Langsung ke konten utama

Suhu Panas Bikin Tekanan Darah Naik, Benarkah?

panas-doktersehat
Photo Source: Flickr/Spinster Cardigan

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar anggapan bahwa suhu udara yang panas dan terik bisa membuat seseorang menjadi lebih mudah emosi atau marah-marah. Hanya saja, apakah suhu udara yang panas juga bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah?

Dikutip dari The Health Site, peneliti yang berasal dari University College, London, Inggris, melakukan sebuah penelitian yang menghasilkan fakta menarik bahwa penderita hipertensi bisa menggunakan thermostat, sejenis alat yang bisa mengatur panas, demi mengelola tekanan darah dalam tubuhnya.

Hal yang tidak disangka adalah bukannya suhu panas, suhu ruangan yang lebih rendah ternyata justru memiliki kaitan yang lebih erat dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

“Penelitian ini membuktikan bahwa tak hanya potensi hipertensi, penyakit seperti stroke dan penyakit jantung ternyata bisa jadi meningkat jumlah kasusnya saat musim dingin,” ucap salah satu peneliti dr. Stephen Jivraj.

Menurut Jivraj, penurunan suhu sebanyak 1 derajat Celcius saja sudah mampu meningkatkan 0,48 mm/Hg tekanan darah sistolik dan 0,45 mm/Hg tekanan darah diastolik.

Para peneliti juga menemukan fakta bahwa orang yang tinggal di dalam rumah yang sejuk cenderung memiliki tekanan darah 126,64 mmHg/ – 74,52 mm/Hg, lebih tinggi dari rata-rata orang yang tinggal di dalam rumah dengan suhu lebih hangat yang hanya 121,12 mm/Hg – 70,51 mm/Hg. Tekanan darah tinggi juga cenderung menimpa orang yang malas untuk berolahraga dengan teratur.

Hasil penelitian yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal berjudul Hypertension ini, dr. Jivraj dan rekan-rekannya menyarankan setiap orang untuk menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat demi mencegah datangnya kenaikan tekanan darah, apalagi jika suhu udara mulai menurun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...