Langsung ke konten utama

Manfaat dan Risiko Mengonsumsi Selai Kacang Cokelat

Selai-kacang-cokelat-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Korona Lacasse

DokterSehat.Com– Apa jenis selai yang paling sering Anda pilih? Selain selai dari buah-buahan, selai yang cukup populer adalah selai kombinasi dari cokelat dan kacang. Tahukah Anda kalau ada manfaat dan bahaya selai kacang coklat?

Selai kacang cokelat ini kian terkenal dan cukup banyak digunakan sebagai pilihan rasa pada berbagai sajian makanan atau jajanan populer, misalnya martabak manis, roti isi, atau kue tradisional, misalnya kue cubit.

Memiliki rasa perpaduan manis dan gurih, serta disebut selai yang sehat, membuat selai kacang cokelat semakin banyak digemari.

Akan tetapi, sebenarnya apa saja sih manfaat yang kita rasakan dengan mengonsumsi selai cokelat? Adakah bahaya atau dampak yang akan dirasakan tubuh dengan konsumsi selai kacang cokelat ini?

Bahan baku dan kandungan selai kacang cokelat

Photo Credit: Flickr.com/Ginny

Selai kacang umumnya dibuat dari bahan baku kacang yang tinggi fitonutrien, misalnya kacang hazel dan dari bahan baku kokoa yang menghasilkan rasa cokelat manis.

Beberapa bahan tambahan dalam komposisi selai kacang cokelat antara lain:

  • Gula, dalam satu kemasan toples selai kacang cokelat, terdapat kandungan gula lebih dari 50%
  • Kakao, sebagai bahan baku utama pemberi rasa cokelat
  • Kacang hazel, kacang hazel memiliki rasa gurih dan manis, serta merupakan bahan baku utama dalam selai
  • Susu rendah lemak, untuk memberikan tekstur, rasa dan asupan gizi dalam selai
  • Minyak kelapa sawit, lesitin kedelai dan vanili untuk memberi rasa, tekstur dan aroma serta penguat rasa pada selai.

1 sendok makan selai kacang cokelat yang setara dengan 18 gram selai, terdapat kandungan kalori sebesar 100 kkal.

Kandungan zat gizi makro dan mineral unggulan selai kacang cokelat adalah:

  • Karbohidrat, berupa gula sebesar 9-11 gram
  • Protein sebesar 0,5 gram
  • Lemak sebesar 6 gram, dan
  • Kandungan kalsium dan zat besi sebesar 2%

Apa manfaat dan bahaya selai kacang cokelat?

Photo Credit: Flickr.com/Zoe

Sekarang sudah tahu ‘kan apa saja kandungan dan komposisi selai kacang coklat? Berikut ulasan mengenai manfaat dan risiko mengonsumsi selai kacang cokelat:

Manfaat selai kacang cokelat

Kita bahas dulu apa saja manfaat selai kacang coklat bagi tubuh, sehingga kita juga tahu apa saja manfaat dari makanan yang dikonsumsi. Lansgung saja, berikut manfaat selai kacang coklat:

    1. Selai kacang cokelat mampu memberikan asupan energi yang tinggi, padat gizi dan mudah serap.
    2. Bahan baku selai kacang cokelat, yaitu kacang hazel dan kokoa, memiliki kandungan fitonutrien dan antioksidan yang baik untuk kesehatan sistem dan fungsi organ tubuh secara umum.
    3. Selai kacang cokelat yang terbuat dari susu skim, mampu memberikan asupan protein hewani yang rendah lemak.

Bahaya selai kacang cokelat

Setelah mengetahui manfaatnya, tentu alangkah baiknya kita juga mengetahui bahaya selai kacang coklat bagi tubuh. Ini dia bahaya selai kacang coklat:

  1. Tinggi kandungan gula

    Seperti yang telah disebutkan, kandungan gula yang ada pada selai kacang cokelat sangat tinggi. Hanya mengonsumsi 2 sendok makan selai kacang cokelat dapat memenuhi hampir separuh kebutuhan gula harian orang dewasa.
    Hal ini membuat konsumsi selai kacang cokelat yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula dan lemak dalam tubuh, sehingga mempebesar risiko berbagai penyakit degenratif.

