trimester akhir, ibu hamil kerap mengalami penurunan tekanan darah yang menyebabkan mereka sering mengalami pusing.

3. Gangguan fungsi jantung

Wanita yang mengalami gangguan jantung seperti jantung lemah selalu mengalami penurunan tekanan darah rendah. Kondisi ini harus diatasi dengan pengobatan yang teratur agar dampaknya tidak merugikan tubuh.

4. Perdarahan pada tubuh

Dibandingkan pria, wanita lebih sering alami perdarahan khususnya ketika mengalami menstruasi. Setiap bulan, kulit pada rahim akan luruh dan akhirnya keluar dalam bentuk darah.

Selain menstruasi, perdarahan pada wanita bisa terjadi saat melahirkan atau pasca melahirkan. Perdarahan ini adalah penyebab darah rendah pada wanita, kondisi ini membuat tubuhnya lemas, pusing hingga menyebabkan pingsan.

5. Efek obat tertentu

Beberapa obat bisa menjadi penyebab tekanan darah rendah pada wanita. Efek dari penurunan tekanan darah ini mungkin sementara. Akan tetapi, jika Anda terus merasakan tekanan darah yang turun, segera konsultasi dengan dokter.

6. Infeksi darah (Sepsis)

Sepsis terjadi ketika infeksi yang terjadi dalam jaringan mulai memasuki aliran darah. Akibatnya, tekanan darah akan menurun drastis. Kondisi ini mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis dengan segera.

7. Reaksi alergi

Anafilaksis adalah reaksi alergi parah yang berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa gatal yang sangat, sesak napas, dan menjadi penyebab tekanan darah rendah menurun drastis.

8. Penyakit saraf

Penyakit saraf seperti penyakit Parkinson dapat menjadi penyebab darah rendah ketika menjangkiti sistem saraf yang mengontrol fungsi tubuh otonom seperti mengendalikan tekanan darah.

9. Ketidakseimbangan hormon

Penyakit seperti diabetes atau penyakit Addison menyebabkan gangguan produksi hormon. Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan kadar air dan mineral tubuh, serta tekanan darah.

baca juga: Apakah Tekanan Darah Rendah Berbahaya bagi Kesehatan?

 

Nah, itulah beberapa penyebab darah rendah pada wanita yang harus Anda tahu. Cara termudah yang bisa dilakukan saat gejala tekanan darah rendah muncul adalah segera duduk atau berbaring, minum air putih dan hentikan semua kegiatan yang sedang dilakukan.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan garam. Kandungan sodium pada garam bisa menaikkan tekanan darah. Bagi Anda yang berusia lanjut, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menambahkan garam di dalam menu Anda.

Hal penting lain yang tidak boleh dilewatkan adalah rutin periksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk mengukur tekanan darah dan memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang menjadi penyebab darah rendah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...