Langsung ke konten utama

Manfaat yang Anda Dapatkan Saat Diet Tinggi Serat

Doktersehat-diet-tinggi-serat
Photo Credit: Flickr.com/Yildrim Abdullah Donmez

DokterSehat.Com – Makanan tinggi serat telah lama diketahui meningkatkan kesehatan pencernaan sekaligus berfungsi menjaga keteraturan metabolisme tubuh, akan tetapi hal tersebut hanyalah dua bagian dari berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh serat.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, orang-orang yang melakukan diet tinggi serat mengalami penurunan kolesterol sampai 30 persen setelah melakukan diet ini selama 4 minggu. Makan berserat itu di antaranya: gandum (oats), jewawut (barley), terong (eggplant), kacang okra, jeruk, wortel, apel dan sayur-sayuran.

Selain beguna meningkatkan kesehatan sistem pencernaan dan menurunkan tingkat kolesterol, diet tinggi serat juga bisa membantu Anda mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes, serta menjaga dan mempertahankan berat badan tetap ideal.

baca juga: Kebanyakan Makan Serat Bisa Sebabkan Diare?

Manfaat Diet Tinggi Serat

  1. Buang air besar normal

    Serat meningkatkan berat dan ukuran tinja serta dapat melembutkan tinja. Makanan berserat dapat mepercepat pengeluaran tinja karena serat tidak dicerna maupun diserap. Serat dapat mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar.

  1. Membantu menjaga integritas usus dan kesehatan usus

    Diet tinggi serat dapat menurunkan risiko wasir atau ambeien dan kantong kecil di usus besar (penyakit divertikular). Beberapa serat difermentasi dalam usus besar. Para peneliti melihat bagaimana hal ini dapat memainkan peran dalam mencegah penyakit usus besar.

  1. Menurunkan kadar kolesterol darah

    Serat larut ditemukan di buncis, gandum, biji rami dan oat. Serat larut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah total dengan menurunkan LDL kolesterol atau kolesterol jahat. Penelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa meningkatkan serat dalam diet dapat menurunkan tekanan darah dan peradangan, yang pada akhirnya berguna untuk melindungi kesehatan jantung.

  1. Membantu mengontrol kadar gula darah

    Saat Anda melakukan diet tinggi serat, khususnya serat larut, hal itu dapat memperlambat penyerapan gula–yang bagi penderita diabetes dapat membantu menurunkan tingkat gula darah. Sebuah diet yang meliputi serat tidak larut telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

  1. Membantu dalam penurunan berat badan

    Diet tinggi serat membutuhkan waktu yang lama untuk mengunyahnya sehingga memberikan waktu tubuh untuk memberikan sinyal kenyang. Sinyal kenyang ini membantu tubuh untuk menurunkan berat badan karena cenderung membuat tubuh tidak makan terlalu banyak.

    Selain itu, diet tinggi serat cenderung kurang kalori dan energi yang berarti sangat baik bagi orang yang berusaha menurunkan berat badan.

  1. Mencegah kanker kolorektal

    Beberapa penelitian menunjukkan manfaat diet tinggi serat dalam pencegahan kanker kolorektal, namun beberapa penelitian lain tidak menunjukkan efek terhadap pencegahan kanker kolorektal. Pada akhirnya, temuan ini masih diperlukan penelitian lanjutan.

Efek Samping Diet Tinggi Serat

Diet tinggi serat menimbulkan efek berupa kembung, produksi gas usus meningkat dan kadang-kadang kram. Guna mengantisipasi hal ini maka diet tinggi serat harus perlahan-lahan dan bertahap selama beberapa minggu.

Hal ini juga memberikan kesempatan bagi bakteri alami dalam sistem pencernaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Selain itu, minumlah banyak air karena serat bekerja lebih baik bila menyerap air dan membuat tinja menjadi lunak dan besar.

baca juga: 4 Tips Tingkatkan Asupan Serat Anak

Selain itu, peningkatan konsumsi makanan tanpa disertai peningkatan konsumsi air justru dapat menyebabkan konstipasi. Oleh karena itu, upayakan untuk menyeimbangkan asupan makanan sehari-hari guna mendukung sistem pencernaan yang sehat.

Pada dasarnya, diet tinggi serat sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu pencernaan tetap berfungsi dengan baik. Bahkan, konsumsi makanan berserat secara rutin dipercaya menurunkan risiko penyakit diabetes, jantung, kanker usus hingga stroke

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...