  2. Tinggi kalori

    Gula yang tinggi sudah memberikan asupan kalori yang besar, belum lagi dengan adanya penambaham bahan baku minyak kelapa dalam selai kacang cokelat. Berbagai asosiasi menyebutkan bahwa kalori selai kacang cokelat sangat berpengaruh pada asupan kalori harian total orang dewasa di Amerika, mengingat bahwa selai kacang cokelat ini sering dipilih sebagai pelengkap sajian sarapan. Dalam jangka panjang, hal ini akan meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

Tips mengonsumsi selai kacang cokelat

Beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat mengonsumsi selai kacang cokelat adalah:

      • Tidak terlalu sering mengonsumsinya. Batasi paling banyak 2-3 kali dalam seminggu.
      • Kontrol porsi saat mengonsumsinya. Gunakan paling banyak 1 sendok makan selai kacang cokelat dan jadikan 1 porsi tersebut sebagai pengganti 1 porsi gula harian.
      • Konsumsi dengan makanan yang tinggi serat, misalnya sebagai toping atau olesan pada sereal, roti, atau biskuit dari gandum utuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antihistamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

DokterSehat.Com – Antihistamin obat apa? Antihistamin adalah jenis obat-obatan alergi. Obat antihistamin terdiri dari banyak jenis monografi obat. Kebanyakan kandungan monografi obat antihistamine bisa dibeli bebas tetapi ada juga yang harus menggunakan resep dokter. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat antihistamin termasuk informasi tentang jenis-jenis antihistamin, bentuk sediaan antihistamine, indikasi antihistamin, kontraindikasi antihistamin, manfaat antihistamin, dosis antihistamin, efek samping antihistamin, dan informasi bermanfaat lainnya. Apa itu antihistamin? Antihistamin adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin. Penggunaan antihistamine juga bisa mengatasi masalah medis lainnya. Apa saja kandungan obat yang tergolong antihistamine? Obat-obatan yang termasuk ke dalam golongan antihistamin telah banyak beredar di pasaran. Berbagai jenis obat antihistamine tersebut dijual dengan merk y...

Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Jogging

photo credit : pixabay.com DokterSehat.Com – Olahraga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Tak heran jika banyak ahli kesehatan yang menyarankan seseorang berolahraga secara rutin minimal 2 kali dalam seminggu. Olahraga sendiri memiliki beragam jenis, salah satunya adalah jogging atau lari. Jogging atau lari merupakan latihan yang masuk ke dalam jenis kardio. Olahraga ini sangat mudah dilakukan karena hanyako mengayunkan kaki dengan irama dan kecepatan yang diinginkan. Selain mudah, lari juga tidak memerlukan biaya seperti saat Anda berolahraga di pusat kebugaran. Namun, sama halnya dengan aktivitas fisik lainnya yang juga memiliki risiko berbahaya jika dilakukan dengan cara yang salah, demikian pula dengan lari. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari saat sedang jogging atau berlari, diantaranya: Hindari Pemakaian Sepatu yang Tidak Nyaman Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa lari merupakan olahraga yang murah karena tidak menggunakan alat mah...

Jengkol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Photo Source: Flickr/Ucan Kancana DokterSehat.Com – Jengkol dikenal luas sebagai bahan makanan yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun rasanya tidak selezat daging, tetap saja jengkol memiliki cita rasa tersendiri yang khas. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa jengkol bisa menyebabkan gagal ginjal jika dikonsumsi terlalu sering. Apakah anggapan ini benar adanya? Dilansir dari National Geographic, dr. Okki Ramadian SpPD yang berasal dari Rumah Sakit Mitra Keluarga menyebut jengkol sebagai salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan anti oksidan, kandungan yang bisa melawan paparan buruk radikal bebas. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya dengan berlebihan, ada kemungkinan ginjal kita akan mengalami dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jengkol dikenal luas sebagai makanan yang memiliki aroma khas. Sayangnya, kandungan di dalamnya juga bisa menyebabkan keracunan atau yang lebih dikenal sebagai jengkolan. Masalahnya adalah kondisi i...