Langsung ke konten utama

Sederet Makanan yang Dianggap Sehat Padahal Justru Sebaliknya

kebiasaan-setelah-makan-doktersehat
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, kita harus senantiasa menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Salah satu cara untuk menerapkan pola hidup sehat adalah dengan cara menjaga pola makan sehat yakni dengan memilah dan memilih jenis makanan yang akan masuk ke dalam tubuh. Artinya, kita hanya boleh mengonsumsi jenis makanan sehat yang dianggap baik untuk tubuh.

Saat ini, ada banyak jenis makanan sehat yang bisa kita konsumsi setiap hari. Yang perlu kita tekankan adalah bahwa yang dimaksud dengan makanan sehat adalah makanan yang mengandung nutrisi lengkap seperti protein, karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan lemak.

Namun, seringkali kita masih salah dalam menilai makanan. Berikut adalah sederet makanan yang seringkali kita anggap sehat tapi ternyata tidak sehat, diantaranya:

1. Keripik Pisang atau Pisang Goreng

Pisang merupakan salah satu buah yang mengandung potasium, vitamin C, dan serat sehingga sangat baik untuk dikonsumsi demi menjaga kesehatan tubuh, kulit, serta tulang. Akan tetapi, kandungan nutrisi baik dari pisanh tersebut akan hilang jika diolah dengan cara digoreng atau dijadikan sebagai keripik pisang. Olahan pisang seperti itu justru dapat meningkatkan jumlah kalori di dalamnya sehingga sangat tidak disarankan jika dikonsumsi secara berlebihan.

2. Susu Beras

Banyak orang yang menjadikan susu beras sebagai alternatif dari susu sapi yang dianggap mengandung lemak tinggi. Mereka berpikir bahwa susu beras sama sehatnya dengan susu sapi. Padahal, susu beras yang dibuat dari beras ini mengandung karbohidrat tinggi dan sedikit protein dan kalsium. Sehingga, bisa dipastikan bahwa susu beras tidak lebih sehat dari susu sapi. Oleh sebab itu, kita harus tetap minum susu sapi dan jika takut akan lemak yang terkandung didalamnya, boleh pilih susu sapi rendah lemak.

3. Oatmeal

Oatmeal adalah salah satu makanan sehat yang seringkali dikonsumsi saat sarapan. Tidak hanya dapat membantu menurunkan berat badan saja, oatmeal juga bisa membantu menyehatkan jantung. Namun, kita harus lebih berhati-hati dalam memilih oatmeal. Sebab, jika kita memilih jenis oatmeal instant, maka kita tidak akan mendapatkan manfaatnya. Hal ini dikarenakan, oatmeal instant sudah ditambahi berbagai rasa seperti gula atau sodium yang merupakan bahan-bahan tidak sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Gadis 21 Tahun Ini Hanya Memiliki Bobot 25 Kg

Photo Source: Sohu DokterSehat.Com – Seorang gadis berusia 21 tahun dari Heilongjiang, Tiongkok, memiliki keinginan besar untuk memiliki tubuh yang langsing. Sayangnya, bukannya menjalani diet yang sehat demi menurunkan berat badan, gadis ini justru memilih untuk menahan lapar dan jarang makan selama 3 tahun. Kini, berat badannya hanya 25 kg dan jaringan otaknya pun mengalami kerusakan sebagaimana otak milik orang dengan usia 60 tahun. Dilansir dari World of Buzz, gadis ini bernama Xiao Qian dan memiliki tinggi 167 cm. Saat usianya 18 tahun, berat badannya sebenarnya cukup ideal, yakni 55 kg. Sayangnya, ia justru memiliki obsesi untuk menjadi lebih kurus hanya gara-gara teman satu asramanya menyebut dirinya terlihat lebih sedikit gemukan. Alih-alih mengonsumsi makanan setiap hari, Xiao justru memilih untuk mengonsumsi suplemen dan minuman pengganti makanan yang dianggap bisa menurunkan berat badannya. Selama tiga tahun terakhir, ia juga hanya memilih untuk makan sekali dalam sehar...

Hindari Kebiasaan Penyebab Kanker Usus Ini

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit kanker yang paling sering menyerang manusia adalah kanker usus besar. Penyakit ini memang cenderung lebih sering menyerang pria dengan usia lebih dari 50 tahun, namun jika kita menerapkan pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat, maka risiko untuk terkena penyakit ini bisa meningkat. Kanker usus besar biasanya menyebabkan gejala awal seperti perdarahan pada usus besar, seringnya terjadi sembelit atau diare tanpa sebab, menurunnya berat badan secara drastis, sakit perut dan perut yang terasa begah setiap saat. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus adalah sering mengonsumsi makanan berlemak atau makanan yang terbuat dari daging merah. Meskipun memiliki rasa yang enak, daging merah dan makanan berlemak bisa memberikan efek buruk bagi tubuh mengingat kemampuan makanan ini dalam memberikan efek peradangan. Efek peradangan ini jika terus terjadi akan menyebabkan perubahan pada sel yang akhirnya menjadi kanker. Selain mak...