Langsung ke konten utama

Ternyata Mudah Diukur, Ini Batasan Porsi Makan Daging Dalam Sehari!

Porsi-daging-sehari-doktersehat1
Photo Credit: Flickr.com/Marco Verch

DokterSehat.Com– Apakah Anda menjadi lebih banyak makan daging saat Idul Adha tiba? Saat Idul Adha, sangat umum jika konsumsi daging menjadi lebih sering daripada hari biasa.

Hal ini kerap dianggap sebagai hal yang lazim, sehingga tidak heran jika banyak orang yang kemudian memuaskan keinginan makan daging menjadi lebih sering dan dalam porsi yang lebih banyak.

Padahal justru kebiasaan mengonsumsi daging saat Idul Adha ini akan membuat porsi konsumsi daging menjadi tidak terkontrol.

Salah satu cara yang paling jitu untuk menjaga kesehatan tubuh tetap optimal saat Idul Adha, adalah dengan mengontrol seberapa besar porsi makan daging dalam satu hari.

Hal ini akan efektif membuat kita tetap membatasi asupan daging, sehingga kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh tidak meningkat drastis.

Akan tetapi, seberapa banyak sebenarnya porsi maksimal konsumsi daging dalam sehari?

Kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan yang memengaruhi batas porsi konsumsi daging

daging-sapi-lemak-doktersehat
Photo Source: Flickr/dinesarasota

Untuk mengetahui seberapa besar porsi daging maksimal yang boleh dikonsumsi dalam sehari, maka cara yang paling tepat untuk mengetahuinya adalah mengukur sesuai dengan kebutuhan gizi atau kalori masing-masing individu. Mengapa?

Secara umum, 20-25% kebutuhan kalori harian tubuh diperoleh dari asupan protein.

Pembagian persentase kebutuhan protein tersebut tentu dipengaruhi dengan seberapa besar kebutuhan kalori harian total masing-masing indiviu.

Masing-masing individu memiliki kebutuhan kalori dasar yang berbeda.

Kebutuhan kalori masing-masing individu bergantung pada kondisi fisik, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, usia, jenis kelamin serta kondisi kesehatan meliputi kadar nilai darah yang penting menjadi pertimbangan berapa banyak asupan gizi dalam tubuh.

Persiapan-sehat-makan-daging-idul-adha-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Klaus Berdiin Jens

Beberapa poin yang bisa diperhatikan untuk menentukan porsi konsumsi daging dalam sehari adalah:

  • Kebutuhan kalori dasar tubuh
    Semakin besar kebutuhan gizi basal atau dasar seseorang, maka kebutuhan protein hewaninya, termasuk daging, akan semakin besar.
  • Kondisi kesehatan tubuh secara umum
    Adanya riwayat penyakit jantung, hipertensi, asam urat, atau kadar lemak dalam tubuh yang tinggi, membuat kebutuhan protein hewani, utamanya dari daging, harus dikurangi dan tidak hanya mematok dari kebutuhan gizi dasar tubuh saja.

Kebutuhan gizi dan batas maksimal konsumsi daging secara umum

doktersehat-daging-sehat
Photo Credit: Flickr.com/Matt Barber

Dua hal di atas merupakan hal yang vital dan perlu diperhatikan dengan seksama sebelum menentukan seberapa besar seseorang boleh makan daging.

Secara umum, kebutuhan gizi harian orang dewasa Indonesia, adalah sebesar 2100-2500 kkal. Dengan angka tersebut, kebutuhan protein harian yang harus diperoleh adalah sebanyak 25-30% harian yang setara dengan kurang lebih 40 gram protein.

Dalam Pedoman Gizi Seimbang, asupan protein yang dianjurkan adalah diperoleh dari makanan berprotein hewani dan nabati, sehingga kebutuhan protein di atas akan dibagi antara protein nabati dan hewani.

Daging-sehat-idul-adha-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/ Marco Verch

Maka dari itu, asupan protein hewani harian, yang bisa kita peroleh berdasarkan rata-rata kebutuhan energi harian tersebut adalah sebesar 2-3 porsi dalam sehari.

Satu porsi daging, berdasarkan Ukuran Rumah Tangga, adalah setara dengan 40-45 gram daging atau 1 ½ – 2 sendok makan daging mentah.

Sehingga rata-rata maksimal orang dewasa Indonesia boleh mengonsumsi daging adalah sebesar 80-100 gram atau 2-3 potong daging ukuran sedang (setara dengan 4-7 sendok makan daging mentah) dalam sehari.

Hal ini juga di dukung oleh Health Harvard Education yang menyebutkan bahwa banyaknya daging merah yang boleh dan aman dikonsumsi oleh orang dewasa adalah sebanyak 50 sampai 100 per hari.

Nah, kini Anda sudah tahu berapa banyak porsi maksimal konsumsi daging dalam sehari.

Anda bisa mengonsumsi daging dalam porsi kecil namun sering dan dalam berbagai sajian, asalkan tidak lebih dari 100 gram dalam sehari, ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...